Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang menganggap move on berarti melupakan seseorang atau menghapus semua kenangan setelah putus cinta maupun kehilangan. Tak sedikit pula yang merasa harus segera bangkit agar tidak terus terjebak dalam kesedihan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Move on merupakan sebuah proses yang tidak bisa dipaksakan. Langkah pertama yang esensial dalam perjalanan move on adalah penerimaan.
Psikolog Elena Herrera menjelaskan bahwa penerimaan adalah awal dari setiap penyembuhan.
Advertisement
“Ketika kita tidak menerima sesuatu, itu terus tumbuh, seperti virus. Kita mungkin bisa menguburnya untuk sementara dengan mengalihkan perhatian, tetapi pada akhirnya akan kembali,” ujarnya.
Mendorong diri untuk move on terlalu cepat justru dapat meremehkan kedalaman peristiwa yang terjadi dan menambah tekanan yang tidak perlu. Herrera menyarankan bahwa move on yang sebenarnya adalah “bergerak melalui” (moving through) proses tersebut, dan penerimaan adalah langkah pertama yang paling penting. Ini berarti memberi ruang bagi perasaan yang muncul, tanpa menghakimi atau menolaknya.
Penerimaan di sini tidak berarti melupakan kejadian pahit yang telah terjadi. Sebaliknya, penerimaan adalah pengakuan bahwa kehilangan adalah bagian dari kisah hidup Anda. Meskipun rasa sakit itu nyata dan terkadang tak tertahankan, hidup akan terus berjalan.
Ditambahkan psikiater Elisabeth Kübler-Ross, seseorang tidak akan pernah “melupakan” kehilangan orang yang dicintai. Sebaliknya, “Anda akan belajar untuk hidup dengannya. Anda akan sembuh dan Anda akan membangun kembali diri.”
Pentingnya Mengakui dan Memproses Emosi untuk Penyembuhan
Mengakui perasaan dan berbagai emosi yang dialami dalam proses move on adalah kunci untuk memungkinkan diri Anda bisa melewati rasa sedih.
Psikiater Evita Limon-Rocha, menjelaskan bahwa putus cinta sangat menantang karena dapat menandakan perubahan peran dan rutinitas. Oleh karena itu, penting untuk memberikan validasi pada setiap emosi yang muncul.
Erin Pash LMFT, CEO Ellie Mental Health, menambahkan bahwa mengakui perasaan kesusahan dan duka setelah putus cinta adalah hal yang krusial, karena itu adalah kehilangan yang signifikan.
“Membiarkan diri Anda merasakan perasaan adalah hal yang sehat meskipun orang lain mungkin tidak melihatnya seperti itu. Menangis, meratap, dan mengakui rasa sakit terkadang adalah obat terbaik,” ujarnya.
Menekan atau menyangkal emosi hanya akan memperpanjang proses penyembuhan dan bahkan dapat menimbulkan masalah kesehatan mental lainnya. Sebaliknya, izinkan diri Anda memproses perasaan secara sehat dan konstruktif, entah itu melalui jurnal, berbicara dengan orang terpercaya, atau mencari bantuan profesional.
Advertisement
Move On: Belajar Mengingat Secara Berbeda, Bukan Melupakan
Seringkali, kita salah mengartikan move on sebagai tindakan melupakan sepenuhnya apa yang telah terjadi. Padahal, para ahli menegaskan bahwa “Anda tidak move on dengan melupakan. Anda move on dengan belajar bagaimana mengingat secara berbeda.
Penyembuhan setelah putus cinta atau kehilangan bukanlah tentang mencapai garis akhir di mana Anda tidak pernah memikirkan mantan atau kenangan pahit lagi. Ini tentang bagaimana pikiran-pikiran tersebut menjadi kurang mengganggu seiring waktu. Rasa sakit yang Anda rasakan akan menjadi kurang tajam, tidak lagi mendominasi setiap aspek kehidupan Anda.
Pada akhirnya, hidup Anda akan menjadi cukup penuh sehingga ruang kosong yang mereka tinggalkan terisi dengan hal-hal lain. Ruang itu tidak diganti, melainkan dikelilingi oleh pengalaman-pengalaman baru, tujuan baru, dan kebahagiaan yang berbeda.
(Penulis: Hilda Irach/Fimela.com)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4162956/original/096781600_1663563714-christian-lue-HbFMR6slGnE-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)