Semprot Parfum di Leher Picu Kanker Tiroid? Dokter Beri Penjelasan

Hingga saat ini belum ada bukti kuat tentang efek menyemprot parfum menyebabkan kanker tiroid.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 30 Mei 2026, 14:00 WIB
Dokter spesialis bedah onkologi Diani Kartika menjelaskan tentang kanker tiroid.

 

Liputan6.com, Jakarta - Ada yang mengatakan kebiasaan menyemprot parfum ke area leher bisa memicu kanker tiroid. Terkait ini dokter spesialis bedah onkologi Diani Kartini mengatakan hal tersebut hoaks.

"Kalau menyemprotkan parfum untuk daerah leher itu sebuah hoax ya kalau untuk menyebabkan kanker tiroid," kata Diani dalam temu media bersama RS Pondok Indah - Pondok Indah di Jakarta pada Selasa, 26 Mei 2026.

Diani mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kanker. Namun, berdasarkan literatur ada beberapa kasinogenesis yang terkait kanker. Salah satunya terkena radiasi, terutama radiasi pada area kepala dan leher misalnya dari pengobatan medis di masa kecil, ini merupakan faktor risiko kanker tiroid. Dampaknya bisa muncul 10 hingga 20 tahun setelah paparan terjadi.

Selain paparan radiasi, faktor risiko kanker tiroid adalah faktor keturunan (genetik). Sekitar 5-10% kasus kanker tiroid berkaitan dengan mutase genetik yang diturunkan dalam riwayat keluarga.Selanjutnya, kekurangan yodium juga jadi faktor risiko kanker tiroid.

"Tinggal di wilayah dengan asupan yodium rendah dapat memicupembengkakan (gondok) dan meningkatkan kerentanan folikel tiroid," tutur Diani.

Kanker tiroid adalah suatu kondisi ketika sel-sel abnormal pada jaringan tiroid tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor ganas. Tiroid itu sendiri terletak di leher bagian depan yang bentuknya mirip seperti kupu-kupu.

Bila Ditemukan Dini, Angka Kesembuhan Tinggi

 

Diani mengungkapkan sebagian besar kanker tiroid tumbuh lambat. Sehingga apabila ditemukan dalam stadium dini atau awal lalu segera dilakukan Tindakan maka memiliki tingkat kesembuhan (survival rate) yang sangat tinggi.

Maka dari itu, Diani pun mengungkapkan bahwa saat medical check up perlu menambahkan USG tiroid. Bilamana ada kanker bisa diketahui sejak dini agar harapan hidup semakin baik.

Lalu, bila menemukan benjolan di area leher, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mengetahui secara pasti. "Bisa cek lab jika ada benjolan. Itu benjolan apakah itu tiroid, getah beneing atau yang lain atau soft tissue atau lemak," tuturnya.

Selain benjolan, Diani mengungkapkan gejala kanker tiroid yang lain adalah suara serak yang tak kunjung sembuh. Bila suara serak dan benjolan, maka perlu dicurigai tumor ganas.

Paling banyak pasien datang dengan benjolan leher, nah kalau sudah ada perubahan suara, suara jadi serak itu hati-hati perlu dicurigai ganas," tutur Diani.

lokasi tiroid berada di leher. Lalu, di belakang kelenjar tiroid terdapat saraf yang memiliki fungsi agar bersuara.

"Bila benjolan yang muncul ganas maka bisa menginfiltrasi atau infiltri ke jaringan sekitarnya, salah satunya yang sering terkena adalah saraf. Jadi suaranya serak," katanya.Gejala lain kanker tiroid adalah rasa mengganjal atau sulit menelan makanan dan sesak napas atau batuk yang tidak kunjung sembuh.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya