Liputan6.com, Jakarta - Mendengar diagnosis kanker endometrium tentu menimbulkan rasa cemas. Namun, penyakit ini memiliki peluang sembuh yang baik, terutama jika terdeteksi pada stadium awal.
"Secara umum, kanker endometrium memiliki prognosis yang baik apabila terdeteksi dan ditangani sejak stadium awal," kata dokter Renny Anggia Julianti, SpOG, Subsp Onk dari RSPI - Bintaro Jaya.Â
Renny mengatakan prognosis pasien dengan kanker endometrium dapat berbeda-beda pada setiap individu. Peluang keberhasilan pengobatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti stadium kanker saat didiagnosis, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta respons pasien terhadap pengobatan yang diberikan.
Advertisement
Mengenai pengobatan kanker endometrium, hal tersebut berdasarkan stadium dan kondisi kesehatan pasien. Pilihan pengobatan kanker endometrium meliputi:
• Operasi
Tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat rahim dan jaringan terkait untuk membuang sel kanker. Operasi adalah pengobatan utama yang umum dilakukan dan sering kali menjadi satu-satunya pilihan yang dibutuhkan pada kanker stadium awal.
"Bagi sebagian orang yang masih ingin hamil atau pada kondisi pasien yang tidak cukup baik, operasi mungkin ditunda untuk sementara waktu, dan pengobatan lain dapat dicoba sebagai penggantinya," kata Renny.
• Radioterapi
Metode ini menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Prosedur ini digunakan setelah tindakan operasi untuk mencegah kanker datang kembali atau sebagai pengobatan utama jika pasien tidak bisa menjalani tindakan operasi.
• Kemoterapi
Kemoterapi merupakan terapi pengobatan yang bertujuan membunuh sel kanker yang berisiko menyebar ke bagian tubuh lain.
• Terapi Hormonal
Terapi hormonal bekerja dengan cara mengontrol kadar hormon di dalam tubuh guna memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat diberikan dalam bentuk obat minum, suntikan, atau IUD yang mengandung hormon sesuai indikasi dokter.
"Ada beberapa syarat untuk melakukan terapi ini, yaitu pasien berusia di bawah 40 tahun, derajat diferensiasi selnya baik, dan tidak ada penyebaran sel kanker ke otot rahim," katanya dalam temu media baru-baru ini di Jakarta.Â
Gejala Kanker Endometrium
Renny meminta bila menemukan gejala kanker endometrium maka segera berkonsultasi dengan dokter. Ini sangat penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Mengenai gejala kanker endometrium, Renny mengungkapkan yang paling sering adalah:
- Pendarahan vagina setelah menopause (pascamenopause)
- Perubahan pola menstruasi pada perempuan pramenopause, seperti pendarahan yang sangat hebat dan flek di luar jadwal haid.
Selain itu, kanker endometrium juga sering disertai dengan gejala tambahan, seperti:
- Keputihan encer atau bercampur darah
- Nyeri pada panggul dan perut bagian bawah
- Sakit saat berhubungan intim atau saat buang air kecil
- Ukuran rahim membesar.
Â
Â
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508244/original/023677500_1771569763-2149703435.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5251758/original/078449200_1749806524-woman-holding-tea-cup-top-view.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6304861/original/087894800_1779179332-2444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8959594/original/086365400_1782975655-Ridhwan.jpeg)