Heatstroke Bisa Berakibat Fatal: Simak Pengertian dan Cara Mencegahnya

Pahami heatstroke, mulai dari gejala, penyebab, hingga langkah pencegahannya agar tetap aman.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 07 Juli 2026, 16:47 WIB
Heatstroke bisa berakibat fatal. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya sejak dini. (Photo by Sajjad HUSSAIN / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Heatstroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Kondisi ini umumnya dipicu oleh paparan cuaca panas dalam waktu lama atau aktivitas fisik berat di lingkungan bersuhu tinggi.

Meski sering dianggap sekadar kepanasan, heatstroke dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani. Suhu tubuh yang terlalu tinggi mampu merusak organ-organ vital, seperti otak, jantung, ginjal, hingga otot dalam waktu singkat.

"Heatstroke merupakan bentuk paling serius dari penyakit akibat paparan panas. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ permanen bahkan kematian," demikian penjelasan Mayo Clinic.

Apa saja gejala heat stroke? Gejala heatstroke umumnya muncul secara cepat. Tanda paling utama adalah suhu tubuh mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Penderita juga dapat mengalami kebingungan, bicara tidak jelas, mudah marah, mengigau, kejang, hingga kehilangan kesadaran.

Selain itu, gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi kulit yang terasa panas, mual, muntah, sakit kepala berdenyut, napas menjadi cepat, serta detak jantung meningkat. Pada heatstroke akibat cuaca panas, kulit biasanya terasa panas dan kering. Sementara pada heatstroke yang dipicu aktivitas fisik berat, penderita masih dapat mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak.

Penyebab Heatstroke

Heatstroke dapat terjadi akibat dua kondisi utama. Pertama, paparan cuaca yang sangat panas dan lembap dalam waktu lama sehingga tubuh tidak mampu lagi mengatur suhu secara normal. Kondisi ini lebih sering dialami lansia maupun orang dengan penyakit kronis.

Kedua, aktivitas fisik intens, seperti berolahraga atau bekerja berat di bawah terik matahari. Risiko akan semakin tinggi jika seseorang belum terbiasa beraktivitas di lingkungan bersuhu panas.

Selain itu, dehidrasi, konsumsi alkohol, hingga penggunaan pakaian yang terlalu tebal juga dapat meningkatkan risiko heatstroke karena menghambat proses pendinginan alami tubuh.

 

Kelompok yang Lebih Berisiko

Heatstroke bisa berakibat fatal. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya sejak dini. (Photo by Sajjad HUSSAIN / AFP)

Siapa saja bisa mengalami heatstroke. Namun, ada beberapa kelompok yang lebih rentan. Di antaranya bayi dan anak-anak, lansia, penderita penyakit jantung atau paru, orang dengan obesitas, serta mereka yang memiliki riwayat heatstroke sebelumnya.

Beberapa jenis obat, seperti diuretik, beta blocker, antidepresan, maupun antipsikotik juga dapat meningkatkan risiko karena memengaruhi kemampuan tubuh mempertahankan cairan dan melepaskan panas.

Langkah pertama mengatasi heat stroke? Jika seseorang diduga mengalami heatstroke, segera hubungi layanan medis darurat. Sambil menunggu bantuan datang, pindahkan penderita ke tempat yang teduh atau ruangan ber-AC.

Lepaskan pakaian yang berlebihan, lalu dinginkan tubuh menggunakan air dingin, handuk basah, atau kompres es yang ditempatkan di kepala, leher, ketiak, dan selangkangan. Semakin cepat suhu tubuh diturunkan, semakin besar peluang mencegah kerusakan organ.

 

Cara Mencegah Heatstroke

Heatstroke bisa berakibat fatal. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya sejak dini. [AI Generated]

Heatstroke sebenarnya dapat dicegah dengan langkah sederhana. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup, terutama saat cuaca panas atau ketika beraktivitas di luar ruangan.

Gunakan pakaian yang longgar dan ringan agar panas tubuh mudah keluar. Hindari aktivitas fisik berat pada siang hari ketika suhu sedang tinggi. Bila harus berolahraga, pilih waktu pagi atau sore hari.

Selain itu, gunakan topi, kacamata hitam, dan tabir surya saat berada di bawah sinar matahari langsung. Jangan pernah meninggalkan anak-anak maupun orang dewasa di dalam mobil yang terparkir karena suhu di dalam kendaraan dapat meningkat dengan sangat cepat.

Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, risiko heatstroke dapat ditekan sehingga komplikasi serius yang mengancam nyawa dapat dihindari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya