Liputan6.com, Italia - Italia memasuki fase paling kritis gelombang panas ketiga sepanjang 2026. Suhu di Pulau Sardinia diperkirakan mencapai 45 derajat Celsius, memicu kekeringan parah dan krisis pasokan air bersih.
Dikutip dari Antara pada Rabu (15/7/2026), kantor berita ANSA melaporkan bahwa otoritas Italia telah memperluas wilayah berstatus siaga darurat menyusul peringatan cuaca ekstrem yang melanda bagian tengah dan selatan negara tersebut.
Advertisement
Jumlah kota yang berstatus Siaga Merah atau tingkat bahaya tertinggi meningkat dari dua kota pada Senin menjadi empat kota pada Selasa. Pada Rabu, jumlah tersebut diperkirakan bertambah menjadi tujuh kota.
Para ahli meteorologi memperkirakan suhu di sebagian besar wilayah tengah dan selatan Italia akan berada di kisaran 39–41 derajat Celsius. Sementara itu, wilayah pedalaman Sardinia diprediksi mencapai puncak suhu 45 derajat Celsius pada Jumat mendatang.
Ahli meteorologi Federico Brescia mengatakan suhu ekstrem tersebut bahkan telah mendorong batas titik beku (freezing level) hingga di atas ketinggian 5.000 meter. Dia menyebut fenomena ini sebagai kondisi yang "luar biasa", seperti dikutip dari Kanal Global Liputan6.com pada Rabu, 15 Juli 2026.
Kota Florence telah berstatus siaga merah sejak 8 Juli dan diperkirakan tetap berada pada level tertinggi setidaknya hingga Rabu. Suhu di kota tersebut diperkirakan berkisar 37 s.d 39 derajat Celsius dengan hawa panas yang sudah terasa sejak pagi.
Pada Senin, Florence dan Perugia menjadi dua kota pertama yang berstatus siaga merah. Sehari kemudian, Brescia dan Turin turut masuk dalam kategori tersebut. Sementara itu, Bologna, Frosinone, dan Roma diperkirakan menyusul pada Rabu.
Adapun Genoa dan Verona masih berstatus siaga oranye karena cuaca panas tetap berisiko tinggi bagi kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak.
Minimnya Curah Hujan
Gelombang panas berkepanjangan yang disertai minimnya curah hujan juga memicu krisis air di wilayah Piedmont, Italia utara. Otoritas setempat meminta bantuan pasokan air dari Lembah Aosta dan Kanton Ticino di Swiss untuk menjaga sektor pertanian.
Sekitar 100 munisipalitas di Piedmont telah memberlakukan pembatasan penggunaan air minum. Sementara itu, sejumlah komunitas di daerah pegunungan kini bergantung pada distribusi air menggunakan truk tangki.
Suhu ekstrem juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pekerja. Di Florence, para kurir pengantar makanan yang bekerja untuk platform Glovo dan Deliveroo berencana menggelar aksi mogok pada Rabu sebagai bentuk protes atas kondisi kerja yang dinilai tidak memungkinkan di tengah gelombang panas.
Sebagai respons, sejumlah wilayah di Italia mulai menerapkan larangan bekerja di luar ruangan pada jam-jam terpanas di siang hari guna melindungi pekerja dari risiko cuaca ekstrem.