Liputan6.com, Jakarta - Masih banyak pasien khawatir dan takut dengan efek dari radioterapi. Salah satunya karena masyarakat menemukan informasi mengenai efek samping terapi tersebut melalui mesin pencari, media sosial, maupun teknologi kecerdasan buatan (AI).
Menurut dokter spesialis onkologi radiasi, Mirna Primasari, informasi mengenai efek samping radioterapi yang ditampilkan secara umum dapat menimbulkan kesalahpahaman karena dampak terapi bergantung pada area tubuh yang mendapatkan radiasi.
Advertisement
“Kalau di Google atau di AI itu dikatakan efek sampingnya berat, maka itu kurang tepat. Bukan salah, tapi kurang tepat karena radiasi itu sifatnya lokal,” ujarnya dalam MRCCC Siloam Semanggi Media Hospital Tour 2026 di Jakarta, Selasa (2/9/2026).
Ia mencontohkan pasien yang mendapatkan radiasi pada bagian kaki tidak perlu mengkhawatirkan rambut rontok sebagai efek dari radiasi tersebut karena efek terapi berkaitan dengan area yang mendapatkan paparan.
Ibarat Makan Obat
Mirna menjelaskan pemberian radiasi perlu dilakukan dengan dosis yang tepat dan sesuai indikasi. Ia mengibaratkan hal tersebut seperti penggunaan obat yang dapat memberikan manfaat jika dikonsumsi sesuai dosis, tetapi dapat membahayakan jika digunakan secara berlebihan.
“Kalau diberikan dalam dosis yang tepat dan indikasi yang tepat, misalkan sakit kepala minumnya Panadol, memang itu obatnya. Tapi kalau kita minumnya tiga kali sepuluh tablet, maka itu akan menjadi bahaya. Sama halnya dengan radiasi,” kata Mirna mengutip Antara.
Pasien Bakal Dapat Penjelasan
Dokter dan tim medis akan menjelaskan kepada pasien mengenai hal-hal yang dapat muncul selama radioterapi, termasuk kemungkinan komplikasi, sehingga pasien dapat memahami manfaat dan risiko pengobatan.
“Saya selalu sampaikan jangan takut dulu karena kita akan menjelaskan semua yang akan timbul, komplikasi, dan jadilah lebih bijak dalam memilih informasi yang beredar,” ujarnya.
Ia pun mengatakan bahwa radioterapi diberikan secara terukur dan terarah sesuai kebutuhan pasien sehingga masyarakat tidak perlu berlebihan mengkhawatirkan efek samping terapi tersebut.
“Radiasi memang kesannya seperti racun, menghancurkan sel, membunuh sel-sel tubuh kita, tapi bila diberikan dalam jumlah yang tepat atau terukur dan terarah, maka yang membunuh sel ini adalah untuk membunuh sel yang tidak baik dalam tubuh kita,” kata Mirna.