Diet Bukan Berarti Harus Tinggalkan Lontong Sayur dan Nasi Uduk

Siapa bilang diet harus meninggalkan makanan favorit? Dokter gizi menjelaskan prinsipnya.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 16:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK, mengingatkan bahwa diet untuk menurunkan berat badan bukan berarti harus menghindari makanan tertentu, termasuk lontong sayur atau nasi uduk.

Menurutnya, pola makan setiap orang berbeda sehingga menu diet tidak bisa disamaratakan. Hal terpenting adalah menyesuaikan asupan makanan dengan kebutuhan tubuh dan tetap menjaga keseimbangannya.

"Diet itu tidak boleh menyiksa. Dan diet itu tidak untuk mengubah. Diet itu hanya menyesuaikan. Yang terlalu berlebihan kita kurangi dan yang kurang kita tambah. Jadi, seimbang nanti," ujar Erwin kepada Kesehatan Liputan6.com dalam sebuah kesempatan baru-baru ini.

Menurut Erwin, orang yang sedang diet tetap boleh mengonsumsi lontong sayur atau nasi uduk untuk sarapan. Namun, perlu diperhatikan komposisi makanan tersebut.

"Kalau dia pagi biasanya lontong sayur, nasi uduk boleh. Tapi lihat dulu nasi uduk isinya apa. Yang kurang apa," ujarnya.

Jadi, bukan jenis makanannya yang harus langsung dihilangkan. Yang perlu diperhatikan adalah apakah asupan tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan dan komposisinya sudah seimbang.

Tak Harus Sarapan Telur Setiap Hari

Belakangan, telur juga menjadi pilihan populer bagi orang yang sedang diet. Bahkan, ada yang menjadikan dua butir telur sebagai menu sarapan setiap hari.

Erwin mengatakan bahwa konsumsi telur dalam jangka panjang tidak menjadi masalah. Namun, sumber protein sebaiknya tetap beragam.

"Tetapi kita harus lihat bahwa sumber protein itu beragam," katanya.

Menurutnya, tubuh juga membutuhkan variasi makanan. Dia mengibaratkan mengonsumsi makanan yang sama setiap hari seperti mengenakan pakaian yang sama terus-menerus.

"Karena makan itu tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan. Makan itu untuk kenikmatan," ujar Erwin.

Diet Tidak Harus Menyiksa

Erwin menekankan bahwa tidak ada satu menu yang wajib dikonsumsi semua orang ketika menjalani diet. Kebutuhan makanan setiap orang berbeda, begitu pula dengan kebiasaan dan seleranya.

Oleh sebab itu, seseorang yang terbiasa sarapan lontong sayur atau nasi uduk tidak harus langsung meninggalkan menu tersebut hanya karena sedang diet.

Prinsipnya adalah melihat apa saja yang dikonsumsi, apa yang masih kurang, dan apa yang berlebihan. Asupan yang berlebihan dikurangi, sedangkan komponen yang kurang dapat ditambahkan agar pola makan tetap seimbang.

Dengan demikian, diet bukan tentang membatasi makanan secara berlebihan, melainkan menyesuaikan pola makan dengan kebutuhan tubuh.