Minuman Hangat Ini Punya Efek ke Kolesterol dan Jantung, Kok Bisa?

Minuman hangat ini bukan sekadar penghangat tubuh, tapi juga berdampak ke kolesterol dan jantung.

Diterbitkan 08 Mei 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mulai memperhatikan kadar kolesterol setelah hasil pemeriksaan darah menunjukkan angka yang tidak ideal. Tak sedikit pula yang mencari cara sederhana untuk membantu menurunkannya, termasuk lewat minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Salah satu yang kini banyak dibicarakan adalah minuman hangat dari bunga hibiscus atau roselle.

Teh hibiscus dikenal sebagai minuman herbal tanpa kafein yang kerap dikonsumsi pada malam hari. Selain memberikan efek menenangkan dan membantu tidur lebih nyenyak, minuman ini ternyata juga dikaitkan dengan kesehatan jantung, terutama dalam membantu mengontrol kadar kolesterol.

Lalu, kok bisa minuman hangat ini punya efek ke kolesterol dan jantung?

Ahli gizi, Gina Rancourt, M.S., RD, CD menjelaskan bahwa kunci utamanya ada pada kandungan antioksidan yang tinggi di dalam bunga hibiscus, terutama senyawa polifenol yang disebut antosianin.

Senyawa ini, kata Gina, memberi warna merah khas pada bunga hibiscus sekaligus berperan penting dalam melindungi pembuluh darah.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa antioksidan dalam hibiscus dapat membantu mencegah oksidasi LDL atau kolesterol jahat.

"Antioksidan ini membantu mencegah oksidasi LDL. LDL yang teroksidasi dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri," ujar Gina seperti dikutip eatingwell pada Rabu, 6 Mei 2026.

Penumpukan plak inilah yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh sebab itu, menjaga agar LDL tidak mudah teroksidasi menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.

Selain itu, teh hibiscus juga disebut memiliki efek seperti ACE inhibitor alami. Senyawa ini membantu melemaskan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah bisa lebih terkontrol. Meski efek utamanya pada tekanan darah, kondisi ini tetap berdampak positif pada kerja jantung secara keseluruhan.

 

Teh Hibiscus Punya Efek Perlindungan bagi Tubuh

Tak hanya itu, kandungan antosianin juga memiliki sifat anti-inflamasi. Peradangan kronis diketahui menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. Dengan membantu meredakan peradangan, teh hibiscus dinilai dapat memberi efek perlindungan tambahan bagi kesehatan tubuh.

Ahli gizi, Ella Davar, RD juga menambahkan bahwa manfaat hibiscus tidak hanya berhenti pada kolesterol, tapi juga mendukung kesehatan metabolik secara keseluruhan.

Selain teh hibiscus, Davar menyarankan beberapa kebiasaan lain yang bisa membantu menjaga kolesterol tetap stabil, seperti konsumsi serat larut dan gaya hidup aktif.

"Psyllium adalah serat larut yang membantu menurunkan LDL dengan mengikat asam empedu dan membantu pengeluarannya," kata Davar.

Meski begitu, para ahli menekankan bahwa minuman herbal seperti teh hibiscus bukanlah pengganti pengobatan medis, melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang mendukung kesehatan jantung.

Artinya, efeknya akan lebih optimal jika diimbangi dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, serta pengelolaan stres yang baik.