Hari Bidan Internasional 2026: IBI Sebut Tugas Bidan Tak Hanya Menolong Persalinan

Hari Bidan Internasional 2026, IBI soroti tugas besar bidan yang selama ini jarang disadari masyarakat.

Diterbitkan 07 Mei 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peringatan Hari Bidan Internasional 2026 dimanfaatkan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk menegaskan pentingnya peran bidan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di seluruh Indonesia. Menurut IBI, tugas bidan jauh lebih besar dibanding sekadar membantu proses persalinan.

Ketua Umum IBI, Ade Jubaedah, mengatakan Indonesia saat ini memiliki hampir 600 ribu bidan yang tersebar di berbagai wilayah. Sekitar 70 persen di antaranya bertugas di layanan kesehatan primer dan komunitas.

"Mayoritas bidan berada di garis depan pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, polindes, klinik, hingga praktik mandiri," ujar Ade Jubaedah di peringatan Hari Bidan Internasional 2026.

Ade menjelaskan bahwa peran bidan dimulai bahkan sejak sebelum kehamilan. Mereka mendampingi perempuan dalam edukasi kesehatan reproduksi, pemantauan kehamilan, membantu proses persalinan, hingga mendukung masa nifas dan perawatan bayi baru lahir.

Tak hanya itu, bidan juga memiliki tanggung jawab dalam memantau tumbuh kembang anak usia prasekolah. Dalam kondisi tertentu, tenaga kebidanan bahkan ikut terlibat dalam penanganan kesehatan di wilayah terdampak bencana serta perlindungan perempuan dan anak.

"Keberadaan bidan yang merata sangat penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga," kata Ade.

Pada peringatan tahun ini, Hari Bidan Internasional mengusung tema global One Million More Midwives. Tema tersebut menyoroti pentingnya penambahan dan pemerataan tenaga bidan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

IBI menilai distribusi bidan di Indonesia masih menjadi tantangan besar, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurut Ade, pemerataan tenaga kebidanan menjadi langkah penting agar seluruh masyarakat memiliki akses layanan kesehatan ibu dan anak yang setara.

Selain pemerataan tenaga kesehatan, IBI juga mendorong peningkatan kompetensi bidan melalui pendidikan berkelanjutan, perlindungan hukum profesi, kepastian jenjang karier, serta peningkatan kesejahteraan tenaga kebidanan.

 

Bidan Tidak Bisa Bekerja Sendiri

Ade menegaskan bahwa bidan tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Dukungan dari berbagai pihak dinilai sangat dibutuhkan, mulai dari pemerintah, kementerian, organisasi profesi, hingga masyarakat.

"Bidan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan semua pihak untuk bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak," ujar Ade.

Menurut IBI, kualitas layanan kebidanan menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Sebab, kesehatan ibu dan anak menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Peran bidan juga dinilai semakin penting di tengah berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari angka kematian ibu melahirkan, stunting, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan di sejumlah daerah.

Oleh sebab itu, IBI berharap momentum Hari Bidan Internasional 2026 dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya profesi bidan dalam kehidupan sehari-hari.