Kenapa Ada Orang Bisa Makan Apa Saja tapi Tetap Sehat dan BB Stabil? Ini Jawaban Ilmiahnya

Ternyata ada alasan ilmiah kenapa sebagian orang bisa makan apa saja tapi tetap sehat dan berat badan stabil.

Diterbitkan 07 Mei 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang tidak menyadari bahwa kunci utama tubuh tetap sehat meski pola makan tidak selalu ideal ternyata bukan hanya soal kalori, tapi juga kondisi usus. Ahli Gizi Klinis, dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes menjelaskan bahwa usus memiliki peran sentral dalam mengatur hampir seluruh sistem metabolisme tubuh.

"Pencernaan kita itu adalah pusat kendali metabolik. Pusat kendali metabolik ada di usus," ujar Rita dalam diskusi media bersama Amway Indonesia pada Rabu, 6 Mei 2026.

Menurutnya, setiap makanan yang masuk akan 'diputuskan' di usus, apakah seluruhnya akan diserap atau hanya sesuai kebutuhan tubuh. Sistem ini bahkan bisa menahan penyerapan berlebih jika kondisi usus sehat.

"Dia mau serap semuanya, atau dia mau serap yang kurang di tubuh saja, dan yang sudah berlebih, dia cut, tidak semuanya diserap," katanya.

Artinya, usus tidak hanya berfungsi sebagai saluran pencernaan, tapi juga sebagai pengatur utama keseimbangan nutrisi.

Jika usus tidak sehat, tambah Rita, tubuh bisa tetap menyerap gula atau lemak meskipun sudah berlebihan, yang kemudian berdampak pada lonjakan gula darah atau kolesterol.

Sebaliknya, usus yang sehat mampu mengatur penyerapan secara lebih cerdas dan bertahap, sehingga metabolisme tubuh tetap stabil meskipun asupan makanan tidak selalu terkontrol.

Rita juga menjelaskan bahwa metabolisme tubuh adalah rangkaian reaksi kimia yang sangat kompleks, mulai dari penyerapan nutrisi hingga pengaturan hormon seperti insulin, leptin, dan ghrelin.

"Kalau pencernaan itu sehat, dia bisa membuat insulin untuk mengatur gula darah lebih sensitif," ujarnya.

Insulin yang sensitif membantu tubuh lebih cepat menyalurkan gula ke otot untuk digunakan sebagai energi. Sebaliknya, jika pencernaan terganggu, proses ini tidak berjalan optimal sehingga gula darah lebih mudah meningkat.

Selain itu, usus juga berperan dalam mengatur metabolisme lemak dan kolesterol, termasuk menentukan apakah akan disimpan, digunakan, atau dikeluarkan oleh tubuh.

 

Apa Itu Gut-Brain Axis?

Lebih jauh, Rita menekankan adanya hubungan dua arah antara usus dan otak yang dikenal sebagai gut-brain axis. Sistem ini tidak hanya memengaruhi metabolisme, tapi juga imunitas dan fungsi kognitif.

"Kesehatan pencernaan tidak berdiri sendiri. Kondisi usus yang sehat sangat memengaruhi metabolisme, sistem imun, hingga fungsi kognitif melalui mekanisme gut–brain axis," tambahnya.

Artinya, kondisi usus dapat memengaruhi suasana hati, daya pikir, hingga respons tubuh terhadap stres.

 

 

Penentu Kesehatan Usus

Kesehatan usus sangat ditentukan oleh mikrobiota, yaitu kumpulan bakteri baik di dalam saluran cerna. Semakin beragam dan seimbang mikrobiota, semakin optimal fungsi metabolisme tubuh.

"Pencernaan sehat itu ditentukan oleh banyak tidaknya, banyak ragam tidaknya mikrobiota di usus," kata Rita.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, usus kini tidak hanya dipahami sebagai organ pencernaan, tapi juga ekosistem penting yang terhubung dengan sistem imun dan otak.

Berbagai inovasi berbasis sains pun dikembangkan untuk mendukung kesehatan usus, salah satunya probiotik seperti Nutrilite Gut yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota.

Meski begitu, Rita menegaskan bahwa fondasi utama kesehatan tetap berasal dari pola makan seimbang, gaya hidup aktif, dan usus yang sehat.