Liputan6.com, Jakarta - Masalah kegawatan pada bayi baru lahir masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Tak sedikit kasus bayi kritis yang terlambat mendapatkan penanganan optimal karena proses rujukan yang kurang tepat.
Padahal, menurut dokter spesialis anak konsultan neonatologi, dr. R. Adhi Teguh Perma Iskandar, Sp.A, Subsp. Neo (K), proses rujukan ideal justru sebaiknya dilakukan bahkan sebelum bayi dilahirkan.
Dokter yang menjabat Ketua UKK Neonatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kepala NICU RSIA Bunda Jakarta, menambahkan, sistem rujukan yang baik bukan hanya soal ambulans atau fasilitas transportasi medis, tapi juga tentang perencanaan yang matang sejak awal kehamilan.
Advertisement
"Kalau bisa dirujuk, masih di dalam kandungan. Jadi sudah tahu bayinya berisiko atau calon bermasalah dari pemeriksaan dokter kandungan, maka jangan dilahirkan di fasilitas kesehatan yang terbatas,"Â ujarnya dalam sebuah diskusi baru-baru ini.
Dia, menjelaskan, ibu hamil dengan kondisi janin berisiko sebaiknya segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dan tenaga medis yang mampu menangani kegawatan neonatal. Langkah ini dinilai jauh lebih aman dibandingkan bayi baru dirujuk setelah lahir dalam kondisi kritis.
Menurut Adhi, keberhasilan penanganan bayi kritis sangat bergantung pada tiga faktor utama, yakni perencanaan rujukan, kompetensi tenaga medis, dan alat pendukung yang memadai.
"Yang terbaik itu rujukan saat bayi masih di dalam kandungan ibunya. Jaminannya paling bagus," katanya.
Â
Kasus Bayi Kritis yang Harus Segera Ditangani
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459921/original/032918300_1767180816-Ide_Usaha_yang_Bisa_Dikerjakan_Ibu_Rumah_Tangga_yang_Memiliki_Bayi_Katering_Makanan_Sehat.jpg)
Dia, menambahkan, banyak kasus kegawatan bayi sebenarnya pertama kali terjadi di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas atau rumah bersalin. Oleh sebab itu, tenaga kesehatan di lini pertama harus memiliki kemampuan melakukan stabilisasi sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap.
"Jangan sampai hanya memindahkan pasien tanpa stabilisasi. Bayinya harus dirujuk dalam kondisi optimal agar tidak semakin memburuk di perjalanan,"Â tambahnya.
Dalam penanganan bayi kritis, di tempat praktik sehari-harinya memiliki sistem transportasi khusus neonatal melalui layanan Intensive Response (IR). Layanan ini menggunakan ambulans dengan perlengkapan khusus bayi, termasuk inkubator dan alat bantu napas untuk neonatus.
Tidak hanya itu, tim IR juga membantu melakukan stabilisasi di fasilitas kesehatan asal sebelum bayi dipindahkan ke rumah sakit rujukan.
Menurut Adhi, keberadaan sistem transportasi neonatal yang baik sangat penting karena kondisi bayi baru lahir bisa memburuk dengan sangat cepat apabila tidak ditangani secara tepat selama proses pemindahan.
Â
Advertisement
Kehamilan pada Remaja yang Sangat Berisiko
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516400/original/045984900_1772287630-agar_bayi_tidak_overstimulasi__2_.jpeg)
Adhi menyoroti tantangan kehamilan remaja yang masih banyak ditemukan di Jakarta. Kondisi ini sering kali menyulitkan proses penanganan karena minim persiapan kehamilan hingga keterbatasan akses jaminan kesehatan.
"Mereka sering belum siap secara mental maupun finansial. Bahkan ada yang tidak punya jaminan sosial. Itu menjadi tantangan besar dalam penanganan bayi,"Â ujarnya.
Oleh sebab itu, Adhi berharap edukasi kepada masyarakat, terutama ibu hamil, bisa terus ditingkatkan. Mulai dari pentingnya kontrol antenatal rutin, memilih fasilitas persalinan yang tepat, hingga menyiapkan rencana darurat jika sewaktu-waktu terjadi komplikasi pada bayi.
"Penting untuk punya plan A dan plan B saat persalinan. Jadi ketika ada masalah, keluarga tidak panik dan bayi bisa segera mendapatkan pertolongan yang tepat," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537278/original/064220100_1774417294-unnamed__99_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3472306/original/061387500_1622720228-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8210721/original/085367500_1781069962-Prabowo_ke_Pasien.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7999958/original/034868800_1780838628-Dokter_Spesialis_Anak_Konsultan_Tumbuh_Kembang__Prof._DR._dr._Rini_Sekartini__Sp.A__K_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519634/original/099073500_1772591599-IMG_5567_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2719883/original/040402500_1549239463-filipin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7662292/original/006987300_1780455682-IMG_20260603_093229.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7146684/original/036363800_1779934629-1001294839.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102885/original/015198300_1737448573-1737446560468_arti-stunting.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4673835/original/047041700_1701695047-lucy-wolski-sljmgxyzmqM-unsplash.jpg)