Dokter Ingatkan Anak Mengorok Tak Selalu Tanda Tidur Nyenyak

Prof. Rini mengingatkan bahwa anak yang sering mengorok saat tidur bisa menjadi tanda gangguan kesehatan.

Diterbitkan 17 Juni 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang tua menganggap anak yang mengorok saat tidur berarti sedang tidur nyenyak. Padahal, kondisi ini tidak selalu normal dan bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K), menjelaskan, kebiasaan mengorok pada anak sering kali berkaitan dengan obesitas maupun pembesaran amandel atau tonsil.

Menurut Rini, orang tua perlu memperhatikan apakah anak yang mengalami obesitas juga memiliki kebiasaan mengorok saat tidur.

"Kalau anak obesitas, kita harus memastikan apakah dia mengorok atau tidak," ujarnya kepada Kesehatan Liputan6.com dalam sebuah kesempatan.

Dia menjelaskan bahwa anak dengan obesitas umumnya memiliki ukuran leher yang lebih besar akibat penumpukan jaringan lemak. Kondisi ini dapat mempersempit saluran napas dan memicu dengkuran saat tidur.

Selain itu, kata Rini, tidak sedikit anak obesitas yang juga mengalami pembesaran tonsil atau amandel, yang semakin meningkatkan risiko mengorok.

"Biasanya anak obesitas juga lehernya besar, sehingga bisa menyebabkan gangguan mengorok. Kadang-kadang tonsilnya juga besar dan itu berkontribusi terhadap kejadian mengorok," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengingatkan bahwa mengorok pada anak tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi tanda Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS) atau apnea tidur obstruktif.

Kondisi ini terjadi ketika saluran napas tersumbat sebagian atau seluruhnya saat tidur, sehingga aliran udara terganggu dan anak dapat mengalami henti napas sesaat.

"Yang bahaya kalau terjadi OSAS. Jadi, saat tidur dia tiba-tiba tidak bisa bernapas," katanya.

Risiko OSAS lebih tinggi pada anak yang mengalami obesitas atau memiliki amandel dan tonsil yang membesar. Oleh sebab itu, orang tua perlu waspada jika anak mengorok secara rutin, terutama bila disertai gejala lain seperti tidur gelisah, sering terbangun di malam hari, berkeringat saat tidur, mengantuk berlebihan pada siang hari, atau sulit berkonsentrasi.

Meski tidak semua anak yang mengorok mengalami gangguan serius, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter apabila kebiasaan tersebut terjadi hampir setiap malam atau disertai jeda napas saat tidur.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan mencegah gangguan yang dapat memengaruhi kesehatan serta tumbuh kembang anak.