Peran Ayah dalam Pengasuhan Tak Bisa Digantikan AI

Harganas 2026 menegaskan peran ayah dalam pengasuhan tetap tak tergantikan oleh AI.

Diterbitkan 29 Juni 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peran ayah dalam pengasuhan anak tidak akan pernah bisa digantikan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kehadiran ayah tetap menjadi kunci dalam membentuk karakter, memberikan teladan, serta memperkuat ketahanan anak menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga), Budi Setiyono, mengatakan, tantangan terbesar keluarga Indonesia saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan dominasi algoritma digital yang semakin memengaruhi cara berpikir dan bertindak anak-anak.

"Kalau dulu kita berhadapan dengan para penjajah, sekarang kita berhadapan dengan penjajahan baru, yaitu dominasi algoritma digital. Perangkat digital, media sosial, hingga AI kini semakin memengaruhi cara berpikir dan bertindak anak-anak," kata Budi saat menghadiri senam sehat dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Yogyakarta, Minggu (28/6/2026)

Dia, mengingatkan, perkembangan teknologi dan AI berpotensi mengurangi kualitas hubungan dalam keluarga sekaligus melemahkan nilai-nilai kebangsaan. Oleh sebab itu, Harganas diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tapi juga momentum untuk menguatkan kembali peran keluarga sebagai fondasi bangsa.

Budi menekankan bahwa tugas ayah bukan hanya mencari nafkah tapi juga hadir mendampingi anak, memberikan teladan, perlindungan, serta membimbing mereka menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari penyalahgunaan narkoba, kekerasan remaja seperti klitih dan tawuran, hingga paparan radikalisme serta penyimpangan perilaku.

Menurutnya, kehadiran ayah merupakan benteng pertama dalam membangun karakter dan ketahanan anak di era digital, seperti dikutip dari Antara.

Bagi anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah, pemerintah mendorong lingkungan sekitar untuk berperan sebagai sistem pendukung. Guru, tetangga, keluarga besar, tokoh agama, pengasuh, hingga pemimpin masyarakat diharapkan dapat memberikan pendampingan agar setiap anak tetap memperoleh perhatian, bimbingan, dan perlindungan.

Harganas ke-33 tahun 2026 mengusung tema "Ayah Wajib Hadir" sebagai pengingat bahwa peran ayah tidak boleh tergantikan oleh teknologi.