Operasi Bariatrik Ubah Pola Makan Secara Drastis, Pasien Perlu Beradaptasi

Ukuran lambung berubah usai jalani operasi bariatrik asupan makanan perlu diatur secara bertahap agar tudak terjadi kekurangan cairan dan protein serta lainnya.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pola makan pasien obesitas berubah signifikan usai menjalani operasi bariatrik. Prosedur yang mengubah ukuran lambung menjadi lebih kecil ini membuat pasien makan dalam porsi jauh lebih sedikit dari sebelumnya.

Operasi bariatrik merupakan terapi penyakit metabolik yang berkaitan dengan obesitas. Prosedur ini dilakukan dengan mengubah anatomi saluran cerna sehingga membantu mengontrol rasa lapar dan respons hormon dalam tubuh.

“Operasi bariatrik adalah bagian dari terapi penyakit metabolik. Prosedur ini dilakukan pada pasien dengan kriteria tertentu, diantaranya: pasien diabetes melitus dengan BMI di atas 27,5,  pasien dengan komorbid dengan BMI di atas 30, dan tanpa komorbid dengan BMI di atas 35," kata dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif Handy Wing dari LIGHThouse Advanced Klinik. 

Usai menjalani operasi bariatrik, pada fase awal, pasien membutuhkan adaptasi terhadap pola makan baru. Maka pendampingan nutrisi serta kebutuhan akan tambahan suplemen dibutuhkan oleh pasien pasca bariatrik seperti disampaikan ahli gizi Veronica S.Gz dari Light Group.

Veronica mengatakan usai menjalani operasi bariatrik, pasien perlu memastikan kecukupan cairan dan protein. Selain itu, ahli gizi juga berperan mendampingi tahapan makanan, mulai dari tekstur cair dan lembut hingga berangsur ke makanan biasa.

“Tidak hanya memastikan kecukupan cairan dan protein, tetapi juga perlu pendampingan untuk mencegah defisiensi mikronutrien serta mendampingi tahapan makanan,” kata Veronica.

Selanjutnya, pasien juga perlu mendapatkan edukasi komprehensif terkait penyesuaian pola makan lantaran godaan makan tetap ada. “Meskipun ukuran lambung lebih kecil, tantangan, godaan, dan keinginan tetap ada,” ujarnya.

 

Pendampingan Psikologis Usai Pasien Jalani Operasi Bariatrik

Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah kesehatan mental pasien setelah menjalani operasi bariatrik. Data di Amerika Serikat menunjukkan sekitar 15 persen pasien bariatrik mengalami depresi akibat perubahan hormon dan metabolik.

Perubahan tersebut membuat pasien tidak hanya beradaptasi secara fisik, tetapi juga secara emosional dalam menjalani pola hidup baru. Maka dari itu, penting bagi pasien mendapatkan pendampingan psikologis agar dapat beradaptasi dengan pola hidup baru seperti disampaikan psikolog klinis Tara de Thouars.

“Bagi banyak individu, makan bukan sekadar kebutuhan biologis, tetapi mekanisme coping. Jika akar emosionalnya tidak ditangani, rasa frustasi akan dihadapi pasien,” kata Tara.