Kenali 8 Varian Hantavirus yang Menyebar di Berbagai Negara

Ada 8 varian Hantavirus yang sudah menyebar di berbagai negara, ini yang paling diwaspadai.

Diterbitkan 12 Mei 2026, 12:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Prof Tjandra merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran UI juga Direktur Program Pasca Sarjana Universitas YARSI Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan Hantavirus kini menjadi perhatian dunia setelah muncul laporan kasus di kapal pesiar mewah MV Hondius. Meski bukan virus baru, tak banyak yang tahu kalau ternyata ada sedikitnya delapan varian yang telah dilaporkan menyebar di berbagai wilayah dengan dampak kesehatan yang berbeda-beda.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof. Tjandra Yoga Aditama menjelaskan bahwa setiap varian memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari menyebabkan gangguan ginjal hingga menyerang paru-paru dan jantung.

"Perlu diketahui bahwa sedikitnya ada delapan varian dari hantavirus ini yang dilaporkan dari berbagai negara," kata Tjandra Yoga kepada Kesehatan Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat pada Selasa, 12 Mei 2026.

Varian pertama adalah Hantaan Virus (HTNV) yang banyak ditemukan di Asia, seperti Korea Selatan dan Cina, serta beberapa wilayah Eropa. 

Selanjutnya ada Puumala Virus (PUUV) yang dilaporkan dari Finlandia, Jerman, Prancis, dan Rusia. Kemudian Seoul Virus (SEOV) yang penyebarannya cukup luas, mulai dari Asia hingga Amerika.

Sementara itu, Dobrava-Belgrade Virus (DOBV) dilaporkan dari kawasan Balkan dan Eropa Timur.

Keempat varian tersebut, kata Tjandra, diketahui berhubungan dengan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yaitu kondisi yang memicu demam berdarah disertai gangguan pada ginjal.

Tidak hanya itu, Tjandra juga mengungkapkan adanya empat varian lain yang berkaitan dengan gangguan paru dan jantung.

Varian kelima adalah Sin Nombre Virus (SNV) yang ditemukan di Amerika Serikat dan Kanada. Kemudian Bayou Virus (BAYV) yang dilaporkan dari wilayah Louisiana dan Texas, Amerika Serikat.

Lalu ada Black Creek Canal Virus (BCCV) yang pernah ditemukan di Florida, Amerika Serikat. Sedangkan varian kedelapan adalah Andes Virus (ANDV) yang berasal dari Amerika Selatan, terutama Argentina dan Chile.

"Andes Virus sekarang ditemukan pada kasus-kasus di kapal pesiar yang menjadi berita dunia hingga hari ini," ujar Tjandra.

 

Andes Virus di Balik Kasus Hantavirus Kapal Pesiar

Menurutnya, Andes Virus menjadi perhatian khusus karena dilaporkan dapat menular dari manusia ke manusia. Kondisi ini berbeda dengan sebagian besar Hantavirus yang umumnya menular melalui paparan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi.

"Varian ini dilaporkan menyebabkan terjadinya penularan manusia ke manusia, dan yang amat perlu kita amati adalah ada tidaknya penularan antarmanusia berkelanjutan," ujarnya.

Empat varian terakhir, yakni SNV, BAYV, BCCV, dan ANDV, diketahui berkaitan dengan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardio Pulmonary Syndrome (HCPS).

"Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru dan jantung," tambahnya. Meski terdengar mengkhawatirkan, Tjandra mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada.

Menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus maupun kotorannya menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran Hantavirus.

"Yang penting adalah kewaspadaan dan pemantauan yang baik terhadap perkembangan kasus," pungkasnya.