Daging Kurban Bisa Terkontaminasi Mikroba, Dosen IPB Soroti Kebiasaan Ini

Dosen IPB ungkap fakta mengejutkan soal daging kurban, satu kebiasaan ini bisa tingkatkan risiko mikroba.

Diterbitkan 28 Mei 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dosen Fakultas Peternakan IPB University dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), Dr Muhamad Baihaqi, mengatakan, daging kurban Idul Adha dapat terkontaminasi mikroba akibat beberapa faktor. Salah satunya, kebiasaan mencampur daging dengan jeroan dalam satu wadah yang sama.

Dia, menambahkan, penanganan hewan kurban yang tepat penting dilakukan agar kualitas daging tetap aman dan layak dikonsumsi hingga diterima masyarakat. Sayangnya, proses penyembelihan dan pengolahan hewan kurban masih kerap dilakukan di ruang terbuka dengan standar sanitasi yang minim.

"Penyembelihan dan pengolahan sering dilakukan di tempat terbuka tanpa standar sanitasi yang baik, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi mikroba," ujarnya seperti dikutip Kesehatan Liputan6.com dari laman resmi pada Kamis, 28 Mei 2026.

Menurutnya, panitia kurban perlu memisahkan area kotor seperti lokasi penyembelihan dan pengulitan dengan area bersih untuk pemotongan serta pengemasan daging. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan potensi pencemaran mikroba pada daging kurban.

Daging yang telah dipotong sebaiknya segera dibagikan kepada penerima manfaat. Bagi masyarakat yang menerima daging kurban, ia menyarankan agar daging dipisahkan dari jeroan dan tulang, dibersihkan, lalu disimpan di freezer apabila belum akan dimasak.

Selain proses pengolahan, kualitas daging juga dipengaruhi kondisi ternak sebelum disembelih. Baihaqi menyarankan penggunaan transportasi yang layak, pemberian pakan dan minum yang cukup, serta waktu istirahat bagi ternak untuk mengurangi stres.

Dia juga menyoroti distribusi daging kurban yang umumnya tidak melalui proses pendinginan. Oleh sebab itu, penanganan dan pembagian daging harus dilakukan dengan cepat untuk mencegah kerusakan.

Kondisi Ternak Sebelum Disembelih Tentukan Kualitas Daging

 

Dalam beberapa kondisi, lanjutnya, sejumlah lembaga kurban mulai mengembangkan inovasi pengolahan daging menjadi produk siap saji seperti rendang atau dendeng kaleng.

Namun, cara tersebut membutuhkan biaya dan peralatan yang lebih besar dibanding pembagian daging mentah. "Penanganan yang baik tidak hanya menjaga kualitas daging, tapi juga menjadi bagian dari ibadah yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab," pungkasnya.