Asam Urat adalah Masalah Kesehatan yang Bisa Picu Nyeri Hebat di Sendi

Asam urat bisa picu nyeri sendi hebat, ini gejala awal, makanan pemicu, dan cara cegah yang wajib Anda ketahui.

Diterbitkan 01 Juni 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Asam urat adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat, tapi kerap tidak disadari sejak awal. Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal atau dikenal sebagai hyperuricemia.

Asam urat berasal dari purin, yaitu senyawa yang terdapat dalam makanan tertentu sekaligus diproduksi secara alami oleh tubuh. Dalam kondisi normal, asam urat akan dibuang melalui ginjal. Namun, jika jumlahnya berlebihan atau proses pembuangannya terganggu, kadar asam urat bisa menumpuk dan memicu gangguan kesehatan.

Asam urat berbahaya di angka berapa? Secara medis, kadar asam urat normal berbeda antara pria dan wanita. Pada wanita, kadar normal berkisar antara 1,5 s.d 6,0 mg/dL. Sementara pada pria berada di rentang 2,5 s.d 7,0 mg/dL.

Jika kadar asam urat melebihi angka tersebut, risiko munculnya gejala akan semakin tinggi. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat berkembang menjadi nyeri sendi hingga komplikasi lebih serius.

Apa ciri-ciri kalau kita terkena asam urat? Dokter spesialis penyakit dalam, Muhammad Pranandi, menjelaskan, penumpukan asam urat dapat menyebabkan kristal yang mengendap di persendian, terutama pada sendi kecil di ujung tubuh seperti kaki dan tangan.

"Gejala khas asam urat itu pasien ngeluh nyeri di ujung kaki, di jempol," ujarnya dikutip dari Kanal Health Liputan6.com pada Senin, 1 Juni 2026.

Selain nyeri pada sendi, beberapa gejala lain yang sering muncul antara lain:

  1. Bengkak pada area sendi, seperti terkena benturan
  2. Kemerahan pada sendi yang terasa sakit
  3. Kekakuan saat digerakkan
  4. Sensasi panas atau seperti terbakar di area sendi

Gejala ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan dapat mengganggu aktivitas harian. Jika dibiarkan, nyeri bisa semakin parah dan berulang.

Dampak Asam Urat Jika Tidak Ditangani

Asam urat yang tidak terkontrol tidak hanya menyerang sendi. Dalam kondisi tertentu, penumpukan asam urat juga bisa berdampak pada organ lain, terutama ginjal.

Menurut penjelasan Pranandi, pada kondisi metabolisme yang baik, purin akan dikeluarkan melalui ginjal. Namun, pada sebagian orang, proses ini tidak berjalan optimal sehingga asam urat mengkristal dan berisiko membentuk batu ginjal.

Jika sudah terjadi komplikasi, penanganannya akan menjadi lebih kompleks dan membutuhkan terapi medis lebih lanjut.

Makanan yang Bisa Memicu Asam Urat

Beberapa jenis makanan diketahui memiliki kandungan purin tinggi yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Makanan tersebut antara lain:

  1. Daging merah
  2. Jeroan (hati, ginjal, dan sejenisnya)
  3. Kacang-kacangan tertentu
  4. Seafood seperti salmon, udang, lobster, dan sarden
  5. Minuman tinggi fruktosa seperti sirup jagung

Meski demikian, asam urat tidak hanya dipengaruhi makanan. Tubuh juga secara alami memproduksi purin, sehingga keseimbangan metabolisme tetap menjadi faktor penting.

Dalam penanganan asam urat, pola makan memegang peran penting. Namun, setiap individu memiliki kondisi tubuh yang berbeda, sehingga pendekatan diet tidak bisa disamaratakan.

Dokter spesialis gizi klinik, Mulianah Daya, menekankan pentingnya konsep personalized nutrition atau pola makan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. “No one's fit for all,” ujarnya.

Menurutnya, diet yang tepat harus mempertimbangkan kondisi kesehatan individu, termasuk intoleransi makanan dan riwayat penyakit. Oleh sebab itu, konsultasi dengan ahli gizi sangat disarankan agar pola makan yang dijalani benar-benar sesuai kebutuhan tubuh.

"Sesi konsultasi yang cukup panjang sangat membantu agar diet yang diterapkan tepat untuk kondisi pasien," tambahnya.