Penanganan Jemaah Haji di Madinah Lebih Cepat, Ini Rahasianya

Klinik satelit baru di Madinah percepat layanan kesehatan jemaah haji Indonesia kini lebih dekat dan cepat.

Diterbitkan 11 Juni 2026, 14:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Madinah - Tim kesehatan Sektor 3 Daerah Kerja (Daker) Madinah membuka klinik satelit baru di Hotel Manazil Al Rahma untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada jemaah haji Indonesia. Petugas menyiapkan fasilitas tersebut untuk melayani pemeriksaan rawat jalan dan penanganan keluhan kesehatan ringan.

Kehadiran klinik satelit ini memperluas akses layanan kesehatan di kawasan pemondokan sehingga jemaah dapat memperoleh penanganan lebih cepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Selain pemeriksaan umum, petugas kini dapat mengambil sampel darah langsung di klinik satelit. Selanjutnya, sampel tersebut dikirim ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

"Dengan cara ini, alur pemeriksaan laboratorium jemaah menjadi lebih cepat," kata Petugas Kesehatan Sektor 3 Daker Madinah, Moch Agung, kepada tim Media Center Haji di Madinah pada Selasa, 9 Juni 2026.

Tim kesehatan juga menerapkan sistem penanganan berdasarkan tingkat kegawatan pasien. Petugas akan merujuk jemaah dengan kondisi gawat darurat ke rumah sakit Arab Saudi, sementara kasus bergejala ringan mendapat penanganan di klinik satelit.

Petugas mengimbau jemaah yang memiliki penyakit kronis agar tetap mengonsumsi obat yang dibawa dari Indonesia sesuai anjuran tenaga kesehatan. Mereka juga meminta jemaah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kloter jika mengalami keluhan kesehatan.

Menurut Agung, koordinasi antara dokter kloter dan tim kesehatan sektor menjadi kunci agar penanganan pasien dapat berlangsung berjenjang dan berkelanjutan sesuai kondisi kesehatan masing-masing jemaah.

Untuk memastikan layanan tetap berjalan, petugas kesehatan kloter akan berjaga secara bergantian dengan koordinasi tim sektor.

"Kami menyiapkan pelayanan 24 jam dengan dukungan teman-teman tenaga kesehatan kloter yang bertugas secara bergantian sehingga kebutuhan layanan kesehatan jemaah dapat terlayani setiap saat," pungkasnya.