Dokter Ungkap Kebiasaan yang Bisa Memicu Batu Ginjal

Bukan cuma kurang minum air putih yang bisa memicu batu ginjal.

Diterbitkan 22 Juni 2026, 11:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis urologi konsultan Prof. dr Ponco Birowo, SpU(K), Ph.D dari RS Mandaya Royal Puri mengatakan batu ginjal merupakan endapan keras atau kristal yang terbentuk dari mineral dan garam di dalam ginjal.

Penyebab seseorang mengalami batu ginjal pun beragam, salah satunya kurang minum air putih. Ponco menyarankan, harus minum 2 sampai 2,5 liter air putih perhari untuk meminimalisasi kondisi itu. Kalaupun pada hari itu cuaca panas, banyak aktifitas dan berolahraga, maka perhatikan asupan cairan tubuh.

"Perhatikan warna urine, kalau masih keruh berarti asupan air putihnya kurang," pesan Ponco. 

Selain itu, ia juga mengingatkan untuk menjaga asupan makanan. Kurangi makanan yang asin. seperti ikan asin dan telur asin. Lalu, ia munta juga mengurangi jeroan.

"Lalu, terakhir, penyebabnya karena nasib. Genetik juga mempengaruhi seseorang terkena batu ginjal," ungkapnya.

Jadi, bila mana seseorang sudah merasakan tanda batu ginjal, seperti nyeri pinggang, urine berwarna merah, kencing berpasir, mual muntah, gangguan berkemih sampai demam, harus segera periksakan diri ke rumah sakit.

"Bisa jadi tidak ada gejala bila batu ginjal tidak berada di saluran, tidak mengganggu urine. Jadi harus check up sebelum ukuran batu lebih membesar, karena akan berbeda lagi penangananya,"ujar Ponco.

 

Penanganan dengan Robot

Ponco mengatakan penanganan batu ginjal bisa dilakukan tanpa luka sayatan lewat Zamenix. Ini adalah teknologi robot dari Korea Selatan yang memiliki lengan fleksibel yang mampu menghancurkan batu ginjal dan mengangkatnya secara langsung tanpa luka sayatan.

"Lengan fleksibel ini dilengkapi kamera beresolusi tinggi untuk mendeteksi batu hingga ke area yang sulit dijangkau, menembakkan laser Thulium untuk memecah batu ginjal berukuran besar sekalipun menjadi fragmen halus, serta mengangkat sisa pecahan batu," kata Ponco, Sabtu (20/6/2026).

Dalam prosedurnya, lengan robot ini dimasukkan melalui saluran kemih hingga ke ginjal, sehingga dokter tidak perlu membuat sayatan. Seluruh proses dikendalikan langsung oleh tim dokter urologi melalui cockpit controller khusus yang menggerakkan lengan robotnya, dengan pemantauan real-time melalui monitor sehingga setiap langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih presisi, aman, dan terkontrol.

Public Relations Manager Mandaya Hospital Group, Erwin Suyanto menambahkan, penanganan batu ginjal dengan teknologi robot Zamenix menjadikan Mandaya sebagai rumah sakit pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang memiliki teknologi ini.

"Kami terus memperkuat penanganan sebagai pusat layanan ginjal dan prostat yang komprehensif di Indonesia. Sehingga teknologi ini menjadikan kami sebagai rumah sakit pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang memilikinya," ujarnya.