Kebiasaan Kerja Berlebihan Bisa Tingkatkan Risiko Jantung Koroner

Hindari kebiasaan buruk saat kerja agar tak tingkatkan risiko jantung koroner.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan bekerja berlebihan atau overwork dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam – konsultan kardiovaskular RS EMC Pulomas, Dede Moeswir, kondisi jantung koroner karena overwork umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Risiko ini berkembang secara perlahan akibat stres berkepanjangan, kurang tidur, pola makan yang tidak teratur, hingga minimnya aktivitas fisik. Berbagai faktor tersebut dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan beban kerja jantung dalam jangka panjang.

“Sayangnya, gejala awal gangguan jantung sering kali dianggap sebagai kelelahan biasa akibat pekerjaan. Akibatnya, tidak sedikit orang yang baru menyadari adanya masalah pada jantung ketika kondisinya sudah lebih serius dan memerlukan penanganan medis segera,” kata Dede mengutip laman EMC, Selasa (7/7/2026).

Dia menjelaskan, overwork adalah kondisi ketika seseorang bekerja terlalu lama atau memiliki beban kerja yang berlebihan sehingga tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup, baik secara fisik maupun mental.

Kondisi ini tidak hanya dialami pekerja kantoran. Pekerja shift, tenaga kesehatan, pengusaha, hingga pekerja lepas (freelancer) dengan jam kerja yang tidak menentu juga berisiko mengalami overwork.

Tanda Overwork

Beberapa kebiasaan yang sering menjadi tanda seseorang mengalami overwork antara lain:

  • Sering lembur hingga larut malam
  • Tetap bekerja saat kondisi tubuh sedang tidak sehat
  • Tidur kurang dari 6 jam setiap hari
  • Sulit melepaskan diri dari pekerjaan meskipun sedang beristirahat
  • Terus merasa tertekan oleh target atau tuntutan pekerjaan.

Saat tubuh terus-menerus berada dalam kondisi stres, produksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin akan meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, gangguan metabolisme, peradangan kronis, dan kerusakan pada pembuluh darah yang berperan dalam terjadinya penyakit jantung koroner.

6 Hal yang Tingkatkan Risiko Sakit Jantung Saat Kerja

Berikut kebiasaan-kebiasaan yang sering terjadi saat bekerja dan tanpa disadari dapat meningkatkan risiko jantung koroner karena overwork.

Duduk Terlalu Lama

Pekerjaan yang mengharuskan duduk berjam-jam di depan komputer dapat memperlambat metabolisme tubuh. Kebiasaan ini berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

Pola Makan Tidak Teratur

Melewatkan sarapan, makan siang terlambat, atau memilih makanan cepat saji karena kesibukan dapat memengaruhi kadar gula darah dan metabolisme tubuh. Pola makan dan kebiasaan tersebut memicu penyakit diabetes, yang merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung koroner.

Konsumsi Kafein dan Rokok Berlebihan

Sebagian orang mengandalkan kopi, minuman energi, atau rokok untuk mempertahankan fokus saat bekerja. Padahal, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung sehingga memperbesar beban kerja sistem kardiovaskular.

Kurang Aktivitas Fisik

Kesibukan kerja sering membuat seseorang sulit meluangkan waktu untuk berolahraga. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi kurang elastis dan meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.

Jam Kerja Tidak Teratur

Pekerja shift atau mereka yang sering bekerja hingga larut malam rentan mengalami gangguan ritme sirkadian. Gangguan pola tidur dan jam biologis tubuh diketahui dapat memengaruhi metabolisme, tekanan darah, serta kesehatan jantung.

Adanya Faktor Risiko Lain

Risiko penyakit jantung koroner akan semakin meningkat apabila seseorang juga memiliki:

  • Hipertensi
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes mellitus
  • Obesitas
  • Kebiasaan merokok
  • Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Jaga Jantung Tetap Sehat di Tengah Tuntutan Pekerjaan

Meskipun pekerjaan sering menuntut waktu dan energi yang besar, kesehatan jantung tetap perlu menjadi prioritas. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan risiko jantung koroner karena overwork:

  • Mengatur jadwal kerja dan memberi waktu istirahat yang cukup membantu tubuh mengurangi akibat stres yang terus-menerus.
  • Tidur selama 7–9 jam per malam penting untuk menjaga tekanan darah, metabolisme, dan kesehatan jantung.
  • Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, stretching, atau olahraga rutin minimal 150 menit per minggu dapat membantu menjaga sirkulasi darah tetap optimal.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan mengurangi lemak jenuh, gula berlebih, dan makanan tinggi garam membantu menurunkan risiko penyumbatan pembuluh darah.
  • Mengelola stres melalui relaksasi, hobi, meditasi, atau quality time juga penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan.
  • Pemeriksaan kesehatan rutin seperti cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol membantu mendeteksi faktor risiko lebih dini sebelum berkembang menjadi penyakit jantung serius.