Guru Besar IPB: Sukun Berpotensi Jadi Superfood Lokal Indonesia

Guru Besar IPB mengungkap potensi sukun sebagai superfood lokal Indonesia yang kaya nutrisi.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sukun adalah buah besar berwarna hijau yang mudah ditemui di berbagai wilayah Indonesia. Umumnya, buah ini dikukus atau digoreng terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Menurut Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Edi Santosa, sukun memiliki potensi besar sebagai pangan masa depan sekaligus superfood lokal Indonesia.

Bagaimana tidak? Sukun memenuhi sejumlah kriteria penting yang menjadikannya layak menyandang predikat tersebut. "Suatu pangan dapat disebut superfood jika memiliki kandungan nutrisi tinggi tanpa antinutrisi, memberikan manfaat kesehatan, serta dibudidayakan dengan cara yang rendah emisi karbon dan tangguh terhadap perubahan iklim. Berdasarkan berbagai kajian dan pengamatan di lapangan, sukun memenuhi ketiga kriteria itu," katanya mengutip laman IPB pada Senin (6/7/2026).

Dari sisi gizi, Edi menjelaskan bahwa sukun memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan beberapa sumber karbohidrat lainnya. Selain kaya serat dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, sukun juga mengandung vitamin C. Serta pada beberapa penelitian ditemukan mengandung vitamin A, folat, zat besi (Fe), dan seng (Zn), yang berperan penting dalam mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

"Sukun juga memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik dibandingkan singkong. Namun, setiap bahan pangan memiliki keunggulan masing-masing dan saling melengkapi, sehingga tidak perlu dipertentangkan," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa keunggulan lain sukun terletak pada daya adaptasinya terhadap perubahan iklim. Tanaman berbentuk pohon tahunan ini mampu tumbuh baik pada daerah dengan curah hujan tinggi maupun wilayah kering, seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Dengan perawatan yang relatif minim, pohon sukun tetap mampu berproduksi hampir sepanjang tahun," tambahnya.

Pohon Sukun Mampu Berbuah Sepanjang Tahun

 

Menurut Edi, potensi ekonomi sukun juga sangat besar, terutama jika dikembangkan dalam bentuk tepung. Tepung sukun dapat diolah menjadi berbagai produk pangan modern, mulai dari roti, mi, hingga aneka makanan olahan lainnya. Hal ini membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk untuk kebutuhan industri pangan.

Sementara itu, untuk pasar ekspor dalam bentuk buah segar, masih diperlukan upaya promosi yang lebih kuat agar masyarakat internasional mengenal cara mengolah dan mengonsumsi sukun. Dia menilai keberhasilan nangka menembus pasar global dapat menjadi contoh pengembangan komoditas lokal Indonesia.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah penguatan promosi, budaya pangan, dan industri. Festival atau perlombaan berbasis sukun dapat menjadi langkah untuk meningkatkan popularitasnya. Media massa juga memiliki peran penting dalam mengenalkan sukun sebagai superfood Indonesia,” pungkasnya.