Liputan6.com, Jakarta - Kelelahan yang tak kunjung hilang meski sudah cukup beristirahat, disertai sulit berkonsentrasi atau brain fog, sering dianggap sebagai dampak rutinitas yang padat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda kecemasan (anxiety) yang tidak disadari.
Di tengah gaya hidup yang serba cepat, gejala kecemasan kerap disalahartikan sebagai kelelahan fisik atau mental biasa. Padahal, jika berlangsung terus-menerus, kecemasan dapat membuat tubuh terus berada dalam mode fight-or-flight, sehingga energi terkuras tanpa disadari.
Pelatih kesehatan Natalie Thornhill-Brown mengibaratkan kondisi ini seperti membuka terlalu banyak tab di perangkat digital. Baterai akan cepat habis karena tubuh terus memproduksi hormon stres, seperti kortisol dan adrenalin, untuk menghadapi ancaman. Setelah efek hormon tersebut mereda, tubuh pun mengalami kelelahan yang sangat berat.
Advertisement
Salah satu gejala kecemasan yang paling umum adalah kelelahan kronis yang tidak membaik meski sudah tidur atau beristirahat. Berbeda dengan kelelahan biasa yang umumnya pulih setelah istirahat, kelelahan akibat kecemasan cenderung menetap. Bahkan, sebuah survei daring menunjukkan 97 persen responden melaporkan mengalami kelelahan kronis akibat kecemasan.
Kecemasan juga sering mengganggu kualitas tidur. Penderitanya dapat mengalami sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau merasa tidurnya tidak nyenyak karena pikiran terus dipenuhi kekhawatiran. Penelitian pada 2019 menunjukkan bahwa orang dengan insomnia memiliki risiko hampir 10 kali lebih tinggi mengalami kecemasan klinis dibandingkan mereka yang memiliki kualitas tidur baik.
Selain itu, kecemasan dapat memicu kelelahan kognitif berupa sulit berkonsentrasi, brain fog, hingga penurunan kemampuan memproses informasi. Penelitian juga menunjukkan bahwa penderita kecemasan lebih mudah mengalami kelelahan saat mengambil keputusan. Jajak pendapat AnxietyCentre.com menemukan sekitar 85 persen penderita kecemasan mengalami kelelahan mental.
Penulis:Â Vinsensia Dianawanti/Lifestyle Liputan6.com
Gejala Kecemasan Meliputi Apa Saja?
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5136632/original/013110800_1739868263-09fde5d9-47d7-4848-8d41-84e2a1637267.jpg)
Gejala kecemasan tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga tubuh. Ketegangan otot, nyeri, kejang otot, sakit kepala, jantung berdebar, sesak atau tidak nyaman di dada, hingga gangguan pencernaan seperti nyeri perut, kembung, kram, dan diare sering dikaitkan dengan kecemasan. Sebagian orang juga mengalami pusing atau kepala terasa ringan.
Karena gejalanya mirip dengan berbagai kondisi lain, para ahli menekankan pentingnya membedakan kelelahan akibat kecemasan dengan kelelahan biasa atau penyakit tertentu.
Secara umum, kelelahan biasa akan membaik setelah beristirahat. Sebaliknya, kelelahan akibat kecemasan sering tetap terasa, bahkan bisa semakin berat saat seseorang mencoba beristirahat. Sensasinya pun berbeda. Kelelahan biasa cenderung terasa berat dan lesu, sedangkan kelelahan akibat kecemasan sering disertai rasa tegang, gelisah, atau mendesak.
Kelelahan akibat kecemasan juga cenderung naik turun mengikuti tingkat stres. Kondisi ini dikenal sebagai wired and tired, yaitu ketika pikiran tetap aktif dan sulit berhenti, sementara tubuh sudah merasa sangat lelah.
Advertisement
Gejala Kelelahan dan Kecemasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694614/original/021626400_1703165470-Ilustrasi_berpikir__emosional__galau__resah__khawatir__cemas.jpg)
Ahli bernama Shikari menyebut kelelahan merupakan gejala yang dapat muncul pada banyak kondisi, sehingga sering dikaitkan dengan kecemasan maupun depresi. Sementara itu, Gee menilai keterbatasan waktu konsultasi serta gejala yang tidak spesifik dapat meningkatkan risiko salah diagnosis. Karena itu, memahami karakteristik kelelahan akibat kecemasan sangat penting agar penanganannya tepat.
Dr. Baraniuk, peneliti di bidang Myalgic Encephalomyelitis/Chronic Fatigue Syndrome (ME/CFS) dan Gulf War Illness (GWI), juga menilai kecemasan perlu mendapat perhatian lebih dalam penelitian terkait sindrom kelelahan kronis. Pasalnya, kedua kondisi tersebut memiliki banyak gejala yang serupa, seperti gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, dan kelelahan berkepanjangan.
Jika Anda mengalami kelelahan yang terus-menerus, sangat berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari meski sudah melakukan perubahan gaya hidup, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan mental. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya, sekaligus menyingkirkan kemungkinan adanya kondisi medis lain. Dengan mengetahui penyebabnya, penanganan yang tepat dapat diberikan sehingga kualitas hidup dapat kembali membaik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143694/original/079839900_1740549746-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1791827/original/015659300_1512525714-10321102_10205492268656460_4374129301795033883_o.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4957646/original/053210700_1727777403-225e98c9-9581-4b37-9fdc-12ff2ec78732.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289170/original/048335500_1783394486-063_2284674341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289160/original/045856400_1783393532-063_2284950784.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289056/original/097559000_1783389885-063_2284969451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709339/original/015500500_1782788430-neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929771/original/004907300_1782959836-bos3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8906115/original/073442900_1782946797-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288986/original/034116600_1783373945-000_B9FD7NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288982/original/076824500_1783372194-000_B9FD6YV.jpg)