Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin optimistis kerja sama antara Universitas Indonesia (UI) dan Tsinghua University dalam pengembangan vaksin dengue berbasis mRNA dapat memperkuat kemandirian farmasi nasional.
Budi berharap vaksin tersebut dapat diproduksi di Indonesia apabila seluruh tahapan pengembangannya berhasil diselesaikan.
"Karena seperti saya sampaikan tadi, kita butuh 15 antigen, baru 4 yang bisa diproduksi dari awal di Indonesia. Ini kalau jadi adalah antigen yang ke-16 dengan teknologi yang paling baru," ujar Budi di Jakarta pada Selasa (8/7/2026).
Advertisement
Menurut Budi, kolaborasi riset internasional ini ditargetkan menambah jumlah antigen vaksin yang dapat diproduksi secara mandiri di Indonesia, dari semula ditargetkan 15 menjadi 16 antigen.
Dengue Masih Jadi Ancaman
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 151 ribu orang di Indonesia terinfeksi virus dengue setiap tahun. Penyakit ini menempati peringkat keempat dalam daftar penyakit menular yang menjadi prioritas pengawasan pemerintah.
"Pertama TBC, diikuti HIV, malaria, dengue. Keempat penyakit ini vaksinnya belum diproduksi di Indonesia. Yang sudah ada vaksinnya yaitu malaria dan dengue. Tapi itu diproduksi oleh negara lain," kata Budi.
Dari sisi angka kematian, tuberkulosis (TBC) masih menjadi penyebab kematian tertinggi dengan sekitar 126 ribu kasus per tahun, disusul HIV sebanyak 25 ribu kematian. Sementara itu, malaria menyebabkan sekitar 132 kematian dan dengue sekitar 630 kematian setiap tahun.
Vaksin Dengue Belum Tentu Masuk Program Imunisasi
Menanggapi peluang vaksin dengue berbasis mRNA masuk ke program imunisasi nasional, Budi mengatakan pemerintah akan menerapkan skala prioritas dalam menentukan jenis vaksin yang diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, kebijakan tersebut mempertimbangkan besarnya beban penyakit serta kenyamanan anak-anak yang menjadi sasaran imunisasi.
"Ibu-ibu juga merasa tidak nyaman kalau anaknya kebanyakan disuntik. Jadi kita akan pilih vaksin-vaksin baru, yang disuntikkan adalah vaksin-vaksin yang paling banyak insiden dan kematian," ujarnya.
Budi juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam pengembangan vaksin ini, mulai dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hingga Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menjadi pendukung utama pendanaan riset.
Kolaborasi Dimulai Sejak 2023
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Prof. Stella Christie mengungkapkan bahwa kerja sama ini telah dirintis sejak 2023, saat dirinya masih berkarier sebagai profesor di China.
Saat itu, Stella mempertemukan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dra. Beti Ernawati Dewi, Ph.D., dengan Prof. Zhang Linqi dari Tsinghua University yang dikenal sebagai pakar pengembangan vaksin.
"Jadi waktu itu saya juga bawa Tsinghua ke sini, Pak Menteri selalu bersedia bertemu. Nah ini juga penting ada dukungan. Waktu itu memang ada anggaran dari Ministry of Science and Technology untuk memulainya. Sehingga waktu itu kita memetakan kebutuhan Indonesia dan kemampuan China untuk mendukung," kata Stella.
Agar hasil riset dapat diterapkan di masyarakat, proyek ini juga menggandeng PT Etana Biotechnology Indonesia sebagai mitra produksi. Stella mengatakan dirinya turut mendampingi para peneliti meninjau kesiapan laboratorium milik UI.
Menurut Stella, kolaborasi ini dapat menjadi contoh ideal pengembangan riset di Indonesia karena melibatkan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah sejak awal, bukan hanya sebatas penandatanganan nota kesepahaman.
"Kalau tadi pertanyaannya ke depan kita akan bagaimana, inilah model yang paling bagus. Jadi tidak tandatangan MoU dulu, tapi justru bekerja sama dahulu, sungguh-sungguh," ujarnya.
Dia, menambahkan, riset berkelas dunia membutuhkan tiga faktor utama, yakni pendanaan yang memadai, komitmen kolaborasi yang kuat, serta dukungan penuh dari pemerintah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532976/original/075889100_1773717683-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-17T102114.591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292389/original/041817400_1783593394-IMG_20260708_134930.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288262/original/025055100_1783308426-eng5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292649/original/094376400_1783641258-Achraf_Hakimi_dan_Ayyoub_Bouadd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289008/original/052236500_1783385709-sp2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292646/original/028409800_1783639977-Facundo_Tello.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292621/original/094494100_1783638050-fran1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292619/original/010111700_1783634834-000_B9T69X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292617/original/012709000_1783634462-000_B9T69YH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261503/original/087816000_1671051714-AP22348707544069.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261666/original/017552200_1671070721-Manisnya_Bromance_Achraf_Hakimi_dan_Kylian_Mbappe-AP__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288984/original/089270000_1783373925-063_2284950359-Spanyol_vs_Portugl.jpg)