Liputan6.com, Jakarta - Timnas Spanyol sukses menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. Gol tunggal Ferran Torres memastikan La Furia Roja meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah.
Laga final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, tentu menjadi momen penuh euforia bagi pendukung tim pemenang. Namun, bagi suporter yang tim favoritnya kalah, hasil pertandingan bisa memicu kesedihan mendalam.
Kondisi ini dikenal sebagai sport fan depression, yaitu rasa sedih yang muncul akibat keterikatan emosional yang kuat terhadap tim atau atlet favorit.
Advertisement
Mengutip Thriveworks, sport fan depression adalah kesedihan yang muncul karena seseorang telah berinvestasi secara emosional, psikologis, bahkan fisik dalam mendukung tim kesayangannya. Pada penggemar yang sangat fanatik, kekalahan dalam pertandingan besar dapat memicu gejala yang menyerupai depresi.
Gejalanya bisa berupa stres, kehilangan nafsu makan, tubuh terasa lemas, suasana hati memburuk, hingga sulit menikmati aktivitas sehari-hari karena hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa membantu penggemar olahraga bangkit dari rasa kecewa setelah tim favorit kalah.
1. Ambil Jarak dan Lihat Gambaran Besarnya
Turnamen besar seperti Piala Dunia 2026 sering kali membuat pertandingan terasa sangat penting. Akibatnya, kekalahan tim favorit bisa terasa sangat menyakitkan.
Meski wajar merasa kecewa, ingatlah bahwa sebagian besar aspek kehidupan tidak berubah hanya karena hasil pertandingan. Mengambil jeda sejenak dan melihat situasi secara lebih objektif dapat membantu menempatkan kekalahan tersebut dalam perspektif yang lebih sehat.
2. Jangan Mengisolasi Diri
Saat sedih, banyak orang memilih menarik diri dari lingkungan sosial. Padahal, kebiasaan ini justru dapat memperburuk suasana hati.
Jika musim kompetisi telah berakhir, tetap luangkan waktu untuk berkumpul bersama teman atau keluarga. Menjaga hubungan sosial dapat membantu mengurangi rasa kecewa dan memperbaiki kondisi emosional.
3. Cari Aktivitas Baru
Berakhirnya musim olahraga sering kali meninggalkan rasa kosong, terutama bagi penggemar yang rutin mengikuti setiap pertandingan.
Cobalah mengisi waktu dengan kegiatan lain, seperti memulai hobi baru, mengerjakan proyek pribadi, bergabung dengan komunitas, atau membangun rutinitas positif. Aktivitas baru dapat membantu mengalihkan perhatian sekaligus menjaga suasana hati tetap baik.
4. Ceritakan Perasaan kepada Sesama Penggemar
Berbagi cerita dengan teman yang sama-sama mendukung tim tersebut dapat membantu memproses rasa kecewa.
Selain membuatmu merasa tidak sendirian, percakapan dengan sesama penggemar juga bisa beralih dari membahas kekalahan menjadi harapan dan peluang tim favorit pada musim berikutnya.
5. Cari Bantuan Profesional Jika Kesedihan Tak Kunjung Hilang
Pada umumnya, rasa kecewa setelah tim favorit kalah akan berangsur membaik dalam beberapa hari.
Namun, jika kesedihan berlangsung terus-menerus hingga mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan sosial, atau aktivitas sehari-hari, sebaiknya pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau konselor. Bantuan profesional dapat membantu menjaga kesehatan mental dan mencegah kondisi menjadi lebih berat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301591/original/014792100_1784498899-000_C2LD9FT.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3480576/original/000531300_1623504648-Untitled-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301667/original/044600200_1784511418-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258400/original/000932100_1781342638-063_2281325777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163925/original/080587200_1742089761-madrid_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293816/original/090553700_1783751992-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302437/original/062865000_1784549461-Argentina_s_Lionel_Messi__10__takes_a_corner_watched_by_Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302430/original/022838000_1784547974-FIFA_President_Gianni_Infantino__left__and_President_Donald_J._Trump__center__congratulate_Spain_s_Pau_Cubars__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302353/original/019992900_1784542330-000_C2LP6JB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)