Kopi Rendah Asam Diklaim Ramah Lambung, Benarkah Lebih Sehat?

Apa benar kopi rendah asam lebih aman untuk lambung? Ketahui fakta ilmiah dan proses pembuatannya.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kopi menjadi minuman favorit banyak orang. Namun, bagi sebagian orang, secangkir kopi dapat memicu gangguan pencernaan, seperti rasa panas di dada (heartburn), naiknya asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), hingga keinginan buang air besar lebih sering.

Hal ini berkaitan dengan kandungan kafein yang tidak hanya meningkatkan kewaspadaan tapi juga merangsang kerja saluran pencernaan. Pada sebagian orang, kafein dapat membuat feses menjadi lebih encer, memicu diare, bahkan meningkatkan risiko dehidrasi jika dikonsumsi berlebihan.

Karena alasan tersebut, kopi rendah asam (low acid coffee) mulai banyak diminati. Jenis kopi ini diklaim lebih ramah bagi lambung. Namun, benarkah demikian?

Memahami Kopi Rendah Asam

Istilah low acid mengacu pada tingkat keasaman berdasarkan skala pH, bukan berarti kopi tersebut bebas asam.

Pada skala pH, angka 0–7 bersifat asam, angka 7 netral, sedangkan angka 7–14 bersifat basa. Sebagian besar kopi memiliki pH sekitar 5 sehingga masih tergolong asam, tetapi tingkat keasamannya lebih rendah dibandingkan minuman bersoda atau jus jeruk yang memiliki pH sekitar 2–3.

Mengutip Banner Health pada Selasa (21/7/2026) tingkat keasaman makanan atau minuman sebenarnya bukan faktor utama yang menyebabkan gangguan lambung.

Sebab, hampir semua makanan dan minuman yang dikonsumsi akan dipecah oleh asam lambung yang memiliki pH sekitar 1–3. "Sebenarnya tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa tingkat keasaman adalah penyebab utama seseorang mengalami masalah saat minum kopi," tulis situs tersebut. 

Perbedaan tingkat keasaman antara kopi biasa dan kopi low acid juga relatif kecil. Kopi hitam umumnya memiliki pH sekitar 5,2, sedangkan kopi low acid sekitar 5,7. Sementara itu, cold brew coffee memiliki pH sekitar 5,1.

Artinya, kopi rendah asam belum tentu memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan lambung. Faktor lain, seperti kandungan kafein, jenis biji kopi, metode pengolahan, dan cara penyeduhan juga turut memengaruhi kenyamanan seseorang saat menikmati kopi.

Proses Pengolahan Berperan Penting

Selain jenis biji kopi, metode pengolahan menjadi salah satu faktor yang menentukan karakter rasa sekaligus tingkat keasaman kopi.

Salah satu contohnya adalah premium roastery beans Cublak Suweng yang memadukan biji kopi Gayo, Aceh, dan Temanggung, Jawa Tengah. Biji kopi ini diolah menggunakan kombinasi metode wet hulled (giling basah) dan natural.

Metode giling basah mempertahankan kadar kelembapan biji kopi sebelum kulit tanduk dilepas dan biji dikeringkan. Teknik ini menghasilkan karakter rasa yang lebih earthy dengan tingkat acidity yang lebih rendah.

Sementara itu, proses natural membantu mempertahankan rasa manis alami dari buah kopi sehingga menghasilkan profil rasa yang lebih kompleks. Kombinasi keduanya menghasilkan kopi dengan body yang padat, rasa manis alami, dan tingkat keasaman yang lebih rendah.

"Karakteristik biji kopi Gayo yang khas bertemu sentuhan karamel, hazelnut, dan cokelat dari biji kopi Temanggung, membuat kopi ini memiliki cita rasa yang seimbang dan harmonis," kata ujar CEO Roemah Koffie, Felix TJ.

 

Kurasi Rasa

Dia, menambahkan,"Dengan kurasi rasa ini, kami berharap Cublak Suweng bisa menjadi pintu bagi lebih banyak masyarakat domestik maupun internasional untuk menikmati kopi premium khas Indonesia." 

Sementara itu, Commercial Director Roemah Koffie, Ryo Limijaya, mengatakan, Cublak Suweng dirancang untuk memenuhi meningkatnya minat masyarakat terhadap premium roastery beans.

"Cublak Suweng dirancang agar tetap mempertahankan karakter kopi Indonesia yang kuat, namun memiliki spektrum rasa yang fleksibel. Titik tengah inilah yang membuat Cublak Suweng bisa dinikmati sebagai black coffee maupun dieksplor sebagai base espresso untuk latte dan berbagai kreasi kopi lainnya," kata Ryo.

Meski demikian, bagi orang dengan lambung sensitif, memilih kopi rendah asam bukan satu-satunya solusi. Menambahkan susu atau susu nabati, memilih biji kopi dark roast, menggunakan filter kertas saat menyeduh, serta membatasi konsumsi kopi berlebihan juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman setelah minum kopi.