10 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Pasien GERD

Catat sederet makanan yang perlu dihindari pasien GERD agar gejala tak memburuk.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasien Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung perlu menghindari beberapa jenis makanan dan minuman untuk mencegah kekambuhan.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam, Fachrial Imam, jenis makanan dan minuman itu termasuk:

  • Makanan pedas
  • Makanan tinggi lemak
  • Gorengan
  • Makanan cepat saji
  • Buah terlalu asam seperti lemon
  • Makanan dengan saus tomat berlebihan
  • Cokelat
  • Kopi atau minuman berkafein lainnya
  • Soda
  • Alkohol.

“Perlu diingat bahwa pemicu setiap individu dapat berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mengenali makanan apa saja yang memicu gejala pada diri masing-masing,” kata dokter yang bertugas di Eka Hospital Cilegon dalam keterangan yang diterima Kesehatan Liputan6.com, Selasa (30/6/2026).

Sebaliknya, beberapa pilihan makanan yang umumnya lebih nyaman dikonsumsi oleh pasien GERD antara lain:

Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat kompleks cenderung lebih mudah dicerna dan membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Contohnya oatmeal, nasi merah, roti gandum, kentang rebus dan ubi kukus.

Protein Rendah Lemak

Protein rendah lemak membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa memicu produksi asam lambung berlebihan. Contohnya dada ayam tanpa kulit, Ikan laut, tahu, tempe, putih telur.

Sayuran Non-Asam

Sebagian besar sayuran mengandung serat yang baik untuk pencernaan. Contohnya brokoli, wortel, buncis, bayam, labu dan timun.

Buah yang Tidak Terlalu Asam

Buah tetap penting dikonsumsi, tapi pilih yang tidak memicu refluks. Contohnya pisang, melon, pepaya, semangka, dan pir.

“Selain pengobatan sesuai anjuran dokter, pengaturan pola makan merupakan salah satu langkah penting dalam mengendalikan gejala GERD,” kata Fachrial.

Segera Konsultasi Jika Terjadi Gejala Ini

Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala GERD yang terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu, kesulitan menelan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, muntah berulang dan nyeri dada yang berat.

GERD bukan hanya masalah lambung semata. Kondisi psikologis seperti stres dan overthinking juga dapat berperan dalam memperburuk gejalanya. Oleh karena itu, menjaga kesehatan pencernaan perlu dilakukan secara menyeluruh, baik melalui pola makan yang tepat, gaya hidup sehat, maupun pengelolaan stres yang baik.

Dengan memahami hubungan antara pikiran dan kesehatan tubuh, masyarakat diharapkan dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan fisik dan mental demi kualitas hidup yang lebih baik.

"Banyak pasien datang dengan keluhan GERD yang sering kambuh saat sedang mengalami tekanan pekerjaan atau masalah pribadi. Karena itu, penanganan GERD tidak hanya berfokus pada obat-obatan, tetapi juga perubahan gaya hidup dan pengelolaan stres yang baik," jelas Fachrial.