Mengenal Penyakit Autoimun, Bukan Cuma Lupus

Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) hanyalah satu dari sekian banyak penyakit autoimun.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bicara mengenai penyakit autoimun kebanyakan langsung berpikir penyakit lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Faktanya ada beragam jenis penyakit autoimun.

Pakar reumatologi dari FK-KMK UGM, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR menjelaskan bahwa penyakit autoimun terjadi akibat kekeliruan sel-sel kekebalan tubuh dalam mengenali sel tubuh dan sendiri dan sel asing.

Ketika sel imun salah mengenali sel tubuh sendiri sebagai musuh, maka sel-sel tersebut justru diserang. Akibatnya, organ mana pun dapat menjadi sasaran, mulai dari kulit, ginjal, paru-paru, hati, hingga organ lainnya. Dari sinilah penyakit autoimun muncul. 

Lalu, penyakit autoimun dibagi menjadi dua kelompok yakni:

  • Autoimun Organ Spesifik

Ini adalah penyakit autoimun yang menyerang satu organ tertentu. Misalnya, autoimun pada kelenjar tiroid yang dikenal sebagai Hashimoto. Penyakit ini hanya menyerang tiroid, tetapi gejalanya bisa cukup berat. Jika fungsi tiroid menurun, penderita dapat mengalami kenaikan berat badan, tubuh terasa lemas, dan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Contoh lainnya yakni autoimun yang menyerang pankreas sehingga menyebabkan diabetes melitus tipe 1, yang biasanya muncul sejak usia muda. Ada pula autoimun yang menyerang ginjal maupun organ-organ tertentu lainnya.

  • Autoimun Sistemik

Ini adalah penyakit yang menyerang banyak organ sekaligus. Contoh yang paling sering adalah lupus, yang dapat menyerang berbagai organ, mulai dari kulit, sendi, ginjal, paru-paru, hingga organ lainnya.

Lantaran melibatkan banyak organ, gejalanya pun sangat beragam. Lupus termasuk dalam kelompok ini. Selain lupus, terdapat pula penyakit autoimun lain seperti rheumatoid arthritis, scleroderma, dan beberapa jenis penyakit rematik autoimun lainnya seperti mengutip laman UGM, Senin (27/7/2026).

 

Pemicu Penyakit Autoimun

Nyoman mengaktanan pemicu utama autoimun ada beberapa yakni:

1. Kelelahan

Meskipun kondisi pasien sudah membaik dan hasil pemeriksaannya bagus, mereka tetap harus menyadari bahwa dirinya memiliki penyakit autoimun. Oleh karena itu, aktivitas sehari-hari harus memiliki batas. Misalnya, menjaga jam tidur dan tidak memaksakan diri bekerja hingga kelelahan.

2. Stres

“Ini memang tidak mudah dihindari, tetapi saya selalu mengatakan kepada pasien mulai sekarang jangan terlalu memikirkan penyakitmu. Serahkan urusan pengobatan kepada saya sebagai dokter,” katanya.

3. Paparan Sinar Matahari Berlebih

Bukan berarti penderita sama sekali tidak boleh terkena matahari, tetapi sebaiknya paparan berlebihan dihindari. Jika harus berada di luar ruangan, gunakan pelindung seperti payung atau tabir surya.

“Menurut saya, tiga hal itulah yang paling penting, jangan terlalu lelah, jangan terlalu stres, dan hindari paparan sinar matahari yang berlebihan,” pesannya.

Mahasiswa Juga Bisa Kena Autoimun

Seperti diungkapkan Nyoman sebelumnya, stres merupakan pemicu penyakit autoimun. Kondisi ini tidak hanya dialami pekerja tetapi mahasiswa pun memiliki potensi stress akibat tekanan akademik.

“Saya memiliki banyak pasien mahasiswa, baik dari UGM maupun perguruan tinggi lain, yang mengalami autoimun. Awalnya mereka sehat, tetapi setelah menghadapi tekanan akademik dan berbagai beban hidup, penyakitnya muncul,” ungkapnya.