Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang menganggap sesak saat naik tangga, mudah lelah, jantung berdebar, atau kaki bengkak sebagai tanda kelelahan maupun faktor usia. Padahal, gejala-gejala tersebut bisa jadi mengindikasikan adanya gangguan pada katup jantung yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Penyakit katup jantung terjadi ketika katup menyempit atau tidak menutup sempurna, sehingga aliran darah terganggu dan jantung bekerja lebih keras," kata dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular Vera Citra Setiawan Hoei.
Penyakit katup jantung dapat berupa:
Advertisement
● Stenosis atau penyempitan, yaitu katup tidak dapat terbuka secara optimal.
● Regurgitasi atau kebocoran, yaitu katup tidak dapat menutup dengan rapat.
● Kelainan bawaan, yaitu bentuk katup sudah tidak normal sejak lahir.
Vera mengatakan bila kondisi gangguan katup jantung terjadi dalam jangka panjang bisa menyebabkan terjadi pembesaran jantung, gangguan irama, hingga penurunan fungsi pompa. Sayangnya, gejala gangguan katup jantung terjadi secara perlahan dan seringkali tidak disadari penderitanya karena tubuh beradaptasi seperti disampaikan dokter yang praktik di Bethsaida Hospital Gading Serpong ini.
Penyebab Gangguan Katup Jantung
Vera menjelaskan gangguan katup jantung dapat dipicu oleh berbagai kondisi, seperti demam rematik setelah infeksi tenggorokan, proses penuaan yang menyebabkan pengapuran katup, infeksi katup jantung (endokarditis), hipertensi, serangan jantung, maupun gagal jantung.
Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lansia. Pada ibu hamil, gangguan katup yang sebelumnya tidak bergejala juga dapat mulai menimbulkan keluhan karena beban kerja jantung meningkat selama kehamilan.
Gejala Penyakit Katup Jantung
Penyakit katup jantung memiliki gejala yang berbeda pada tiap orang. Namun, Vera meminta untuk mewaspadai bila muncul keluhan sebagai berikut:
- Sesak napas saat beraktivitas atau ketika berbaring.
- Mudah lelah dan stamina menurun.
- Jantung berdebar atau berdetak tidak teratur.
- Nyeri atau rasa tertekan di dada.
- Pusing, hampir pingsan, atau pingsan.
- Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut.
Vera mengingatkan bahwa berat-ringannya gejala tidak selalu mencerminkan tingkat kerusakan katup jantung. Sebagian pasien dengan gangguan yang sudah berat justru hanya merasakan keluhan ringan karena tubuh telah beradaptasi secara bertahap.
Advertisement
Cara Menegakkan Diagnosis
Bila mengalami gejala-gejala di atas, Vera menyarankan untuk melakukan pemeriksaan. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan ekokardiografi atau USG jantung. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan bentuk dan pergerakan katup, tingkat penyempitan atau kebocoran, ukuran ruang jantung, keberadaan bekuan darah, hingga kemampuan jantung memompa darah.
Bila diperlukan, Vera mengatakan pemeriksaan dapat dilengkapi dengan EKG, rontgen dada, tes latih jantung, CT Scan, MRI jantung, atau kateterisasi jantung.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan ada gangguan katup jantung maka penangan perlu dilakukan. Vera menegaskan tidak semua pasien yang didiagnosis mengalami gangguan katup jantung harus menjalani operasi.
Pada pasien dengan gangguan ringan maka dapat dipantau melalui kontrol dan ekokardiografi berkala. Obat pun dapat diberikan untuk mengurangi cairan, mengontrol tekanan darah dan irama jantung, serta mencegah bekuan darah pada kondisi tertentu.
Vera juga mengingatkan agar pasien perlu mengikuti pengobatan, mengenali perubahan gejala, menjaga kesehatan gigi dan mulut, tidak merokok, serta mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Bila mengalami sesak berat, nyeri dada hebat, pingsan, atau bibir kebiruan memerlukan pertolongan segera.
“Penanganan ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan katup, gejala, fungsi pompa jantung, dan kondisi pasien. Pada kasus berat, tindakan dapat berupa pelebaran katup dengan balon, perbaikan atau penggantian katup, bedah minimal invasif, maupun TAVI untuk pasien tertentu,” jelas Vera.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dokter Margareth Aryani Santoso, MARS, mengatakan penanganan penyakit katup jantung memerlukan diagnosis yang tepat, kolaborasi berbagai disiplin ilmu, serta fasilitas yang memadai agar terapi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
"Tujuannya bukan hanya menangani kelainan katup, tetapi juga membantu mempertahankan fungsi jantung dan meningkatkan kualitas hidup pasien," tambah wanita yang karib disapa Magi ini.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4755855/original/079766100_1709093212-jesse-orrico-Us3AQvyOP-o-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314617/original/049443500_1785754062-IMG_20260730_134016.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314176/original/002759900_1785736194-IMG_20260730_134018.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189478/original/018051400_1744781051-fuu-j-Fu7RNjl-pW0-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307256/original/061031400_1784970497-WhatsApp_Image_2026-07-24_at_3.26.34_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143505/original/095234200_1740541324-doctor-1228629_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5130748/original/022743200_1739349456-Nyeri_dada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502910/original/045481800_1771055462-obat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433783/original/008913600_1764900021-mbg_purwokwerto.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7763180/original/047805700_1780573209-IMG_0932.jpeg)