Liputan6.com, Jakarta - Google Trends pada Jumat, 7 Agustus 2026, menampilkan topik seputar kesehatan kaki dalam kategori 'olahraga'. Pencarian mengenai bunion, flat foot, hingga keluhan nyeri kaki paling mendominasi.
Salah satu yang paling banyak dicari adalah bunion. Lantas, apa itu bunion? Bunion merupakan benjolan yang terbentuk di pangkal jempol kaki akibat perubahan posisi tulang dan sendi. Meski sering dianggap hanya mengganggu penampilan, bunion dapat menimbulkan nyeri, mengubah cara berjalan, hingga memengaruhi keseimbangan tubuh jika tidak ditangani sejak dini.
Dokter Spesialis Orthopaedi Subspesialis Kaki dan Pergelangan Kaki (Foot & Ankle) Siloam Hospitals Mampang, dr. Astuti Pitarini, mengatakan, masih banyak pasien yang datang berobat ketika bunion sudah berkembang cukup parah.
Advertisement
Padahal, kata Astuti, pemeriksaan sejak awal dapat membuka lebih banyak pilihan terapi. "Kami cukup sering menjumpai pasien bunion yang sebenarnya telah mengalami keluhan selama bertahun-tahun, namun baru mencari pertolongan ketika saran-saran yang didapat melalui media sosial tidak bermanfaat dan nyeri mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau bentuk kaki semakin progresif berubah," kata Astuti dalam keterangan resmi yang diterima Kesehatan Liputan6.com, Jumat, 7 Agustus 2026.
Lebih lanjut, dia, menambahkan,"Padahal, apabila diperiksa lebih awal, pilihan terapinya lebih beragam sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat dan memiliki keyakinan lebih dalam menjalani proses pemulihan."
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya pasien yang menunda berobat tapi juga masih adanya kesenjangan informasi mengenai kesehatan kaki. Informasi yang beredar di media sosial belum tentu sesuai dengan kondisi medis setiap orang sehingga konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah terbaik.
Apa Itu Bunion dan Apa Penyebabnya?
Bunion adalah kelainan bentuk kaki yang ditandai dengan munculnya benjolan pada pangkal jempol kaki. Kondisi ini terjadi ketika sendi jempol bergeser sehingga jempol kaki mengarah ke jari lainnya. Seiring waktu, perubahan bentuk tersebut dapat menimbulkan nyeri, pembengkakan, hingga membuat penggunaan sepatu terasa tidak nyaman.
Selain faktor genetik, bunion juga dapat dipengaruhi oleh bentuk kaki tertentu, kebiasaan menggunakan alas kaki yang kurang sesuai, maupun tekanan berulang pada kaki. Karena berkembang secara bertahap, banyak orang tidak menyadari kondisinya hingga benjolan semakin besar atau rasa nyeri mulai mengganggu aktivitas.
Gejala Bunion Tak Hanya Benjolan di Kaki
Gejala bunion bukan hanya munculnya benjolan di pangkal jempol kaki. Penderitanya juga dapat mengalami nyeri saat berjalan, kemerahan, pembengkakan, kulit menebal akibat gesekan, hingga kesulitan menggunakan sepatu tertentu.
Jika terus dibiarkan, gangguan pada kaki ini dapat mengubah distribusi tekanan tubuh. Akibatnya, beban saat berjalan tidak lagi seimbang dan dapat memengaruhi pergelangan kaki, lutut, panggul, bahkan tulang belakang.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Konsultan Siloam Hospitals Mampang, dr. Antonius Andi Kurniawan, mengatakan kaki merupakan fondasi setiap gerakan tubuh. Oleh sebab itu, gangguan pada kaki tidak boleh dianggap remeh.
"Sepatu atau alas kaki bukan sekadar pelengkap penampilan. Bagi kami di bidang kedokteran olahraga, alas kaki merupakan bagian dari strategi pencegahan cedera. Tanpa dukungan yang tepat, risiko cedera seperti ankle sprain atau overuse injury bisa meningkat dan berdampak pada aktivitas jangka panjang," katanya.
"Pemilihan alas kaki yang tepat dapat membantu memberikan stabilitas, mengurangi tekanan berlebih pada kaki, serta mendukung seseorang tetap aktif bergerak dengan aman dalam jangka panjang," tambahnya.
Cara Mengatasi Bunion Sejak Dini
Penanganan bunion bergantung pada tingkat keparahan keluhan. Pada tahap awal, dokter dapat menyarankan penggunaan alas kaki yang sesuai dengan bentuk kaki, latihan tertentu, hingga terapi untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi kaki. Bila kelainan sudah berat, tindakan medis dapat dipertimbangkan sesuai hasil pemeriksaan dokter.
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau tidak menunggu hingga nyeri semakin berat atau bentuk kaki berubah drastis sebelum berkonsultasi. Deteksi dini memberikan peluang penanganan yang lebih optimal sekaligus membantu mencegah gangguan pada sistem gerak tubuh.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318340/original/035315600_1786092351-Screenshot_2026-08-07_154428.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317456/original/060618600_1786013917-Screenshot_2026-08-06_164447.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3594935/original/020803700_1633575892-amanda-vick-Az3yuE3out0-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369207/original/005612700_1759459146-bryan-white-4HVFAcXB_OU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318012/original/005842800_1786084805-WhatsApp_Image_2026-08-07_at_1.36.01_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3593570/original/016218900_1633478844-markus-spiske-vyHo3nnk8G8-unsplash.jpg)