Liputan6.com, Jakarta - Dalam pertandingan sepak bola, pemain tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik dan teknik. Mereka juga perlu mengolah informasi visual dengan cepat, mulai dari mengikuti pergerakan bola, membaca posisi lawan, hingga menemukan ruang untuk mengoper atau mencetak gol.
Informasi tersebut membantu otak menentukan respons yang kemudian diterjemahkan menjadi gerakan tubuh. Karena itu, fungsi penglihatan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pembinaan pesepak bola, termasuk sejak usia dini.
Dokter spesialis mata sekaligus Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, mengatakan gangguan penglihatan dapat memengaruhi kemampuan pemain dalam menangkap informasi di lapangan.
Advertisement
“Dua mata pemain itu harus berfungsi optimal dan sangat jelas, untuk bisa dengan maksimal mengamati, lalu memperhitungkan ketepatan respons kepada bola yang hendak ia eksekusi selanjutnya,” ujar Tjahjono melalui pernyataan resmi dalam seminar oleh JEC Eye Hospitals and Clinics di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, pemeriksaan mata diperlukan untuk mengenali gangguan penglihatan dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemain.
Ia mengatakan, jika kondisi mata pemain memiliki kelainan, maka kemampuan menangkap kejernihan fokus dan kejelasan dari bola yang bergerak maupun situasi lapangan juga akan menurun.
Mengenal Dominansi Mata
Salah satu aspek menjadi pembahasan adalah crossed laterality atau dominansi silang. Kondisi ini terjadi ketika mata dominan seseorang berada pada sisi yang berlawanan dengan tangan atau kaki dominannya.
Sebagai contoh, pemain memiliki mata kiri dominan, tetapi lebih dominan menggunakan kaki kanan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Physiology pada 2018 terhadap 72 pemain elite dan sembilan pemain amatir menemukan dominansi silang pada 53 persen kelompok elite dan 33 persen kelompok amatir.
Namun, temuan tersebut merupakan gambaran dari kelompok yang diteliti dan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa dominansi silang membuat seseorang menjadi pemain yang lebih unggul.
Tjahjono menjelaskan, pemetaan dominansi mata, tangan, dan kaki dapat menjadi informasi tambahan untuk memahami koordinasi penglihatan dan gerak pemain.
Hasilnya dapat dipertimbangkan pelatih dalam menyusun latihan, termasuk melatih respons dari kedua sisi tubuh serta keseimbangan saat mengubah arah.
Selain dominansi mata, kemampuan visual lain juga perlu diperhatikan. Di antaranya static visual acuity, yaitu ketajaman melihat objek diam, dynamic visual acuity atau kemampuan melihat objek bergerak, serta kemampuan mempertahankan kestabilan pandangan ketika kepala dan tubuh bergerak.
“Di sini, kerja sama kedua mata untuk melihat kedalaman, kemampuan mengenali objek di sisi pandangan, dan kepekaan terhadap kontras ikut berperan,” kata Tjahjono.
Kesehatan Mata untuk Koordinasi Gerak
Selain itu, kemampuan tersebut berperan ketika pemain mengikuti pergerakan bola atau melakukan tracking, sekaligus mengamati situasi di sekitarnya melalui scanning.
Dokter sekaligus analis sepak bola, Tommy Desky, juga turut menjelaskan bahwa pemain perlu mengumpulkan informasi sebelum menerima bola, seperti posisi rekan setim, pergerakan lawan, dan ruang yang tersedia.
“Dalam tekanan tinggi, waktu untuk memutuskan sangat singkat. Karena itu, scanning perlu dilakukan pada saat yang tepat dan disertai pemahaman terhadap apa yang dilihat,” jelas Tommy.
Kebiasaan membaca permainan tersebut, lanjutnya, dapat dibangun sejak di sekolah sepak bola (SSB) melalui latihan sederhana menggunakan cone, angka, atau penanda yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan pemain.
Sejalan dengan hal tersebut, pelatih tim nasional Indonesia, Coach Indra Sjafri, juga menilai kemampuan membaca permainan perlu dikembangkan sejak masa pembinaan.
Menurutnya, kebiasaan melakukan scanning membantu pemain memahami situasi pertandingan dan menerapkan taktik yang diberikan pelatih.
“Kemampuan merespons dengan tepat berawal dari penglihatan yang baik. Dengan scanning, pemain lebih mudah membaca permainan dan menerapkan taktik yang diberikan pelatih,” ujar Indra.
Karena itu, pemeriksaan mata perlu berjalan beriringan dengan latihan teknik, fisik, dan mental. Tjahjono mengingatkan, anak-anak juga perlu mendapat perhatian karena belum tentu mampu menyampaikan keluhan penglihatan yang mereka alami.
Jika ditemukan gangguan, hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk menentukan penanganan, termasuk kebutuhan koreksi penglihatan. Pilihannya dapat berupa kacamata olahraga atau lensa kontak, sementara bedah refraktif memerlukan penilaian kelayakan secara khusus.
Dengan mengenali kondisi penglihatan sejak dini, orang tua, pelatih, dan tenaga medis dapat bekerja sama mendukung kebutuhan pemain selama proses pembinaan.
“Pemeriksaan membantu kita memahami apakah ada kelainan refraksi, gangguan kerja sama kedua mata, atau kondisi lain yang perlu ditangani. Hasilnya menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan koreksi dan pemeriksaan lanjutan,” tutup Tjahjono.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388160/original/000171000_1793603790-HOAX__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320072/original/053154100_1786333844-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T104516.679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379413/original/050627100_1792618641-aston.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384030/original/085918700_1793149086-AP26300435208101.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565803/original/082581100_1777088360-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381258/original/029743000_1792776018-WhatsApp_Image_2026-10-24_at_00.07.35.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345732/original/045322400_1789075295-AP26253756664645-bayern.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361368/original/029910800_1790702098-000_33CG2GJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368229/original/009627900_1791423914-1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363572/original/038152400_1790897009-0L5A2752.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365533/original/011264600_1791182804-Jennifer_Coppen_di_stadion_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365446/original/012461500_1791178429-Jennifer_Coppen_di_stadion_1.jpg)