Banyak Tersimpan di Rumah, Obat Ini Bisa Membahayakan Anak Muda

Kenali obat yang sering disalahgunakan anak muda dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai orang tua.

Diterbitkan 16 Juni 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di kalangan anak muda menjadi perhatian serius. Banyak orang tua mungkin sudah mewaspadai bahaya narkoba, tapi belum tentu menyadari bahwa ancaman serupa bisa berasal dari obat-obatan yang tersimpan di rumah.

Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), hampir 70 persen korban penyalahgunaan obat-obatan tertentu berasal dari kelompok anak muda. Fakta ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan obat tidak lagi menjadi masalah yang terjadi jauh dari lingkungan keluarga, melainkan bisa bermula dari rumah sendiri.

Ketua Health Collaborative Center (HCC), Dr. Ray Wagiu Basrowi, mengatakan, salah satu hal yang membuat situasi ini semakin berbahaya adalah banyak keluarga tidak menyadari keberadaan obat-obatan tersebut di rumah mereka.

"Sering kali orang tua fokus pada bahaya narkoba, tapi tidak menyadari bahwa obat-obatan tertentu yang tersimpan di lemari obat juga dapat disalahgunakan," kata Ray dikutip dari akun Instagram @hcc.indonesia pada Selasa, 16 Juni 2026.

Apa penyebab penyalahgunaan obat-obatan terlarang? Menurut Ray, ada beberapa faktor yang membuat obat-obatan tertentu menjadi sasaran penyalahgunaan di kalangan remaja dan anak muda.

Pertama, obat tersebut relatif lebih mudah diperoleh dibandingkan narkotika ilegal. Kedua, harganya cenderung lebih murah. Selain itu, banyak orang menganggap obat-obatan tersebut aman karena digunakan untuk tujuan medis.

Padahal, persepsi tersebut dapat menimbulkan rasa aman yang keliru. Tidak sedikit kasus penyalahgunaan yang sulit dikenali karena bentuknya berbeda dengan narkoba yang umum dikenal masyarakat.

 

5 Obat yang Sering Disalahgunakan

Beberapa jenis obat yang paling sering dilaporkan dalam kasus penyalahgunaan antara lain:

  1. Tramadol
  2. Benzodiazepin tertentu
  3. Triheksifenidil
  4. Ketamin
  5. Gas tertawa (nitrous oxide)

Obat-obatan tersebut sebenarnya memiliki fungsi medis dan digunakan berdasarkan indikasi tertentu. Namun, jika dikonsumsi tanpa resep dokter atau dalam dosis yang tidak tepat, dampaknya dapat membahayakan kesehatan.

Ray, mengatakan, penyalahgunaan obat-obatan tertentu dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dampaknya meliputi gangguan fungsi otak, halusinasi, perubahan perilaku, penurunan konsentrasi, gangguan daya ingat, hingga ketergantungan.

Dalam kondisi yang lebih berat, penyalahgunaan obat juga dapat memicu gangguan kesehatan mental, kejang, depresi pernapasan, bahkan kematian akibat overdosis.

Risiko ini menjadi lebih serius karena otak remaja masih berkembang hingga sekitar usia 25 tahun.

Dia menjelaskan bahwa paparan zat yang memengaruhi sistem saraf pada masa pertumbuhan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap fungsi kognitif dan kesehatan mental seseorang.

 

Kenali Tanda Awal Penyalahgunaan Obat

Orang tua perlu mengenali sejumlah tanda yang dapat menjadi sinyal awal penyalahgunaan obat pada anak.

Beberapa di antaranya adalah mengantuk berlebihan, perubahan emosi secara mendadak, penurunan prestasi akademik, menarik diri dari keluarga, perubahan pola tidur, serta sering meminta uang tanpa alasan yang jelas.

Selain itu, orang tua juga perlu waspada jika menemukan obat tanpa resep atau kemasan mencurigakan di kamar maupun barang pribadi anak.

Meski satu tanda belum tentu menunjukkan adanya penyalahgunaan obat, kemunculan beberapa tanda secara bersamaan patut diwaspadai.

Ray menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan obat harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Orang tua disarankan menyimpan obat dengan aman, tidak membeli obat keras tanpa resep, serta membangun komunikasi yang terbuka dengan anak tanpa menghakimi.

Edukasi juga penting diberikan agar anak memahami bahwa status 'legal' tidak selalu berarti aman untuk digunakan sembarangan.

Jika muncul tanda-tanda yang mengarah pada penyalahgunaan obat, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau profesional terkait.

"Pencegahan penyalahgunaan obat tidak dimulai di kantor polisi. Pencegahan dimulai dari lemari obat di rumah," pungkas Ray.Â