Liputan6.com, Jakarta - Setelah jerawat mereda, masalah pada kulit belum tentu selesai. Peradangan yang terjadi saat jerawat aktif dapat meninggalkan bekas, meski jerawatnya sudah tidak terlihat. Dua jenis bekas jerawat yang umum adalah Post-Inflammatory Erythema (PIE) dan Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH).
Keduanya sama-sama muncul sebagai respons kulit terhadap peradangan, tapi memiliki mekanisme yang berbeda. PIE berkaitan dengan perubahan pada pembuluh darah kecil di bawah kulit, sedangkan PIH terjadi akibat peningkatan produksi melanin setelah kulit mengalami peradangan.
Perbedaan tersebut membuat tampilan keduanya juga tidak sama. PIE biasanya terlihat sebagai bercak merah atau merah muda, sementara PIH cenderung berupa noda cokelat hingga lebih gelap pada area yang sebelumnya mengalami jerawat.
Advertisement
Tingkat peradangan, jenis kulit, serta proses penyembuhan alami tubuh juga dapat memengaruhi warna dan lamanya bekas tersebut bertahan.
Mengenal PIE, Bekas Jerawat yang Berwarna Merah
Post-Inflammatory Erythema (PIE) terjadi ketika peradangan akibat jerawat memengaruhi pembuluh darah kecil di bawah kulit. Setelah jerawat sembuh, kondisi ini dapat meninggalkan titik atau bercak berwarna merah hingga merah muda.
Berbeda dengan PIH, perubahan warna pada PIE bukan disebabkan oleh penumpukan melanin. Karena itu, perawatan PIE umumnya lebih diarahkan untuk menenangkan kulit dan membantu mengurangi kemerahan.
Beberapa kandungan seperti aloe, MSM, dan green tea dapat digunakan untuk mendukung proses pemulihan kulit. Azelaic acid juga dapat menjadi pilihan karena memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu meredakan peradangan dan kemerahan.
Jika PIE sulit memudar dengan perawatan topikal, prosedur seperti microneedling dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan. Prosedur ini menggunakan mikrocedera terkontrol untuk merangsang proses perbaikan kulit, seperti dikutip dari Kanal Lifestyle Liputan6.com pada Kamis, 3 September 2026.
PIH: Saat Bekas Jerawat Menjadi Lebih Gelap
Sementara itu, Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH) terjadi ketika kulit memproduksi melanin secara berlebihan sebagai respons terhadap peradangan.
Pigmen tersebut kemudian menumpuk di area bekas jerawat dan membuatnya terlihat lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya. PIH dapat tampak dalam warna cokelat, hitam, hingga ungu gelap.
Perawatannya umumnya berfokus pada membantu memudarkan noda dan mengendalikan produksi pigmen.
Vitamin C merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi hiperpigmentasi. Bahan eksfoliasi seperti glycolic acid juga dapat membantu mengangkat sel kulit mati di permukaan sehingga noda perlahan tampak lebih samar.
Selain itu, niacinamide dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi pembentukan pigmen berlebih. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.
Iritasi akibat penggunaan bahan aktif secara berlebihan justru dapat memicu peradangan baru dan memperburuk perubahan warna kulit.
Sunscreen Penting untuk PIE dan PIH
Apa pun jenis bekas jerawatnya, perlindungan dari sinar matahari merupakan bagian penting dalam perawatan. Penggunaan sunscreen secara rutin dapat membantu mencegah bekas jerawat menjadi semakin terlihat.
Paparan sinar ultraviolet dapat memperburuk peradangan dan merangsang produksi melanin. Dampaknya terutama dapat terlihat pada PIH karena paparan sinar matahari berpotensi membuat noda gelap semakin sulit memudar.
Karena itu, perawatan bekas jerawat sebaiknya tidak hanya berfokus pada pemakaian bahan aktif. Penggunaan sunscreen setiap hari dan menjaga kondisi skin barrier juga penting selama proses pemulihan.
Pada akhirnya, PIE dan PIH membutuhkan pendekatan yang berbeda. PIE lebih berkaitan dengan kemerahan dan pembuluh darah, sedangkan PIH berhubungan dengan produksi melanin.
Dengan mengenali jenis bekas jerawat terlebih dahulu, pemilihan produk dan bahan aktif dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit, bukan sekadar mengikuti tren perawatan kulit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339337/original/011380800_1788411813-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-03T120214.684.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1462305/original/017836600_1483611820-20170105-BBM-Naik-AY5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302223/original/051263400_1784536914-cek_fakta_-_Ahok_kaesang_PSI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5138285/original/070844100_1740023731-cheyenne-doig-dPs0DEGrM9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2971677/original/051597400_1574151970-bonnie-kittle--f7bKsvOgwU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339477/original/045078600_1788417734-Menteri_Kesehatan_Republik_Indonesia_Budi_Gunadi_Sadikin_oleh_Biro_Komunikasi_dan_Informasi_Publik_Kemenkes__Mufidah_Weny_Setiana__Lulu_Khoirun_Nisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296829/original/098179900_1784027448-Kolom_Pakar_Prof_Tjandra_Yoga_Aditama.jpeg)