Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 telah menemukan juaranya. Timnas Spanyol kembali merebut gelar juara dunia usai mengalahkan Argentina 1-0 lewat gol tunggal Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu.
Kekalahan tersebut tentu menyisakan kekecewaan bagi para pendukung Argentina. Namun, jika kamu masih sulit menerima hasil tersebut, perasaan itu sebenarnya wajar, asalkan tidak berlarut-larut.
Dalam psikologi, sulit menerima kekalahan tim kebanggaan memiliki alasan yang kuat. Psikolog Anak, Remaja & Keluarga di Fyn Clinic, Ayoe Sutomo, menjelaskan, tim yang didukung sering kali bukan sekadar tim favorit tapi juga menjadi bagian dari identitas sosial seseorang.
Advertisement
"Sebagian identitas sosial kita, rasanya, berasal dari tim atau kelompok yang kita banggakan tersebut. Sehingga pada akhirnya, ketika tim itu kalah, rasanya berat sekali bagi kita untuk menerima," kata Ayoe kepada Kesehatan Liputan6.com, Senin (20/7/2026).
Ayoe, mengatakan, ketika tim kebanggaan sudah menjadi bagian dari identitas sosial, seseorang sering kali tanpa sadar menganggap kekalahan tim sebagai kekalahan dirinya sendiri.
"Padahal sebenarnya tidak seperti itu. Kita dengan tim tersebut adalah dua hal yang berbeda. Tim itu adalah tim kebanggaan kita, tapi bukan diri kita," ujarnya.
Tips Menerima Kekalahan Tim Kebanggaan
Lantas, bagaimana cara menerima kekalahan tim kebanggaan, seperti yang dirasakan pendukung Argentina setelah kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026?
Menurut Ayoe, langkah pertama adalah menerima bahwa rasa sedih, marah, dan kecewa merupakan respons emosional yang normal. "Jadi, apa yang harus dilakukan? Rangkul emosinya dan terima," katanya.
Dia, menambahkan, "Kalau tim kita kalah, kemudian kita menjadi sedih, kecewa, atau marah, itu tidak apa-apa. Itu adalah proses emosi yang normal dan wajar."
Â
Regulasi Emosi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301591/original/014792100_1784498899-000_C2LD9FT.jpg)
Setelah itu, lanjut Ayoe, lakukan regulasi emosi. Jika belum siap melihat media sosial yang dipenuhi unggahan perayaan kemenangan tim lawan, tidak ada salahnya beristirahat sejenak dari media sosial.
"Begitu juga jika berada di lingkungan yang justru membuat perasaan semakin terluka. Mengambil jarak atau mundur sejenak bukanlah sesuatu yang salah, melainkan bagian dari proses mengelola emosi," tambahnya.
Ketika emosi mulai lebih stabil dan cara berpikir sudah lebih jernih, seseorang akan lebih mudah menyadari bahwa kekalahan tersebut adalah milik tim yang didukung, bukan kegagalan pribadi. Setelah itu, barulah kembali mengikuti berita atau informasi seputar pertandingan.
Ayoe juga mengingatkan agar tidak terjebak pada atribusi eksternal yang berlebihan, seperti menyalahkan wasit, penonton, atau dugaan kecurangan sebagai penyebab kekalahan.
"Bagian dari menerima kekalahan adalah mengakui bahwa mungkin memang performa tim saat itu kurang baik, tanpa harus mencari kambing hitam secara berlebihan," pungkasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3480576/original/000531300_1623504648-Untitled-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3939649/original/010247700_1645290755-079415800_1641257407-000_9VH4YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301667/original/044600200_1784511418-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258400/original/000932100_1781342638-063_2281325777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163925/original/080587200_1742089761-madrid_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293816/original/090553700_1783751992-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302437/original/062865000_1784549461-Argentina_s_Lionel_Messi__10__takes_a_corner_watched_by_Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302430/original/022838000_1784547974-FIFA_President_Gianni_Infantino__left__and_President_Donald_J._Trump__center__congratulate_Spain_s_Pau_Cubars__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302353/original/019992900_1784542330-000_C2LP6JB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)