Terlalu Sering Bandingkan Diri di Medsos, Bikin Tak Pernah Merasa Cukup

Daripada membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik membandingkan diri saat ini dengan versi beberapa waktu lalu.

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 20:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Media sosial (medsos) membuat pencapaian orang lain mudah terlihat, mulai dari karier hingga kehidupan pribadi. Tanpa disadari, kebiasaan membandingkan diri dengan apa yang dilihat di layar bisa membuat seseorang merasa tertinggal dan tidak pernah cukup dengan pencapaiannya sendiri.

Psikolog klinis Atharana Aliyya mengatakan, penggunaan media sosial secara berlebihan dapat membuat seseorang rentan mengalami krisis kepercayaan diri, terutama ketika terus-menerus membandingkan kehidupannya dengan orang lain.

“Pada akhirnya kita membandingkan apa yang kita punya berdasarkan apa yang kita lihat di media sosial,” ucap Atharana.

Penggunaan media sosial yang berlebih justru membuat seseorang rentan menghadapi krisis kepercayaan diri dan dihantui oleh pencapaian orang lain.

“Ketika memang kita selalu membandingkan diri kita dengan orang lain tentunya enggak pernah cukup,” kata Atharana mengutip Antara. 

Atharana mengatakan bahwa kemudahan mengakses informasi melalui media sosial membuat seseorang mudah membandingkan pencapaian dirinya dengan pencapaian orang lain.

Daripada membandingkan diri dengan orang lain, menurut Atharana, lebih baik membandingkan diri kita saat ini dengan versi kita beberapa waktu sebelumnya.

“Kalau memang ada perkembangan, apresiasi itu,” ucapnya.

Menurut Atharana, saat menyadari perubahan dalam diri seperti perubahan emosi ataupun perilaku, hal tersebut adalah sinyal bahwa diri membutuhkan waktu tambahan untuk rekreasi.

Ada beragam cara untuk menyalurkan emosi, seperti yang dikatakan Atharana, menerapkan gaya hidup sehat bisa jadi cara untuk lebih mencintai diri sendiri.

“Bisa coba me time dengan olahraga rutin dan pola makan seimbang,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan bahwa generasi muda sekarang lebih peduli terhadap kesehatan mental dan keseimbangan hidup, sehingga banyak anak muda sekarang yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup.

“Jadi kalau ada perubahan emosi misalnya lebih banyak sedih atau takut, ada yang ikut kelas yoga,” kata Atharana.