Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mengira hubungan yang langgeng ditentukan oleh siapa yang lebih sering mengalah atau siapa yang berhasil memenangkan setiap pertengkaran. Padahal, menurut Steven Stosny, Ph.D., psikolog sekaligus terapis yang berfokus pada penanganan masalah kemarahan, hubungan, dan pernikahan, anggapan tersebut justru keliru.
Menurut Stosny, konflik dalam hubungan bukan berakar pada perebutan kekuasaan, melainkan pada self-value atau rasa berharga terhadap diri sendiri. "Perebutan kekuasaan pada dasarnya bukanlah tentang kekuasaan. Melainkan tentang nilai," ujar Stosny dikutip dari psychologytoday pada Rabu (22/7/2026)
Saat bertengkar, seseorang sering kali merasa harga dirinya menurun. Perasaan tersebut membuatnya merasa lebih rapuh, tetapi di saat yang sama tidak berani menunjukkan kerentanannya kepada pasangan. Sebagai gantinya, dia mencoba mengendalikan pasangan agar kembali merasa memiliki kendali.
Advertisement
Cara tersebut bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari mengkritik, merendahkan, menyindir, menggunakan nada bicara yang tajam, hingga menunjukkan ekspresi atau bahasa tubuh yang menyudutkan pasangan.
Keinginan Selalu Menang Memicu Konflik
Stosny menjelaskan, pasangan yang terjebak dalam perebutan kendali biasanya memiliki pola pikir yang sama, yaitu selalu ingin menjadi pihak yang benar.
Mereka cenderung ingin memenangkan perdebatan, menghukum pasangan dengan mendiamkan atau menarik perhatian, hingga terus mencari kesalahan yang bisa dipermasalahkan.
Padahal, pola pikir tersebut sangat bertolak belakang dengan alasan seseorang jatuh cinta. "Tidak ada orang yang sedang jatuh cinta memiliki fantasi kekuasaan," kata Stosny.
Menurutnya, saat jatuh cinta seseorang mendambakan hubungan yang dipenuhi kasih sayang, perhatian, dan rasa saling menghargai, bukan hubungan yang diwarnai keinginan untuk saling menguasai.
Stosny menegaskan bahwa memaksakan kehendak mungkin membuat pasangan akhirnya menurut. Namun, cara tersebut tidak akan membuat pasangan benar-benar menghargai atau semakin mencintai kita.
Bangun Hubungan dengan Emosi Positif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5142795/original/065333800_1740472008-jonathan-borba-uNJQnlZHIZU-unsplash.jpg)
Stosny menjelaskan bahwa hubungan yang sehat dibangun melalui positive reciprocity atau timbal balik positif.
Ketika seseorang mendekati pasangan dengan perhatian, rasa ingin tahu, empati, kasih sayang, atau kebaikan, peluang mendapatkan respons positif juga lebih besar.
Sebaliknya, jika seseorang datang dengan kemarahan, kebencian, atau rasa kesal, respons negatif hampir selalu muncul. Hal ini karena emosi negatif lebih mudah menular dan diproses lebih cepat oleh otak.
Akibatnya, pertengkaran yang didorong oleh keinginan untuk menang biasanya hanya menghasilkan frustrasi, kelelahan emosional, dan hubungan yang semakin renggang.
Â
Advertisement
Kerentanan Justru Menguatkan Hubungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125121/original/039027400_1738917271-kelly-sikkema-E8H76nY1v6Q-unsplash.jpg)
Menurut Stosny, hubungan yang sehat membutuhkan keberanian untuk menunjukkan sisi diri yang paling rapuh kepada pasangan.
Banyak orang takut memperlihatkan kelemahannya karena khawatir tidak lagi dicintai. Padahal, keintiman justru tumbuh ketika kedua belah pihak merasa aman untuk menjadi diri sendiri tanpa takut dihakimi.
"Dasar dari hubungan cinta yang kuat bukanlah terletak pada penggunaan kekuasaan, melainkan pada penciptaan nilai melalui minat, kasih sayang, dan kepedulian," ujar Stosny.
Dia menegaskan bahwa hubungan yang langgeng bukan dibangun dengan saling mengalah atau berlomba menjadi pemenang dalam setiap konflik.
Sebaliknya, hubungan yang kuat tercipta ketika masing-masing pasangan mampu menjaga rasa berharga terhadap dirinya sendiri, sekaligus membangun hubungan melalui perhatian, empati, kasih sayang, dan kepedulian.
Dengan begitu, fokus hubungan tidak lagi pada siapa yang paling benar, melainkan pada bagaimana kedua pasangan saling memahami, saling menghargai, dan bekerja sama untuk menjaga hubungan tetap sehat dalam jangka panjang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303786/original/053378800_1784693457-Screenshot_2026-07-22_103806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303881/original/059826700_1784697557-cek_fakta_penipuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390489/original/006123400_1761278823-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__96_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2881365/original/022276000_1565762097-priscilla-du-preez-WbpoVhvNP_M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4487108/original/020091100_1688126396-top-view-broken-paper-with-red-heart_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302127/original/035563300_1784534610-ChatGPT_Image_20_Jul_2026__15.01.02.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3346335/original/077107800_1610373705-Unsplash_Tyler_Nix.jpg)