Ide Bekal Anak agar Si Kecil Makin Antusias

Ide bekal anak ternyata bukan cuma soal menu. Simak cara sederhana bikin si kecil makin antusias.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 16 Juli 2026, 12:59 WIB
Ide bekal anak bukan sekadar makanan. Simak rahasia agar si kecil makin antusias menyantapnya. (AI Generated)

Liputan6.com, Jakarta - Mencari ide bekal anak yang disukai Si Kecil sering menjadi tantangan bagi banyak orang tua. Meski sudah menyiapkan menu favorit hingga menghias bekal semenarik mungkin, tidak sedikit anak yang tetap membawa pulang makanannya dalam kondisi masih bersisa. Padahal, menurut Certified Positive Discipline Parent Educator Damar Wijayanti, ide bekal anak yang baik bukan hanya soal menu tapi juga bagaimana anak dilibatkan dalam proses menyiapkannya.

Menurut Damar, ketika orang tua sedang sibuk menyiapkan ide bekal anak pada pagi hari, anak justru sering menunjukkan perilaku yang lebih rewel atau sulit diatur. Kondisi tersebut dikenal sebagai undue attention, yaitu saat anak mencari perhatian karena merasa diabaikan.

"Ternyata obat dari undue attention itu adalah anak dilibatkan. Karena undue attention ini muncul karena dia merasa dicuekin. Begitu dilibatkan, anak jadi enggak punya alasan untuk berperilaku seperti itu," ujar Damar.

Ide Bekal Anak Bisa Dimulai dengan Melibatkan Si Kecil

Menurut Damar, ide bekal anak tidak harus rumit atau membutuhkan kemampuan memasak yang tinggi. Orang tua bisa mengajak anak ikut berpartisipasi dalam proses sederhana, misalnya menyendok jagung ke wadah bekal, menuangkan susu kental manis, atau membantu menata makanan sebelum dimasukkan ke kotak bekal.

Dengan ikut terlibat, anak akan merasa dirinya diperhatikan sekaligus memiliki andil terhadap makanan yang akan dibawanya ke sekolah.

"Biasanya dengan dilibatkan, anak-anak jadi ngerasa, 'Oh, aku dilihat loh sama ibu.' Jadi aku enggak perlu berperilaku yang bikin ibu harus ngeliatin aku terus," katanya.

Selain itu, Damar menyarankan agar bekal anak yang bisa dipersiapkan sejak malam hari sebaiknya diselesaikan lebih awal. Sementara menu yang harus tetap segar dapat dibuat pada pagi hari agar kualitas makanan tetap terjaga tanpa membuat orang tua semakin terburu-buru.

Bekal Anak Ternyata Juga Bentuk Kasih Sayang

Lebih jauh, Damar menjelaskan bahwa ide bekal anak bukan sekadar memenuhi kebutuhan gizi. Menurutnya, bagi banyak ibu, menyiapkan bekal merupakan bentuk kasih sayang sekaligus cara menunjukkan perhatian kepada anak meski tidak berada di sampingnya sepanjang hari.

"Bekal itu merupakan cara ibu untuk bilang, 'Ibu tetap mikirin kamu meskipun jauh dari kamu,'" ujarnya.

Dalam konsep Positive Discipline, hal tersebut dikenal sebagai prinsip belonging and significance, yaitu kebutuhan anak untuk merasa diterima, dicintai, dan dianggap penting oleh keluarganya. Karena itu, bekal anak juga berperan sebagai nutrisi emosional yang membantu anak merasa lebih dihargai.

 

Bekal Tidak Habis, Jangan Langsung Memarahi Anak

Ide bekal anak bukan sekadar makanan. Simak rahasia agar si kecil makin antusias menyantapnya. (AI Generated)

Damar mengingatkan bahwa ketika bekal anak yang sudah disiapkan ternyata tidak habis dimakan, orang tua sebaiknya tidak langsung menyalahkan mereka atau merasa gagal. Dia menyarankan untuk mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu melalui komunikasi yang hangat.

Menurutnya, pendekatan connection before correction perlu diterapkan sebelum memberikan koreksi kepada anak. Orang tua perlu membangun kedekatan lebih dulu agar dapat memahami akar masalah yang sebenarnya. Dia pun membagikan pengalamannya saat bekal anak yang dibawakan untuk putranya sering tersisa.

Setelah ditanyakan, ternyata penyebabnya bukan karena anak tidak menyukai makanannya, melainkan waktu snack time di sekolah terlalu singkat sehingga ia tidak sempat menghabiskan bekal tersebut.

"Akhirnya masalah itu selesai dengan aku mengganti makanannya menjadi yang lebih mudah dan porsinya lebih sedikit, tetapi kalorinya lebih banyak," ujarnya.

Di akhir pemaparannya, Damar menegaskan bahwa ide bekal anak terbaik bukanlah yang paling mahal atau paling rumit. Orang tua cukup mengenali selera, kebiasaan makan, dan kebutuhan masing-masing anak agar bekal yang dibawa benar-benar dinikmati.

Menurutnya, sentuhan sederhana seperti menambahkan cocolan, membuat tekstur makanan lebih lembut, atau menyajikan menu yang sedang disukai anak dapat membuat ide bekal anak terasa lebih spesial di mata Si Kecil.

"Bekal sesimpel apa pun, kalau itu cocok dengan keinginan anak, selera anak, dan kebutuhan anak, InsyaAllah bisa jadi bekal juara. Meskipun kita enggak jago masak, buat anak itu tetap yang paling enak di dunia," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya