Liputan6.com, Jakarta - Siapa sangka, di balik kotak bekal yang dibawa anak ke sekolah setiap pagi, tersimpan makna yang jauh lebih besar. Menurut Certified Positive Discipline Parent Educator, Damar Wijayanti, bekal anak bukan sekadar makanan, melainkan simbol perhatian, kasih sayang, sekaligus cara orang tua membangun kedekatan emosional dengan buah hati.
Damar, mengatakan, menyiapkan bekal merupakan salah satu bentuk bahasa cinta yang paling sering ditunjukkan orang tua, terutama ibu, kepada anak. Meski pagi hari identik dengan kesibukan, banyak ibu tetap menyempatkan diri menyiapkan bekal sebelum anak berangkat ke sekolah.
Menurut Damar, ada dua alasan utama ibu tetap memilih membuat bekal sendiri, meski tak jarang harus menelan rasa kecewa saat bekal yang dibawakan pulang masih tersisa.
Advertisement
Alasan pertama adalah keinginan memiliki kendali atas makanan yang dikonsumsi anak. Dengan membawa bekal dari rumah, ibu bisa mengetahui menu yang dimakan anak, jumlah makanan yang dihabiskan, hingga sisa makanan yang dibawa pulang.
Informasi tersebut membantu ibu mengevaluasi kebutuhan makan anak dan menentukan menu berikutnya. "Semakin banyak hal yang bisa dikontrol, semakin ibu merasa tenang. Membawakan bekal menjadi salah satu bentuk kendali yang ingin dimiliki ibu," kata Damar.
Alasan kedua adalah karena membuat bekal merupakan wujud kasih sayang kepada anak. Mulai dari memilih menu favorit, menghias makanan agar lebih menarik, hingga menyelipkan catatan kecil di dalam kotak makan, semuanya menjadi bentuk perhatian yang membuat anak merasa dicintai.
"Buat ibu-ibu, bikinin makanan itu adalah bahasa cinta," ujarnya.
Dalam konsep Positive Discipline, hal tersebut dikenal sebagai belonging and significance, yaitu kebutuhan anak untuk merasa diterima, dicintai, dan dianggap penting oleh keluarganya. Perasaan itulah yang dinilai berperan besar dalam mendukung tumbuh kembang emosional anak.
"Bekal itu ternyata enggak cuma nutrisi untuk fisik, tapi juga nutrisi untuk jiwa anak-anak. Dia merasa, 'Aku penting dan berharga untuk ibu',"Â ujar Damar.
Jangan Langsung Marah Jika Bekal Tidak Habis
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5145068/original/037715400_1740659329-WhatsApp_Image_2025-02-27_at_19.19.24.jpeg)
Meski sudah menyiapkan bekal dengan penuh usaha, tak sedikit orang tua kecewa ketika makanan yang dibawa anak justru kembali dalam kondisi masih utuh.
Namun, Damar mengingatkan agar orang tua tidak terburu-buru menyalahkan anak. Dalam pendekatan Positive Discipline, dia menekankan prinsip connection before correction, yaitu membangun hubungan dengan anak terlebih dahulu sebelum mengoreksi perilakunya.
Dia menyarankan orang tua mencari tahu penyebab bekal tidak dihabiskan. Bisa jadi bukan karena anak tidak menyukai makanannya, melainkan karena waktu makan di sekolah terlalu singkat atau menu yang dibawa sulit disantap sendiri.
"Kalau kita buka bekal anak terus enggak habis, jangan diomelin dulu. Gali dulu, ditanyakan dulu," katanya.
Damar mengaku pernah mengalami hal serupa. Setelah bertanya kepada anaknya, dia baru mengetahui bahwa waktu snack time di sekolah sangat terbatas.
Dia kemudian mengganti menu menjadi lebih praktis dengan porsi lebih kecil tapi tetap tinggi kalori. Hasilnya, bekal anak pun bisa habis.
Advertisement
Libatkan Anak Menyiapkan Bekal
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9298021/original/086183300_1784114786-Ilustrasi_Makan_Bergizi__Sarapan__Sarapan_Bergizi__Makanan_oleh_Aditya_Eka_Prawira.jpg)
Selain memilih menu yang sesuai dengan selera anak, Damar juga menyarankan orang tua melibatkan anak saat menyiapkan bekal. Cara sederhana ini dapat membuat anak merasa dihargai sekaligus mengurangi perilaku mencari perhatian atau undue attention.
Menurutnya, bekal terbaik bukanlah yang paling rumit atau paling cantik, melainkan yang sesuai dengan kebutuhan, selera, dan keinginan anak.
"Bekal sesimpel apa pun, kalau cocok dengan keinginan, selera, dan kebutuhan anak, insya Allah bisa jadi bekal juara. Karena buat anak, yang paling enak adalah makanan yang memang disiapkan khusus oleh ibunya,"Â pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298612/original/078139900_1784176536-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-16T113248.324.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298463/original/022893100_1784171596-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-16T101149.857.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9298570/original/053200500_1784174776-Certified_Positive_Discipline_Parent_Educator__Damar_Wijayanti_oleh_Aditya_Eka_Prawira__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298444/original/012761000_1784171006-Argentina_s_Leandro_Paredes__5__falls_as_he_battles_for_the_ball_with_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298289/original/003845200_1784165599-063_2286277553.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298237/original/082194800_1784160981-England_head_coach_Thomas_Tuchel_talks_to_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298232/original/069179300_1784159975-England_s_Jude_Bellingham__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298228/original/014527500_1784157563-Argentina_s_Enzo_Fernandez__24__celebrates_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298219/original/046786200_1784155102-Argentina_s_Lautaro_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893080/original/092267000_1721123116-finalissima.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298207/original/014755300_1784152342-000_C2B98B9.jpg)