Liputan6.com, Jakarta - Bekal anak sering kali dipandang hanya sebagai makanan untuk mengisi perut selama berada di sekolah. Padahal, menurut Certified Positive Discipline Parent Educator, Damar Wijayanti, bekal memiliki makna yang jauh lebih besar. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, bekal juga menjadi bentuk perhatian, kasih sayang, hingga membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.
Damar, mengatakan, bekal yang disiapkan orang tua dapat membuat anak merasa dicintai dan dihargai. Perasaan tersebut berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. "Bekal itu ternyata enggak cuma nutrisi untuk fisik, tapi juga nutrisi untuk jiwa anak-anak. Dia merasa, 'Aku penting dan berharga untuk ibu.' Jadi ibu sampai effort kayak gini loh untuk membuatku merasa diperhatikan," kata Damar.
Bekal Anak Jadi Bentuk Bahasa Cinta Orang Tua
Menurut Damar, salah satu alasan banyak ibu tetap konsisten menyiapkan bekal meski harus bangun lebih pagi dan menghadapi rutinitas yang padat adalah karena aktivitas tersebut menjadi bentuk bahasa cinta kepada anak.
Advertisement
Dengan menyiapkan bekal, orang tua ingin menunjukkan bahwa mereka tetap memikirkan anak meski tidak berada di sampingnya selama jam sekolah. "Bekal itu merupakan cara ibu untuk bilang, 'Ibu tetap mikirin kamu meskipun jauh dari kamu'," ujar Damar di acara Dairy Champ Ungkap Potret Rutinitas dan Tantangan Ibu Indonesia Menyambut Anak Kembali ke Sekolah pada Rabu (15/7/2026)
Tak heran jika banyak orang tua rela mencari resep baru, menghias bekal dengan bentuk yang menarik, hingga menambahkan catatan kecil agar anak semakin bersemangat saat makan.
Libatkan Anak saat Menyiapkan Bekal
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9298099/original/042797900_1784119321-Certified_Positive_Discipline_Parent_Educator__Damar_Wijayanti_oleh_Aditya_Eka_Prawira__4_.jpg)
Selain menjadi simbol kasih sayang, Damar juga menyarankan agar anak ikut dilibatkan dalam proses menyiapkan bekal. Cara sederhana ini dapat mengurangi perilaku anak yang sengaja mencari perhatian ketika orang tua sedang sibuk pada pagi hari.
Dia menjelaskan bahwa perilaku tersebut dikenal sebagai undue attention, yaitu ketika anak bertingkah karena merasa kurang mendapatkan perhatian.
"Obat dari undue attention itu adalah anak dilibatkan. Begitu dilibatkan, anak jadi enggak punya alasan untuk berperilaku yang mencari perhatian,"Â tambahnya.
Misalnya, anak diminta membantu menyendok jagung ke wadah bekal, menuangkan susu kental manis, atau memilih buah yang ingin dibawa ke sekolah. Keterlibatan sederhana itu membuat anak merasa dihargai dan diperhatikan.
Advertisement
Jangan Langsung Marah jika Bekal Anak Tidak Habis
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5112075/original/077947000_1738105547-WhatsApp_Image_2025-01-29_at_05.54.02.jpeg)
Damar juga mengingatkan orang tua agar tidak terburu-buru menyalahkan anak ketika bekal pulang dalam keadaan masih tersisa. Menurutnya, bekal yang tidak habis bukan berarti orang tua gagal menyiapkan makanan atau anak sengaja tidak menghargai usaha ibunya.
Dalam pendekatan Positive Discipline, kondisi tersebut justru menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi. "Saat menghadapi masalah, Positive Discipline selalu menerapkan connection before correction. Jadi kita connect dulu sebelum kita mengoreksi perilakunya," kata Damar.
Dia mencontohkan pengalaman pribadinya ketika bekal anak kelas 1 SD sering tidak habis. Setelah ditanyakan, ternyata penyebabnya bukan karena makanannya tidak enak, melainkan waktu snack time di sekolah terlalu singkat sehingga anak kesulitan menghabiskan bekal yang dibawa.
Setelah menu diubah menjadi makanan yang lebih praktis dengan porsi lebih kecil, tetapi tetap padat kalori, masalah tersebut pun teratasi.
Bekal Anak Tak Harus Rumit
Damar menegaskan bahwa bekal anak tidak harus selalu mewah atau rumit agar disukai. Yang lebih penting adalah memahami selera, kebutuhan, dan kebiasaan makan masing-masing anak.
Menurutnya, sentuhan sederhana seperti menambahkan saus cocolan, membuat French toast agar lebih lembut, atau memilih menu favorit anak sudah cukup membuat bekal terasa lebih spesial.
"Bekal sesimpel apa pun, kalau itu cocok dengan keinginan anak, selera anak, dan kebutuhan anak, insya Allah bisa jadi bekal juara. Meskipun kita enggak jago masak, buat anak itu bisa jadi makanan paling enak di dunia karena dibuat khusus untuk dirinya,"Â pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572710/original/034284200_1777866003-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-04T103851.830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9298098/original/090033700_1784119320-Certified_Positive_Discipline_Parent_Educator__Damar_Wijayanti_oleh_Aditya_Eka_Prawira__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298289/original/003845200_1784165599-063_2286277553.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298237/original/082194800_1784160981-England_head_coach_Thomas_Tuchel_talks_to_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298232/original/069179300_1784159975-England_s_Jude_Bellingham__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298228/original/014527500_1784157563-Argentina_s_Enzo_Fernandez__24__celebrates_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298219/original/046786200_1784155102-Argentina_s_Lautaro_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893080/original/092267000_1721123116-finalissima.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298207/original/014755300_1784152342-000_C2B98B9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298204/original/071882900_1784151106-000_C2B74FU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298203/original/058226000_1784148752-063_2286273084.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296276/original/095878700_1784009949-ChatGPT_Image_Jul_14__2026__01_16_48_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295116/original/005409800_1783914765-ChatGPT_Image_Jul_13__2026__10_51_17_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294265/original/044600800_1783826445-ChatGPT_Image_Jul_12__2026__10_17_32_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519808/original/096817500_1772598149-3eb67482-83f2-4946-b521-5f8a023e4749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6383454/original/076242100_1779258701-ChatGPT_Image_May_20__2026__01_26_58_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298021/original/086183300_1784114786-Ilustrasi_Makan_Bergizi__Sarapan__Sarapan_Bergizi__Makanan_oleh_Aditya_Eka_Prawira.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297970/original/015153800_1784112945-Certified_Positive_Discipline_Parent_Educator__Damar_Wijayanti_oleh_Aditya_Eka_Prawira__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2959654/original/015403500_1573023666-20191106-Menikmati-Suasana-Klasik-Kota-Venesia-Italia-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296270/original/078068700_1784009468-Ilustrasi_Makanan__Camilan__Gorengan__Sarapan__Makan_Siang_oleh_Aditya_Eka_Prawira__2_.jpeg)