Peneliti Temukan Kunci Cara Mengendalikan Penyakit Diabetes, Apa Saja?

Peneliti mengungkap cara mengendalikan penyakit diabetes yang kerap diabaikan banyak pasien.

Diterbitkan 24 Juli 2026, 11:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Nadia Oktaviana Rahman, menjelaskan, cara mengendalikan penyakit diabetes tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tapi juga memerlukan pola makan sehat dan aktivitas fisik yang tepat. Menurutnya, kedua faktor tersebut menjadi kunci utama dalam mengendalikan diabetes melitus (DM) tipe 2.

"Diabetes melitus tipe 2 masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di Indonesia," kata Nadia di Kota Gorontalo seperti dikutip dari Antara pada Jumat (24/7/2026)

Menurutnya, diabetes tidak hanya berdampak pada kondisi fisik penderitanya, tetapi juga menjadi salah satu penyumbang terbesar tingginya biaya kesehatan nasional.

Untuk mencari faktor yang memengaruhi pengendalian gula darah, Nadia bersama tim peneliti UNG melakukan studi di wilayah kerja Puskesmas Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Medic Nutricia: Jurnal Ilmu Kesehatan edisi 2025.

Penelitian itu mengungkap bahwa pola makan dan aktivitas fisik merupakan dua pilar utama yang tidak dapat dipisahkan dalam pengendalian diabetes.

Dari hasil penelitian, sebanyak 71,2 persen responden penderita diabetes diketahui memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol. Temuan ini menjadi alarm bagi layanan kesehatan dasar, terutama di wilayah pedesaan, karena menunjukkan pengendalian diabetes belum berjalan optimal.

Peneliti menemukan bahwa salah satu penyebab utamanya adalah perilaku sehari-hari. Sebanyak 57,5 persen responden masih memiliki pola makan yang tidak sehat. Selain itu, hampir separuh responden menjalani aktivitas fisik berat karena bekerja sebagai petani.

Namun, Nadia menegaskan bahwa aktivitas fisik berat tidak serta-merta membuat kadar gula darah terkendali.

"Aktivitas fisik yang berat tidak otomatis menjamin kadar gula darah terkontrol, jika tidak diimbangi dengan pola makan sehat dan kepatuhan pengobatan," ujarnya.

 

Yang Terjadi Ketika Pasien Diabetes Rajin Olahraga

Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kadar gula darah (p=0,032), serta aktivitas fisik dengan kadar gula darah (p=0,028). Artinya, pasien diabetes yang menerapkan pola makan teratur dan aktivitas fisik yang dikelola dengan baik cenderung memiliki kadar gula darah yang lebih stabil.

Menurut Nadia, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, jadwal makan yang tidak teratur, serta minimnya pemahaman mengenai gizi menjadi faktor utama yang menyulitkan pengendalian diabetes. Di sisi lain, aktivitas fisik yang berlebihan tanpa diimbangi waktu istirahat yang cukup juga dapat memperburuk kondisi metabolisme.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa cara mengendalikan penyakit diabetes harus dilakukan secara menyeluruh. Menurut Nadia, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, jadwal makan yang tidak teratur, serta minimnya pemahaman mengenai gizi menjadi faktor utama yang menyulitkan pengendalian diabetes.

Di sisi lain, aktivitas fisik yang berlebihan tanpa diimbangi waktu istirahat yang cukup juga dapat memperburuk kondisi metabolisme. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan promotif dan preventif melalui edukasi pola makan sehat, aktivitas fisik yang terukur, serta skrining rutin di puskesmas.

"Dengan penguatan peran layanan kesehatan dasar dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat, pengendalian diabetes diharapkan dapat menekan risiko komplikasi serius, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke," kata Nadia.

 

Pengendalian Diabetes Tidak Cukup Obat Saja

Berdasarkan hasil penelitian, tim peneliti merekomendasikan agar program puskesmas dan pemerintah tidak hanya berfokus pada pemberian obat-obatan. Keberhasilan pengendalian diabetes dalam jangka panjang juga bergantung pada edukasi berkelanjutan melalui penyuluhan kesehatan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

Selain itu, peningkatan literasi gizi perlu dilakukan agar penderita dan keluarga memahami jadwal makan yang tepat serta jenis makanan yang aman dikonsumsi. Nadia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas untuk mendorong perubahan perilaku hidup sehat yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Melalui langkah-langkah tersebut, upaya pengendalian diabetes melitus tipe 2 diharapkan tidak hanya mendukung target kesehatan nasional, tapi juga berkontribusi terhadap pencapaian SDGs serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.