Dokter Ungkap Jamu yang Aman untuk Anak-anak

Dokter beberkan jamu tradisional yang aman untuk anak-anak, lengkap dengan manfaat dan batas konsumsinya

Diterbitkan 12 Mei 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Minuman herbal atau jamu tradisional masih menjadi pilihan banyak orang tua di Indonesia untuk menjaga kesehatan anak. Mulai dari beras kencur hingga kunyit asam, jamu dipercaya dapat membantu meningkatkan nafsu makan, menghangatkan tubuh, hingga menjaga daya tahan tubuh anak.

Namun, dokter mengingatkan bahwa tidak semua jamu aman dikonsumsi anak-anak, terutama jika diberikan tanpa memperhatikan usia, dosis, dan kondisi kesehatan tertentu.

Dokter Danang Ardiyanto, MKM, dari UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr Sardjito menjelaskan ada beberapa jenis jamu tradisional yang relatif aman untuk anak karena menggunakan bahan herbal ringan dan minim efek samping.

"Beberapa jamu yang aman untuk anak-anak biasanya terdiri dari bahan-bahan herbal yang ringan dan tidak memiliki efek samping berbahaya bila dikonsumsi sesuai aturan," kata Danang dikutip dari Health Liputan6.com pada Selasa, 12 Mei 2026.

Salah satu jamu yang paling sering diberikan adalah beras kencur. Jamu ini terbuat dari campuran beras, kencur, jahe, gula aren, dan sedikit asam jawa. Menurut Danang, beras kencur dapat membantu meningkatkan nafsu makan anak sekaligus membuat tubuh terasa lebih segar.

Selain itu, wedang jahe juga dinilai aman dikonsumsi anak dalam jumlah yang sesuai. Minuman hangat berbahan jahe ini dapat membantu menghangatkan tubuh, meredakan perut kembung, dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

"Wedang jahe bisa diberikan ketika anak mulai merasa tidak nyaman karena cuaca dingin atau perut kembung, tetapi tetap dalam porsi yang sesuai usia," ujarnya.

Tak hanya itu, kunyit asam juga menjadi salah satu jamu tradisional yang cukup populer. Jamu ini dikenal memiliki sifat antiinflamasi ringan dan dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan anak.

Untuk anak-anak, kunyit asam disebut dapat membantu meredakan mual, perut kembung, hingga demam ringan. Sementara pada orang dewasa, jamu ini juga kerap dikonsumsi untuk membantu mengurangi nyeri haid dan menjaga kesehatan tubuh.

Meski demikian, Danang mengingatkan bahwa kunyit asam tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Ada beberapa kondisi yang membuat jamu ini sebaiknya dihindari.

"Jamu kunyit asam tidak disarankan untuk anak di bawah usia dua tahun, penderita gangguan lambung seperti GERD atau maag akut, serta pasien dengan gangguan pembekuan darah," tambahnya.

 

Hati-Hati Dalam Konsumsi Jamu

Danang juga mengingatkan bahwa wanita hamil muda sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi kunyit asam karena kunyit dapat merangsang kontraksi rahim.

Selain beras kencur, wedang jahe, dan kunyit asam, ada pula temulawak yang dikenal mampu membantu meningkatkan nafsu makan anak.

Temulawak biasanya direbus bersama jahe dan gula aren sehingga menghasilkan rasa yang lebih hangat dan mudah diterima anak.

Kemudian ada wedang sereh dan wedang secang yang juga cukup populer sebagai minuman herbal keluarga. Wedang sereh dipercaya membantu tubuh terasa lebih hangat dan rileks, sementara wedang secang kaya antioksidan alami.

Meski berasal dari bahan alami, Danang menekankan bahwa pemberian jamu pada anak tetap harus memperhatikan dosis. Untuk anak usia 2 hingga 12 tahun, konsumsi kunyit asam misalnya dianjurkan hanya sekitar 30 hingga 50 ml per hari.

"Bisa dicampur madu atau air hangat agar rasanya lebih ringan dan mudah diterima anak," kata Danang.

 

Jamu Bukan Pengganti Pengobatan Medis

Dia juga mengingatkan agar orang tua tidak menjadikan jamu sebagai pengganti pengobatan medis. Jika anak mengalami keluhan yang berat atau berkepanjangan, pemeriksaan ke dokter tetap diperlukan.

Menurut Danang, jamu sebaiknya diposisikan sebagai pendamping gaya hidup sehat, bukan solusi utama untuk semua penyakit.

"Yang paling penting adalah memastikan anak tetap mendapatkan gizi seimbang, cukup tidur, dan menjaga kebersihan tubuh. Jamu bisa menjadi pelengkap bila digunakan dengan tepat," pungkasnya.