Liputan6.com, Jakarta - Orang tua kerap merasa khawatir saat anak susah makan atau mengalami gerakan tutup mulut (GTM). Tak sedikit yang akhirnya mencoba berbagai cara agar Si Kecil kembali lahap makan, termasuk memberikan jamu tradisional. Namun, pemberian jamu untuk anak ternyata tidak boleh sembarangan.
Dokter Danang Ardiyanto, MKM, dari UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr Sardjito mengatakan ada beberapa jenis jamu yang relatif aman dikonsumsi anak-anak, terutama yang menggunakan bahan herbal ringan dan minim efek samping.
Salah satu jamu yang paling sering digunakan untuk membantu meningkatkan nafsu makan anak adalah beras kencur. Jamu tradisional ini terbuat dari campuran beras, kencur, jahe, gula aren, asam jawa, dan sedikit garam.
Advertisement
"Beras kencur dapat membantu meningkatkan nafsu makan, menyegarkan tubuh, sekaligus mengurangi rasa lelah pada anak," ujar Danang dikutip dari Health Liputan6.com pada Selasa, 12 Mei 2026.
Selain beras kencur, beberapa minuman herbal lain seperti wedang jahe, temulawak, hingga kunyit asam juga disebut memiliki manfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan anak.
Meski berbahan alami, Danang mengingatkan bahwa jamu tetap harus diberikan sesuai usia dan dosis yang aman. Terutama untuk jamu kunyit asam yang cukup populer di masyarakat.
Menurutnya, jamu kunyit asam memiliki manfaat membantu meredakan perut kembung, mual ringan, hingga meningkatkan daya tahan tubuh karena sifat antiinflamasi alaminya.
Namun, jamu ini tidak dianjurkan untuk anak usia di bawah dua tahun. Selain itu, anak dengan gangguan lambung seperti maag akut atau GERD juga perlu berhati-hati karena kunyit dapat meningkatkan produksi asam lambung.
"Jamu kunyit asam sebaiknya tidak diberikan pada anak di bawah dua tahun dan perlu perhatian khusus pada anak dengan masalah lambung,"Â ujarnya.
Â
Dosis Jamu Kunyit Asam yang Dianjurkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3086044/original/075513900_1585211519-20200326-Rempah-Rempah-5.jpg)
Untuk anak usia 2 hingga 12 tahun, dosis kunyit asam yang dianjurkan sekitar dua sampai tiga sendok makan atau 30-50 ml per hari. Agar rasanya lebih ringan, orang tua bisa mencampurkannya dengan madu atau air hangat.
Sementara untuk konsumsi rutin, Danang menyarankan agar jamu tidak diminum terus-menerus tanpa jeda. Setelah dikonsumsi selama empat minggu berturut-turut, sebaiknya diberi jeda sekitar satu minggu.
Selain memperhatikan dosis, kebersihan bahan dan proses pembuatan jamu juga penting diperhatikan. Orang tua dianjurkan menggunakan bahan segar dan memastikan jamu dibuat secara higienis agar aman untuk anak.
Berikut beberapa jamu tradisional yang umum diberikan untuk membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan nafsu makan anak:
- Beras kencur
- Wedang jahe
- Temulawak
- Kunyit asam
- Wedang sereh
- Wedang secang
Meski bisa membantu meningkatkan nafsu makan, jamu bukan satu-satunya solusi untuk anak susah makan.
Orang tua juga perlu memastikan anak mendapatkan pola makan seimbang, waktu makan teratur, tidur cukup, dan aktivitas fisik yang baik.
Jika anak mengalami penurunan berat badan drastis, muntah berkepanjangan, atau susah makan dalam waktu lama, pemeriksaan ke dokter tetap diperlukan untuk mencari penyebab utamanya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3086046/original/023298900_1585211521-20200326-Rempah-Rempah-7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234184/original/087376700_1748337352-13891a88-af14-46fe-9133-64b60982b12a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259168/original/031539500_1781489464-WhatsApp_Image_2026-06-14_at_18.20.41.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054682/original/077394700_1734418042-400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5214050/original/035537300_1746710170-fe0e2972-05e3-4639-9e7a-5aa3593a8548.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4692993/original/056392200_1703063298-Jamu_warisan_budaya_oleh_UNESCO-IMAM_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564778/original/088090500_1777000144-20260423_110044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559010/original/008841600_1776502452-perbedaan_temulawak_dan_kunyit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513881/original/082534000_1772075389-Kopi.jpeg)