Manfaat Rosella untuk Kesehatan, Ada Khasiat yang Jarang Diketahui

Kenali manfaat rosella untuk kesehatan, dari menjaga jantung hingga kaya antioksidan alami.

Diterbitkan 05 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki sekitar 30.000 dari 40.000 spesies tanaman obat yang ada di dunia. Dari jumlah tersebut, hampir 7.000 jenis telah diketahui memiliki khasiat bagi kesehatan dan dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional maupun penelitian medis. Salah satu tanaman herbal yang cukup populer adalah rosella (Hibiscus sabdariffa).

Mengutip laman Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa (2/6/2026), tanaman yang berasal dari Benua Afrika ini mengandung berbagai senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh. Mulai dari antosianin, flavonoid, saponin, alkaloid, protein, hingga berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, magnesium, kalium, dan zat besi.

Di sejumlah daerah di Indonesia, rosella juga dikenal dengan nama asam paya, asam kumbang, atau asam susur. Bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah kelopak bunganya karena kaya akan antioksidan.

Kandungan Rosella yang Bermanfaat bagi Tubuh

Kelopak bunga rosella mengandung antioksidan tinggi yang berasal dari antosianin, glikosida hibiscin, dan gossipetin. Selain itu, rosella juga memiliki sekitar 18 jenis asam amino, termasuk arginin dan lisin, yang berperan dalam proses regenerasi serta peremajaan sel tubuh.

Rosella juga merupakan sumber senyawa fenolik yang cukup tinggi, yakni sekitar 23,10 miligram per gram bobot kering. Kandungan tersebut menjadikan rosella sebagai salah satu sumber antioksidan alami yang potensial.

Sejumlah penelitian juga menemukan kandungan flavonoid, seperti gossypetin, hibiscetine, dan sabdaretine pada rosella kering. Selain itu, rosella mengandung senyawa lain, seperti myrtilin, chrysanthenin, delphinidin, dan daphniphylline yang turut mendukung aktivitas antioksidannya.

Karena memiliki banyak manfaat, rosella kini telah dibudidayakan di berbagai negara, antara lain China, Thailand, Sudan, Meksiko, Mesir, Senegal, Tanzania, Mali, Jamaika, India, Malaysia, hingga Indonesia.

Rosella dapat diperbanyak melalui biji dan tumbuh optimal pada ketinggian sekitar 200–500 meter di atas permukaan laut. Di Indonesia, tanaman ini dibudidayakan di berbagai pusat konservasi tanaman obat, salah satunya Unit Konservasi dan Budidaya Biofarmaka, Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB.

Manfaat Rosella bagi Kesehatan

Rosella dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan berkat kandungan antioksidan, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif di dalamnya.

1. Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Rosella dipercaya membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dengan mengurangi penumpukan plak pada dinding arteri. Efek tersebut berpotensi membantu mengontrol tekanan darah sekaligus menurunkan risiko hipertensi.

2. Membantu Menurunkan Kolesterol dan Asam Urat

Beberapa penelitian menunjukkan rosella dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), trigliserida, serta lemak berlebih dalam tubuh. Selain itu, rosella juga dipercaya membantu menurunkan kadar asam urat sehingga kerap dimanfaatkan sebagai pendukung pola hidup sehat.

3. Berpotensi Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Kandungan antioksidan pada rosella membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Efek ini dinilai dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan berbagai penyakit degeneratif lainnya.

4. Berpotensi Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker

Penelitian menunjukkan rosella mengandung antosianin berupa delphinidin 3-sambubioside dan cyanidin 3-sambubioside yang berpotensi membantu menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker, termasuk leukemia. Namun, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.

5. Membantu Menjaga Daya Tahan Tubuh

Rosella telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk membantu meredakan batuk, flu, demam, migrain, sariawan, dan panas dalam. Konsumsinya juga dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

6. Membantu Menjaga Kesehatan Kulit

Kandungan antioksidan yang tinggi membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif sekaligus mendukung regenerasi sel sehingga berpotensi menjaga kesehatan dan membantu proses peremajaan kulit.

7. Memiliki Aktivitas Antibakteri dan Antiseptik

Rosella diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis, seperti antiseptik, antibakteri, antispasmodik, dan antihelmintik. Selain itu, tanaman ini juga berpotensi membantu menjaga kesehatan hati, mencegah pembentukan batu ginjal, serta menghambat pertumbuhan jamur dan parasit.

8. Membantu Melancarkan Sirkulasi Darah

Rosella dipercaya dapat membantu menyaring racun dalam tubuh, mengurangi kekentalan darah, melancarkan peredaran darah, membantu mencegah kram otot, serta mendukung kesehatan saluran pencernaan dengan membantu melancarkan buang air besar.

 

Penulis: Dea Sifa

Cara Mengolah Rosella Menjadi Teh

Untuk membuat teh rosella, bunga yang telah dipetik dijemur selama satu hingga dua hari agar kelopak lebih mudah dipisahkan dari bijinya. Setelah dipisahkan, kelopak dicuci bersih lalu dijemur kembali selama tiga hingga lima hari hingga benar-benar kering.

Kelopak yang telah kering ditandai dengan teksturnya yang mudah hancur saat diremas. Pada kondisi tersebut, kadar airnya sekitar 4–5 persen sehingga siap dijadikan teh.

Cara menyajikannya cukup dengan menyeduh 2–3 gram teh rosella menggunakan air mendidih hingga menghasilkan warna merah khas. Bagi penderita diabetes atau yang sedang menjalani program diet, disarankan menggunakan pemanis rendah kalori sebagai pengganti gula pasir.

Selain dalam bentuk teh kering, kelopak rosella segar yang telah dibersihkan juga dapat langsung diseduh menggunakan air panas.

Meski memiliki banyak manfaat, rosella tidak dapat menggantikan pengobatan medis. Penderita gangguan lambung atau maag juga perlu berhati-hati karena seduhan rosella memiliki tingkat keasaman (pH) sekitar 3,14 yang dapat memicu kambuhnya gejala.

Dalam beberapa penelitian, rosella digunakan sebanyak 10 gram kelopak kering yang diseduh dalam sekitar 520 mililiter air setiap hari selama empat minggu untuk membantu terapi hipertensi.

Sementara itu, untuk membantu mengatasi asam urat dan menjaga kesehatan ginjal, rosella digunakan dalam bentuk jus dengan dosis sekitar 16–24 gram per hari. Namun, penggunaan untuk tujuan terapi sebaiknya tetap dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.