Liputan6.com, Jakarta - Ciplukan atau Physalis angulata merupakan tanaman liar yang banyak ditemukan di area persawahan, kebun, maupun lahan terbuka. Bagi generasi 80 dan 90-an yang dulu tinggal di desa pasti akrab dengan tanaman satu ini karena memiliki buah dengan rasa manis dan asam segar.
Tanaman ciplukan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai morel berry. Sementara orang Jawa kerap menyebutnya dengan ceplukan sementara masyarakat Sunda menamai tanaman ini sebaga cecendet.Â
Meski sering dianggap sebagai tanaman liar, ciplukan ternyata memiliki beragam kandungan nutrisi dan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan.
Advertisement
Di masyarakat, akar ciplukan umumnya digunakan sebagai obat cacing dan penurun demam. Lalu, daun ciplukan digunakan untuk penyembuhan patah tulang, bisul, borok, penguat jantung, keseleo, nyeri perut.
Untuk buah ciplukan sendiri itu sering dimakan. Lalu, buah ciplukan diyakini masyarakat untuk mengobati epilepsi, tidak dapat kencing, dan penyakit kuning seperti mengutip laman UGM, Minggu (5/7/2026).
Penelitian tentang Manfaat Ciplukan
Para peneliti dari berbagai negara sejak lama telah meneliti manfaat dari ciplukan. Penelitian tersebut biasanya terfokus pada aktivitas yang dimiliki oleh ciplukan.
Dari penelitian yang telah dilakukan, baik secara in vitro maupun in vivo, didapatkan informasi bahwa ciplukan memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan dan imunosupresan (imunomodulator), antiinflamasi, antioksidan, dan sitotoksik.
Â
Khasiat Akar dan Buah Ciplukan untuk Mendukung Kesehatan Tubuh
Dalam penelitian yang dilakukan Baedowi pada 1998 secara in vivo pada mencit, didapatkan informasi bahwa ekstrak daun ciplukan dengan dosis 28,5 mL/kg BB dapat mempengaruhi sel β insulin pankreas. Hal ini menunjukkan adanya aktivitas antihiperglikemi dari ciplukan.
Lalu, penelitian pada tahun 2000 yang dilakukan Januario telah menguji aktivitas antimikroba ekstrak murni herba Physalis angulata. Hasilnya ternyata memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis (penyebab penyakit tuberkulosis/TBC). Butuh penelitian lanjutan untuk mengetahui hal ini lebih lanjut.Â
Advertisement
Cara Mengolah dan Mengonsumsi Ciplukan dengan Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7683260/original/014865700_1780479227-IMG-20260603-WA0038.jpg)
Berbagai bagian tanaman ciplukan, mulai dari akar, batang, daun, hingga buahnya, umumnya diolah dengan cara direbus untuk dijadikan ramuan herbal. Setelah direbus hingga sari-sari tanaman larut ke dalam air, hasil rebusan dapat dikonsumsi sesuai kebutuhan.
Khusus untuk buah ciplukan, pengolahannya lebih fleksibel. Selain dapat direbus bersama bagian tanaman lainnya, buah yang sudah matang juga bisa dikonsumsi langsung setelah dicuci bersih. Buah ciplukan dikenal memiliki rasa manis dengan sedikit sentuhan asam sehingga cukup nikmat dimakan sebagai camilan alami.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi ramuan ciplukan. Air rebusan sebaiknya dikonsumsi pada hari yang sama dan tidak disimpan hingga lebih dari 24 jam. Penyimpanan terlalu lama dapat menurunkan kualitas serta kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalam ramuan, sehingga manfaat yang diperoleh tidak lagi optimal.
Untuk menjaga keamanan dan khasiatnya, ramuan ciplukan dianjurkan dibuat dalam jumlah secukupnya dan dikonsumsi segera setelah proses pengolahan selesai.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7683258/original/098768700_1780479226-IMG-20260603-WA0037.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287269/original/086325900_1783206564-000_B9AD2X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287240/original/093979800_1783200101-ma3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287199/original/011098900_1783189655-AP26185659671466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782170/original/080291500_1782878845-meksiko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260488/original/001989200_1781597074-000_B77X49M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8664246/original/029678300_1782693781-063_2283752154.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9243416/original/040076400_1783136603-063_2284562735.jpg)