Temulawak Punya Khasiat Luar Biasa, Salah Satunya Jaga Organ Penting

Temulawak kaya senyawa aktif yang bermanfaat untuk kesehatan dan membantu menjaga organ penting.

Diterbitkan 06 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan tanaman herbal asli Indonesia yang termasuk dalam keluarga jahe-jahean dan memiliki rimpang yang sekilas menyerupai kunyit. Sejak lama, tanaman ini dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena mengandung berbagai senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan.

Mengutip laman Puskesmas Jakenan, Kabupaten Pati, Kamis (4/6/2026), temulawak mengandung beragam nutrisi penting, seperti protein, serat, vitamin, kalsium, zat besi, natrium, kalium, dan asam folat. Selain itu, tanaman herbal ini juga kaya akan senyawa aktif, di antaranya kurkumin, pati, minyak atsiri, turmerol, borneol, phellandren, germakron, seskuiterpen d-kamper, turmeron, serta p-toluilmetilkarbinol.

Kandungan tersebut membuat temulawak memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini dikenal memiliki sifat antiinflamasi (antiradang) dan antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Tak hanya itu, temulawak juga dipercaya dapat mendukung kesehatan pencernaan, menjaga fungsi hati, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga membantu meredakan kelelahan otot setelah beraktivitas.

Berkat manfaatnya yang beragam, temulawak tetap menjadi salah satu tanaman obat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Indonesia hingga saat ini.

1. Membantu Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Salah satu manfaat utama temulawak adalah membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Tanaman herbal ini dapat merangsang produksi empedu di kantung empedu, yang berperan penting dalam proses pencernaan lemak dan penyerapan nutrisi.

Karena kemampuannya tersebut, konsumsi temulawak dipercaya dapat membantu meredakan berbagai gangguan pencernaan, seperti perut kembung, penumpukan gas, hingga dispepsia atau gangguan pencernaan.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan dalam temulawak berpotensi membantu mengurangi gejala peradangan usus serta memperbaiki permeabilitas atau fungsi pelindung dinding usus. Selain itu, para peneliti masih terus mengkaji potensi temulawak sebagai terapi pendukung untuk Irritable Bowel Syndrome (IBS).

2. Berpotensi Meredakan Gejala Osteoartritis

Temulawak juga diketahui memiliki potensi dalam membantu meredakan gejala osteoartritis, yaitu penyakit sendi degeneratif yang ditandai dengan kerusakan tulang rawan, nyeri, dan kekakuan sendi.

Manfaat ini diduga berasal dari kandungan kurkumin yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan sehingga dapat membantu mengurangi peradangan, salah satu penyebab utama keluhan pada penderita osteoartritis.

Dalam penelitian berjudul Efficacy and Safety of Meriva, a Curcumin-Phosphatidylcholine Complex, During Extended Administration in Osteoarthritis Patients, pasien osteoartritis yang mengonsumsi 1.000 miligram Meriva per hari mengalami peningkatan fungsi fisik serta penurunan kekakuan sendi setelah delapan bulan penggunaan.

Meriva merupakan formulasi kurkuminoid yang dikombinasikan dengan fosfatidilkolin untuk meningkatkan penyerapan kurkumin di dalam tubuh.

Kandungan kurkuminoidnya terdiri atas 75 persen kurkumin, 15 persen demethoxycurcumin, dan 10 persen bisdemethoxycurcumin. Sementara itu, fosfatidilkolin merupakan senyawa yang banyak ditemukan dalam telur, kedelai, dan berbagai jenis makanan lainnya.

3. Berpotensi Membantu Mencegah Perkembangan Kanker

Temulawak juga memiliki potensi sebagai agen kemopreventif atau zat yang dapat membantu mencegah perkembangan kanker. Manfaat ini terutama dikaitkan dengan kandungan kurkumin dan antioksidan yang mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam temulawak berpotensi membantu menghambat perkembangan sejumlah jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker prostat.

Salah satu mekanisme yang diduga berperan adalah kemampuannya menghambat pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis) yang dibutuhkan sel kanker untuk tumbuh dan menyebar. Ketika suplai nutrisi dan oksigen berkurang, pertumbuhan sel kanker pun berpotensi terhambat.

Potensi tersebut didukung oleh penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Chemoprotective Effects of Curcuma xanthorrhiza. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Curcuma xanthorrhiza dengan konsentrasi 0,1 persen mampu menurunkan rata-rata jumlah tumor pada objek penelitian.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa ekstrak metanol temulawak memiliki potensi sebagai agen kemopreventif. Efek perlindungan ini diduga berasal dari aktivitas antioksidannya yang membantu melindungi sel tubuh dari mutasi abnormal yang dapat memicu terbentuknya sel kanker.

4. Membantu Menjaga Kesehatan Ginjal

Temulawak juga dipercaya dapat membantu menjaga fungsi ginjal agar tetap optimal. Manfaat ini berasal dari kandungan minyak atsiri dan berbagai senyawa aktif lainnya yang mendukung proses detoksifikasi alami tubuh. Dengan fungsi ginjal yang baik, proses penyaringan darah dari sisa metabolisme dan racun dapat berlangsung lebih efektif.

Dalam pengobatan tradisional, temulawak juga sering dimanfaatkan untuk membantu meredakan beberapa keluhan yang berkaitan dengan gangguan ginjal. Tanaman ini kerap dikombinasikan dengan kumis kucing yang dikenal memiliki efek diuretik atau membantu meningkatkan produksi urine.

Salah satu cara yang umum dilakukan adalah merebus setengah rimpang temulawak dengan beberapa gelas air, kemudian menambahkan kumis kucing hingga air rebusan menyusut. Ramuan tersebut kemudian diminum secara rutin sebagai minuman herbal pendukung kesehatan ginjal.

Meski demikian, manfaat temulawak untuk kesehatan ginjal masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Bagi penderita penyakit ginjal atau kondisi medis tertentu, penggunaan temulawak sebagai terapi herbal sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menghindari efek samping maupun interaksi dengan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Penulis: Dea Sifa