Akupunktur Aman untuk Ibu Hamil, Ini Syarat dan Manfaatnya Menurut Dokter

Akupunktur untuk ibu hamil aman jika sesuai aturan, ini manfaat dan syarat yang wajib diketahui.

Diterbitkan 07 Mei 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis akupunktur dari Eka Hospital Pantai Indah Kapuk (PIK), Laura Widiastuti menjelaskan bahwa terapi akupunktur bisa membantu ibu hamil mengurangi rasa mual, muntah, nyeri punggung, hingga rasa cemas.

"Beberapa kondisi yang bisa dibantu dengan akupunktur antara lain mual, muntah, nyeri punggung, hingga membantu persiapan persalinan," katanya dalam temu media di Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026.

Seperti diketahui, salah satu keluhan paling umum di awal kehamilan adalah mual dan muntah. Menurut Laura, akupunktur dapat membantu mengurangi keluhan tersebut dengan cara memperbaiki sistem pencernaan dan keseimbangan hormon.

"Akupunktur dapat membantu mengurangi intensitas dan frekuensi mual, meskipun tidak selalu menghilangkan sepenuhnya," tambahnya. 

Menurutnya, akupunktur medik bukan sekadar terapi alternatif, tetapi sudah berbasis medis dan digunakan sebagai terapi pendamping untuk membantu ibu hamil merasa lebih nyaman.

Dalam praktik medis modern, akupunktur tidak dilakukan sembarangan. Terapi ini berbasis ilmu anatomi, fisiologi, dan patologi. Menurut Laura, akupunktur juga telah diakui secara global.

"Akupunktur sudah direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) sebagai terapi yang dapat diintegrasikan dalam sistem pelayanan kesehatan," ujar Laura.

Saat jarum dimasukkan ke titik tertentu, tubuh akan merespons melalui sistem saraf, hormon, dan sistem imun.

"Stimulasi ini dapat membantu meningkatkan hormon seperti serotonin dan dopamin, memperbaiki sirkulasi darah, serta membantu tubuh mencapai keseimbangan," kata Laura. 

Efek tersebut membuat tubuh menjadi lebih rileks dan membantu meredakan berbagai keluhan secara alami.

Akupunktur Bantu Kurangi Nyeri Persalinan

Selain mengurangi keluhan mual, muntah, dan nyeri punggung, akupunktur juga dapat membantu persiapan persalinan.

"Terapi ini dapat membantu mengurangi persepsi nyeri, memberikan efek relaksasi, dan dalam beberapa kasus dapat membantu mempercepat proses persalinan," kata Laura.

Akupunktur juga membantu memperbaiki posisi janin yang sungsang dan mendukung produksi ASI (air susu ibu) setelah melahirkan.

Meski memiliki banyak manfaat, akupunktur bukan pengganti terapi medis utama. "Ibu hamil tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai terapi, agar bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing," ujarnya.

Dengan pendekatan yang tepat, akupunktur dapat menjadi salah satu pilihan terapi pendamping yang membantu ibu hamil menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan minim keluhan.

Kurangi Keluhan Tanpa Harus Konsumsi Obat

Akupunktur menjadi pilihan karena dapat mengurangi keluhan tanpa menambah konsumsi obat. Namun, banyak ibu hamil masih ragu untuk mencoba akupunktur dan mempertanyakan keamanannya.

"Akupunktur aman untuk ibu hamil selama dilakukan oleh tenaga medis terlatih dan menggunakan teknik yang sesuai," kata Laura. 

Meski begitu, dia menekankan bahwa tidak semua kondisi bisa langsung diberikan terapi ini. "Ada beberapa kondisi tertentu yang perlu menjadi perhatian, sehingga konsultasi dengan dokter tetap penting sebelum memulai terapi," pungkasnya.Â