Enggan Akupunktur karena Takut Jarum, Dokter Jelaskan Sensasinya

Ukuran jarum akupunktur lebih kecil dari jarum pentul. Rasa jarum menusuk kulit tidak sesakit yang dibayangkan.

Diterbitkan 14 Juni 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Akupunktur medik adalah terapi menggunakan jarum untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan termasuk gangguan tidur. Terapi ini sudah terbukti aman dan efektif secara ilmiah.

Sayangnya, sebagian pasien enggan melakukan terapi ini karena takut dengan jarum. Mereka mengira bahwa jarum akupunktur dapat memicu sakit layaknya jarum suntik. Padahal, menurut dokter spesialis akupunktur dari Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, Muchtar, terapi akupunktur tidak seperti yang dibayangkan kebanyakan orang. 

"Jarum akupunktur itu mikro, jadi tipis sekali. Begitu kita tusukkan, kadang pasien nanya 'Sudah ditusuk dok?' saking enggak berasanya," kata Muchtar dalam siaran Instagram Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dikutip pada Minggu (14/6/2026). 

Dia memberi perbandingan, jarum akupunktur jelas lebih tipis dari jarum pentul. Ukuran diameternya hanya 0,13 mili dan ada pula ukuran-ukuran lainnya. 

"Jadi ketika kita tusukkan pun kadang tidak terlalu terasa untuk pasien-pasien tertentu." 

Terkait mekanisme kerjanya, prinsip akupunktur adalah untuk menyeimbangkan homeostasis. Ini adalah proses dan mekanisme otomatis yang dilakukan tubuh untuk mempertahankan kondisi internal yang stabil dan seimbang. 

"Seperti Yin dan Yang, prinsipnya adalah keseimbangan. Misalnya gangguan tidur terjadi karena overthinking atau berpikir berlebihan, nah kita bantu menyeimbangkan hormon-hormon atau sistem regulasi dari tidur supaya menstabilkan homeostasis," papar Muchtar. 

Titik-Titik Akupunktur

Dalam akupunktur ada beberapa titik yang bisa digunakan untuk mengatasi gangguan tidur. Titik pertama terletak di tengah antara kedua alis atau di atas hidung.

Selain akupunktur, titik ini juga boleh ditekan oleh ibu jari atau akupresur. Caranya, tempatkan ibu jadi di titik tersebut, tekan hingga bagian atas kuku ibu jari menjadi berwarna putih dan lakukan dalam hitungan satu sampai 30.

Selain itu, ada pula titik akupunktur di tangan, tepatnya berada di pergelangan bagian sisi kelingking. Cara mencarinya, buka telapak tangan menghadap wajah, dari kelingking tarik garis lurus hingga ke area nadi. Di situlah titik akupunktur yang bisa juga diberi tekanan atau akupresur selama hitungan satu sampai 30. Penekanan seperti ini dapat dilakukan tiga kali sehari saat waktu luang.

Akupunktur Medik Bisa Atasi Masalah Sulit Tidur

Sulit tidur memicu kelelahan yang bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Kondisi ini dapat dipicu stres dan banyak pikiran. Menurut Muchtar, pada tahap awal, kondisi sulit tidur dapat ditangani dengan berhenti melakukan kegiatan lain di tempat tidur selain tidur. Paparan sinar biru atau blue ray dari layar ponsel juga perlu dihindari.

Cara lainnya adalah mencurahkan isi pikiran ke dalam bentuk tulisan sebagai bentuk mekanisme ventilasi untuk mengeluarkan uneg-uneg. Upaya ini dapat ditambah dengan mematikan lampu sebelum tidur untuk merangsang hormon melatonin yang berperan dalam membantu regulasi tidur.

Secara medis, terapi yang dapat dilakukan dalam membantu kondisi sulit tidur adalah akupunktur. Menurutnya, akupunktur medik adalah metode pengobatan yang merupakan cabang ilmu kedokteran konvensional dengan menusuk titik-titik tertentu menggunakan jarum halus.

Terapi ini telah dipastikan aman selama dilakukan oleh dokter spesialis akupunktur dan telah terbukti secara ilmiah dapat memberi manfaat bagi kesehatan.

"Akupunktur medik tidak menggunakan obat-obatan jadi cukup aman dan bisa digunakan untuk berbagai usia. Jadi, kalau mau terapi masalah tidur dengan akupunktur maka tidak akan bentrok dengan obat dari dokter lain," kata Muchtar.

Penyebab Sulit Tidur Perlu Diketahui Sebelum Akupunktur

Akupunktur medik dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan. Pada gangguan tidur, terapi ini bertujuan menstimulasi, meregulasi, dan membantu menyeimbangkan kadar hormon melatonin dan sistem gangguan tidur di tubuh.

"Misalnya, pasien ini cenderung untuk gangguan tidur di tengah malam jadi ketika mau memulai tidur dia susah. Atau mungkin sudah tidur tapi terbangun, atau mungkin tidak tidur sepanjang malam. Nanti kita sesuaikan titik-titik akupunkturnya tentu ini ditangani dokter akupunktur medik," jelasnya.

Sebelum terapi dimulai, pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu penyebab sulit tidurnya sehingga penanganannya lebih tepat. "Jangan sampai kita sudah terapi, sudah ada perbaikan tapi dia (sulit tidur) muncul kembali, ini berarti akar masalahnya belum ditangani dengan maksimal. Jadi kita gali penyebabnya, kita juga kerja sama dengan sejawat dari psikiatri dan psikolog."

"Jika penanganannya sesuai dengan penyebab sulit tidur maka hasil akupunktur bisa lebih optimal," pungkasnya.