Liputan6.com, Jakarta - Sulit tidur memicu kelelahan yang bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Kondisi ini dapat dipicu stres dan banyak pikiran.
Menurut dokter spesialis akupunktur dari Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, Muchtar, pada tahap awal, kondisi sulit tidur dapat ditangani dengan berhenti melakukan kegiatan lain di tempat tidur selain tidur. Paparan sinar biru atau blue ray dari layar ponsel juga perlu dihindari.
Cara lain adalah mencurahkan isi pikiran ke dalam bentuk tulisan sebagai bentuk mekanisme ventilasi untuk mengeluarkan uneg-uneg. Upaya ini dapat ditambah dengan mematikan lampu sebelum tidur untuk merangsang hormon melatonin yang berperan dalam membantu regulasi tidur.
Advertisement
Secara medis, terapi yang dapat dilakukan dalam membantu kondisi sulit tidur adalah akupunktur. Menurutnya, akupunktur medik adalah metode pengobatan yang merupakan cabang ilmu kedokteran konvensional dengan menusuk titik-titik tertentu menggunakan jarum halus.
Terapi ini telah dipastikan aman selama dilakukan oleh dokter spesialis akupunktur dan telah terbukti secara ilmiah dapat memberi manfaat bagi kesehatan.
"Akupunktur medik tidak menggunakan obat-obatan jadi cukup aman dan bisa digunakan untuk berbagai usia. Jadi, kalau mau terapi masalah tidur dengan akupunktur maka tidak akan bentrok dengan obat dari dokter lain," kata Muchtar dalam siaran langsung Instagram Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dikutip pada Senin (15/6/2026).
Akupunktur Medik untuk Masalah Tidur
Akupunktur medik dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan. Pada gangguan tidur, terapi ini bertujuan menstimulasi, meregulasi, dan membantu menyeimbangkan kadar hormon melatonin dan sistem gangguan tidur di tubuh.
"Misalnya, pasien ini cenderung untuk gangguan tidur di tengah malam jadi ketika mau memulai tidur dia susah. Atau mungkin sudah tidur tapi terbangun, atau mungkin tidak tidur sepanjang malam. Nanti kita sesuaikan titik-titik akupunkturnya tentu ini ditangani dokter akupunktur medik," jelasnya.
Sebelum terapi dimulai, pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu penyebab sulit tidur sehingga penanganannya lebih tepat.
"Jangan sampai kita sudah terapi, sudah ada perbaikan tapi dia (sulit tidur) muncul kembali, ini berarti akar masalahnya belum ditangani dengan maksimal. Jadi kita gali penyebabnya, kita juga kerja sama dengan sejawat dari psikiatri dan psikolog," katanya.
Jika penanganan sesuai dengan penyebab sulit tidur maka hasil akupunktur bisa lebih optimal.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546764/original/092701200_1775365647-karlyukav.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8338665/original/048602300_1782210505-Stale_Solbakken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293466/original/077963300_1783718956-063_2285564351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293456/original/054507100_1783717417-000_B9W36UY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293465/original/017817900_1783718956-063_2285562554.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293455/original/048931800_1783717383-000_B9W36VN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110960/original/024723100_1783047145-sp7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289078/original/032461700_1783391107-bel11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291435/original/001786200_1783562166-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4551860/original/086588500_1692960716-jongsun-lee-JnFGgVaFpmE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137008/original/041672900_1739896421-Anak_demam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3351273/original/030202700_1610866156-20210117-Cegah-DBD_-Perumahan-di-Tangsel-Diasapi-FANANI-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084741/original/047275400_1736341730-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259699/original/014606400_1781510172-Prima_Yosephine_Dengue_Day.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4196162/original/078823400_1666148336-20221019-Dwayne-Johnson-AP-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411646/original/052998600_1763018379-full-shot-people-running-together.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478851/original/077779500_1768952518-Untitled_design__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528874/original/026582500_1773298641-piprim.jpeg)