Liputan6.com, Jakarta - Penuaan kulit merupakan proses alami yang tidak bisa dihindari seiring bertambahnya usia. Namun, menurut dokter estetik dr. Catherine Soebroto, Dipl CIBTAC, faktor usia bukan satu-satunya penyebab seseorang terlihat lebih tua. Faktor genetik juga memiliki peran besar dalam menentukan seberapa cepat kulit mengalami penuaan.
Menurut Catherine, kondisi kulit orang tua dapat menjadi gambaran awal risiko penuaan yang mungkin dialami anak di masa depan. Oleh sebab itu, seseorang yang memiliki orang tua dengan banyak kerutan atau tanda penuaan kulit yang muncul lebih cepat perlu lebih waspada dan mulai melakukan perawatan sejak dini.
"Genetik itu ngaruh banget. Jadi, biasanya kita lihat dari orang tua kita. Kalau orang tua kita di usianya sudah kelihatan tua, kemungkinan besar kita juga seperti itu," ujar Catherine dalam peluncuran 'PLLA SCA : WANT SKIN THAT FEELS LIKE YOU AGAIN?' di dr. Belle Aesthetic Clinic Pondok Indah pada Selasa, 2 Juni 2026.
Advertisement
Tak hanya berkaitan dengan kerutan, faktor genetik juga disebut dapat memberikan gambaran mengenai risiko kesehatan lain yang dimiliki seseorang.
Dia, mencontohkan, seseorang dengan riwayat keluarga diabetes atau gangguan metabolik perlu lebih waspada terhadap kemungkinan mengalami kondisi serupa di kemudian hari. Kesadaran terhadap faktor keturunan ini dapat menjadi langkah awal untuk pencegahan sejak dini.
"Kalau kita lihat orang tua kita, sebenarnya kita bisa melakukan pencegahan. Kita bisa tahu apakah ada kecenderungan mengalami flek, jerawat, atau masalah kulit tertentu,” ujar Catherine.
Menurutnya, masyarakat umumnya sudah memahami pentingnya mengantisipasi penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan kesehatan lain yang dipengaruhi faktor genetik. Namun, kesadaran bahwa proses penuaan kulit juga dipengaruhi faktor yang bisa dikenali dan dikendalikan masih relatif rendah.
Faktor Keturunan Bukan Akhir Segalanya
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-portrait-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/7604325/original/087733400_1780388384-dr._Catherine_Soebroto__Dipl_CIBTAC.jpeg)
Lebih lanjut, Catherine mengatakan memahami kondisi tubuh dan riwayat kesehatan keluarga menjadi bagian penting dalam strategi memperlambat proses penuaan. Dengan mengetahui risiko sejak awal, langkah pencegahan dapat dilakukan lebih tepat.
Meski demikian, faktor keturunan bukan berarti tidak bisa dilawan. Catherine menegaskan masyarakat tidak perlu pasrah hanya karena memiliki riwayat penuaan kulit dalam keluarga.
"Kita bisa mencegah sebenarnya. Jadi, jangan pasrah. Jangan berpikir karena orang tua banyak flek atau kerutan, kita pasti akan mengalami hal yang sama tanpa bisa melakukan apa-apa," katanya.
Penuaan kulit terjadi ketika produksi kolagen dalam tubuh mulai menurun. Kolagen merupakan protein penting yang menjaga kekencangan, elastisitas, dan ketebalan kulit.
Dia, menjelaskan, setelah usia 20 tahun, tubuh mulai kehilangan sekitar 1 persen kolagen setiap tahun. Kondisi ini membuat kulit perlahan menjadi lebih tipis, kurang elastis, dan mudah mengendur.
"Usia 30 tahun berarti kita sudah kehilangan sekitar 10 persen kolagen. Usia 40 tahun sekitar 20 persen. Jadi, wajar kalau wajah mulai terlihat turun," tambahnya.
Advertisement
Muncul Tanda-Tanda Penuaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5024563/original/062844100_1732616618-cara-menghilangkan-kerutan-di-bawah-mata.jpg)
Pada individu dengan faktor genetik tertentu, proses ini bisa terjadi lebih cepat dibandingkan orang lain. Akibatnya, tanda penuaan seperti kerutan halus, kulit kendur, hingga hilangnya definisi wajah dapat muncul lebih awal.
Selain faktor genetik, paparan sinar ultraviolet (UV) menjadi penyebab utama penuaan kulit dari faktor eksternal. Masyarakat yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia memiliki risiko lebih tinggi karena terpapar sinar matahari hampir setiap hari.
Penggunaan sunscreen menjadi langkah sederhana tapi penting untuk menjaga kesehatan kulit. "Matahari itu salah satu penyebab aging nomor satu. Jadi jangan lupa pakai sunblock ke mana pun," ujarnya.
Selain UV, polusi udara dan gaya hidup yang kurang sehat juga dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan.
Meski proses penuaan tidak bisa dihentikan, berbagai langkah preventif dapat dilakukan untuk memperlambatnya. Mulai dari penggunaan sunscreen, menjaga pola hidup sehat, hingga memanfaatkan teknologi perawatan kulit yang tersedia saat ini.
Catherine mengatakan kunci utama adalah mengenali risiko sejak awal, termasuk dari faktor genetik.
Dengan begitu, seseorang bisa mengambil langkah pencegahan lebih cepat sebelum tanda penuaan kulit semakin terlihat jelas.
"Kalau kita tahu ada faktor genetik, justru itu menjadi alasan untuk mulai merawat kulit dari sekarang, bukan untuk pasrah," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5060400/original/093441200_1734756323-1734752086312_tips-menghilangkan-kerutan-di-wajah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265020/original/007345300_1671377845-4_AP22352556886313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3202507/original/071215900_1596847894-AP20220691523830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618472/original/047612700_1782607192-000_B8JU4KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256851/original/004151200_1670703759-7_AP22344709351178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299482/original/065812300_1784259465-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297796/original/002584500_1784106935-didier.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299317/original/088764800_1784212809-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300004/original/015093400_1784283318-000_C2EH69E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400133/original/041860100_1762065960-fleur-kaan-w4Dj3MshHQ0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5161469/original/044781900_1741846880-1741840921641_penyebab-obesitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5049993/original/095332000_1734086280-fotor-ai-20241213173728.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5445595/original/069448000_1765859955-rambut_ala_korea.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515303/original/064088300_1772169814-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_11.47.38.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4998450/original/006644700_1731221387-fotor-ai-202411065313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429754/original/033200800_1764643585-Kembang_Kol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7618310/original/025686000_1780404689-obat_hepatitis.jpeg)