2 Kebiasaan yang Perlu Dihindari agar Kulit Tetap Awet Muda

Kulit tetap awet muda bukan hal mustahil, asalkan kamu menghindari dua kebiasaan ini.

Diterbitkan 01 Juni 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kulit tetap awet muda tidak cukup hanya mengandalkan penggunaan skincare. Kebiasaan sehari-hari juga memiliki peran besar dalam menentukan kesehatan kulit dan memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan.

Skincare and Aesthetic Expert, dr. Yessica Tania, Dipl. AAAM., mengatakan sejumlah gaya hidup yang banyak dilakukan generasi muda saat ini dapat memengaruhi kualitas kulit dalam jangka panjang. Dua di antaranya adalah kurang tidur dan konsumsi gula berlebihan.

Menurut Yessica, proses perbaikan atau regenerasi tubuh, termasuk kulit, banyak terjadi saat seseorang beristirahat pada malam hari. Oleh sebab itu, kebiasaan tidur larut malam atau kurang tidur dapat mengganggu proses alami tersebut.

1. Kurang Tidur Bisa Ganggu Regenerasi Kulit

Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses pemulihan, termasuk memperbaiki sel-sel kulit yang rusak akibat paparan lingkungan sehari-hari.

"Repair tubuh kita, terutama salah satunya kulit, itu terjadi pada malam hari. Regenerasi kulit dan proses perbaikan organ tubuh berlangsung ketika kita tidur," kata Yessica di peluncuran ZEGAVIT Gummy Multivitamin pada Jumat, 29 Mei 2026.

Dia menjelaskan bahwa ketika waktu tidur terus-menerus berkurang, tubuh kehilangan kesempatan untuk melakukan proses perbaikan secara optimal. Akibatnya, berbagai masalah kulit lebih mudah muncul.

Kondisi ini dapat menyebabkan skin barrier atau lapisan pelindung kulit menjadi lebih rentan terganggu. Kulit juga lebih mudah mengalami dehidrasi, tampak kusam, hingga mengalami breakout atau jerawat akibat proses inflamasi yang tidak tertangani dengan baik.

Risiko tersebut semakin besar karena kulit setiap hari harus menghadapi berbagai faktor eksternal, seperti paparan sinar ultraviolet (UV), polusi, dan berbagai stresor lingkungan lainnya.

Tidak heran jika kurang tidur sering dikaitkan dengan munculnya tanda-tanda penuaan dini, seperti kulit yang terlihat lelah, kurang segar, dan kehilangan elastisitasnya.

 

2. Konsumsi Gula Berlebihan

Kebiasaan kedua yang perlu dihindari adalah konsumsi gula berlebihan. Menurut Yessica, masalahnya bukan terletak pada kopi atau makanan tertentu, melainkan pada tingginya kandungan gula yang sering ditambahkan ke dalamnya.

Saat ini, berbagai minuman dan camilan manis menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, terutama generasi muda. Mulai dari kopi kekinian, minuman manis, hingga aneka dessert dengan kadar gula tinggi.

"Kalau minum kopi, tidak masalah. Yang jadi masalah itu ketika dicampur dengan gula yang banyak, susu yang banyak, dan krimer," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan respons inflamasi dalam tubuh. Selain itu, gula juga berkaitan dengan proses yang disebut glikasi.

Yessica, menjelaskan, glikasi merupakan proses ketika molekul gula menempel pada protein dalam tubuh, termasuk kolagen dan elastin. Padahal, kedua protein tersebut berperan penting dalam menjaga kulit tetap kencang, elastis, dan tampak muda.

Menurut Yessica, proses glikasi dapat menyebabkan penurunan kualitas kolagen dan elastin. Akibatnya, kulit menjadi lebih mudah kehilangan kekencangan, muncul garis-garis halus, serta tanda-tanda penuaan lainnya.

"Kalau konsumsi gula berlebih, salah satu dampaknya adalah penurunan kualitas kolagen dan elastin," tambahnya.

Oleh sebab itu, membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Dia menyarankan agar masyarakat lebih mindful dalam memilih camilan maupun minuman sehari-hari. Misalnya, mengurangi konsumsi cake yang terlalu manis, minuman dengan tambahan gula berlebih, atau camilan tinggi kalori yang minim nilai gizi.