Pakar Estetika Bongkar Fakta Menarik tentang Kolagen

Pakar estetika mengungkap fakta menarik tentang kolagen dan perannya bagi kesehatan serta kulit.

Diterbitkan 24 Juni 2026, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Terapi kolagen semakin menjadi sorotan di dunia kedokteran estetika. Seiring berkembangnya teknologi regeneratif, berbagai inovasi berbasis kolagen mulai dimanfaatkan untuk membantu mengatasi tanda-tanda penuaan, memperbaiki kualitas kulit, serta mendukung regenerasi jaringan secara alami.

Kolagen sendiri merupakan protein paling melimpah dalam tubuh manusia, mencakup sekitar 30 persen dari total protein tubuh. Protein ini menjadi komponen utama pembentuk kulit, otot, tulang, tendon, ligamen, serta berbagai jaringan ikat lainnya. Kolagen juga ditemukan pada organ tubuh, pembuluh darah, dan lapisan saluran pencernaan.

Protein ini tersusun dari asam amino seperti prolin, glisin, dan hidroksiprolin yang membentuk struktur khas berupa triple helix atau heliks rangkap tiga. Struktur tersebut berperan penting dalam menjaga kekuatan, elastisitas, dan fungsi berbagai jaringan tubuh.

Melihat tren tersebut, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) melalui lini bisnis estetikanya, PYFAESTHETIC, menggelar Xpert Meet 3.0: Collagen Mastery Session dan Certified Collagen Training Workshop.

Kegiatan ini menghadirkan pakar estetika internasional asal Rusia, Dr. Olga Borzykh, MD, untuk memberikan edukasi mengenai terapi kolagen kepada dokter estetika dan dermatolog di Indonesia.

Pelatihan yang berlangsung di FBC Aesthetic & Revitalization Center tersebut diikuti lebih dari 50 dokter spesialis kulit dan dokter estetika dari berbagai daerah.

Fokus utamanya adalah memperdalam pemahaman ilmiah serta teknik penggunaan Collost, produk Native Collagen Type 1 yang mulai diperkenalkan di pasar estetika Indonesia.

Olga mengatakan bahwa selain menjaga kekencangan kulit, kolagen juga membantu pembentukan sel kulit baru, melindungi organ tubuh, serta mendukung proses pembekuan darah.

Dari sekitar 28 jenis kolagen yang telah diidentifikasi, kolagen tipe I merupakan yang paling dominan karena mencakup sekitar 90 persen dari total kolagen tubuh dan berfungsi menjaga kekuatan kulit, tulang, tendon, serta ligamen.

 

Produksi Kolagen Menurun Seiring Bertambahnya Usia

Namun, produksi kolagen alami akan terus menurun seiring bertambahnya usia. Pada saat yang sama, kolagen yang sudah ada dalam tubuh juga lebih cepat mengalami kerusakan.

Kondisi ini membuat kualitas dan jumlah kolagen semakin berkurang, terutama setelah usia dewasa dan menjadi lebih signifikan pada perempuan setelah menopause.

Penurunan kolagen dapat ditandai dengan munculnya keriput, kulit yang mulai kendur, wajah tampak lebih cekung, hingga nyeri sendi akibat menipisnya tulang rawan. Tendon dan ligamen juga dapat menjadi lebih kaku sehingga mengurangi fleksibilitas tubuh.

Meningkatnya perhatian terhadap penurunan kolagen alami inilah yang mendorong berkembangnya berbagai terapi berbasis kolagen dalam dunia estetika modern. Salah satunya adalah Native Collagen Therapy yang menjadi fokus utama dalam pelatihan PYFAESTHETIC.

Sebagai produk New Chemical Entity (NCE), Collost dikembangkan menggunakan kolagen tipe I dengan struktur Triple Helix yang tetap utuh.

"Struktur ini dinilai memiliki karakteristik biologis yang menyerupai kolagen manusia sehingga berpotensi mendukung proses regenerasi jaringan secara optimal," kata Olga.

 

Edukasi Berbasis Ilmiah

Head of Marketing PYFAESTHETIC, Wila Lesthia Kharisma, mengatakan, edukasi ilmiah merupakan bagian penting dalam setiap inovasi yang dihadirkan perusahaan.

"Kami percaya bahwa praktisi estetika terbaik lahir dari pemahaman keilmuan yang kuat dan berbasis bukti ilmiah (evidence-based)," kata Wila.

 

Peserta pelatihan, dr. Rizky Hasian, dipl. CIBTAC dari Klinik RNR Pekanbaru, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru terkait pemanfaatan kolagen murni dalam praktik klinis.

"Melalui seminar ini, banyak sekali ilmu yang saya dapatkan, terutama karena produk yang dibahas merupakan kolagen murni.

Oleh sebab itu, hasilnya sangat signifikan untuk mengatasi masalah penurunan kolagen pada wajah pasien dengan segera dan minimal risiko inflamasi," ujarnya.

Edukasi mengenai terapi kolagen juga berlanjut dalam Aesthetic Medicine Upgrade Symposium & Exhibition (AMUSE).

Dalam forum tersebut, Olga bersama Dr. Anastasia Romashkina, MD, membahas perkembangan Native Collagen Replacement Therapy serta potensinya dalam mendukung masa depan industri aesthetic dan regenerative medicine di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.